Batam Kepulauan Riau Nasional Internasional Ekonomi & Bisnis Hukum & Kriminal Lifestyle Olahraga

Krisis Air Bersih Tanjung Sengkuang Masuk Hari ke-100, Distribusi Tangki Tersendat Akibat Solar Langka

Eusebius Sara • Senin, 8 Juni 2026 | 21:12 WIB
Mobil tangki menyalurkan air bersih ke tandon penampungan air bagi warga Tanjung Sengkuang, Batuampar . F. Cecep Mulyana/Batam Pos
Mobil tangki menyalurkan air bersih ke tandon penampungan air bagi warga Tanjung Sengkuang, Batuampar . F. Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos – Krisis air bersih yang melanda Kelurahan Tanjung Sengkuang, Kecamatan Batu Ampar, Kota Batam, selama lebih dari 100 hari kembali menghadapi kendala baru. Distribusi air bersih menggunakan mobil tangki yang selama ini menjadi solusi sementara bagi warga dilaporkan mengalami keterlambatan akibat kesulitan pasokan bahan bakar solar pada sebagian armada pengangkut.

Kondisi tersebut berdampak pada berkurangnya jumlah air yang diterima masyarakat dalam beberapa hari terakhir. Warga yang bergantung pada distribusi air tangki mulai merasakan penurunan frekuensi pengiriman ke sejumlah kawasan permukiman.

Ketua RW 08 Kelurahan Tanjung Sengkuang, Arofah, mengatakan distribusi air masih berjalan, namun jumlah armada yang beroperasi tidak lagi mampu memenuhi seluruh kebutuhan masyarakat.

Baca Juga: Ekspor Batam Tembus US$6,39 Miliar hingga April 2026, Amerika Serikat Jadi Pasar Utama

“Macet total sih tidak. Tapi memang pasokannya agak kurang. Biasanya dari sekitar 16 permintaan yang diajukan, yang datang hanya sekitar 10 tangki,” ujar Arofah.

Menurutnya, sejumlah sopir mobil tangki mengeluhkan sulitnya memperoleh solar dalam beberapa hari terakhir. Kondisi tersebut membuat armada harus mengantre lebih lama sehingga menghambat proses distribusi air ke warga.

“Kata sopir beberapa hari ini memang solar susah didapat. Mereka harus antre panjang. Tadi pagi saya hubungi lagi, jawabannya masih antre solar. Jadi memang distribusi agak tersendat,” katanya.

Sementara itu, Kapolsek Batu Ampar, Kompol Amru Abdullah, menjelaskan kendala bahan bakar hanya dialami oleh armada milik vendor yang membantu pendistribusian air bersih. Adapun armada milik ABH selaku pengelola distribusi air masih beroperasi normal tanpa hambatan pasokan BBM.

“Kendala BBM ini hanya pada mobil tangki dari vendor. Untuk mobil tangki ABH masih lancar. Memang ada ketersendatan jumlah pasokan tangki, tetapi secara umum kebutuhan air masyarakat masih ter-cover,” kata Amru.

Ia menambahkan, keterlibatan vendor diperlukan karena jumlah armada milik ABH belum mencukupi untuk melayani seluruh wilayah yang terdampak krisis air. Karena itu, dukungan armada pihak ketiga menjadi bagian penting dalam menjaga distribusi air kepada masyarakat.

“ABH selaku pengelola air bersih memang kekurangan armada mobil tangki, sehingga dibantu oleh vendor. Nah, yang mengalami kesulitan BBM ini adalah armada vendor tersebut. Namun kami terus melakukan pemantauan terhadap pendistribusian air di lapangan,” ujarnya.

Di tengah kondisi tersebut, warga berharap pemerintah dan pihak terkait segera menghadirkan solusi jangka panjang. Hasmi, salah seorang warga Tanjung Sengkuang, menilai masyarakat lebih membutuhkan pemulihan distribusi air melalui jaringan pipa dibandingkan terus bergantung pada pasokan mobil tangki.

Baca Juga: Israel Tutup Penyeberangan Gaza dan Hentikan Bantuan Kemanusiaan Usai Serangan Rudal Iran

“Kami berharap masalah ini segera diatasi. Air bisa kembali mengalir melalui pipa seperti di kawasan lain, sehingga masyarakat tidak lagi menunggu mobil tangki setiap hari,” katanya.

Memasuki lebih dari 100 hari krisis air bersih, masyarakat Tanjung Sengkuang kini menghadapi dua persoalan sekaligus, yakni keterbatasan pasokan air dan terganggunya distribusi akibat berkurangnya armada yang beroperasi. Warga berharap percepatan perbaikan sistem distribusi melalui jaringan perpipaan dapat segera direalisasikan agar kebutuhan air bersih kembali terpenuhi secara normal, berkelanjutan, dan tidak lagi bergantung pada layanan darurat mobil tangki. (*)

Editor : Putut Ariyo
#distribusi air tangki #batu ampar #batam #Tanjung Sengkuang #krisis air bersih