Batam Kepulauan Riau Nasional Internasional Ekonomi & Bisnis Hukum & Kriminal Lifestyle Olahraga

Pulang dari Haji Lebih Cepat, Amsakar Bawa Pulang Pelajaran Spiritual dan Tanggung Jawab Negara

Muhammad Syahban • Kamis, 11 Juni 2026 | 09:01 WIB
Amsakar Achmad bersama Syech Tayyib Muhammad di Masjid Quba Madinah. F. istimewa
Amsakar Achmad bersama Syech Tayyib Muhammad di Masjid Quba Madinah. F. istimewa

batampos – Wali Kota Batam sekaligus Kepala BP Batam, Amsakar Achmad, mengaku merasakan banyak kemudahan selama menunaikan ibadah haji tahun ini. Ia meyakini kelancaran tersebut merupakan buah dari doa masyarakat Batam yang sejak awal ia mohonkan sebelum berangkat ke Tanah Suci.

“Setiap pertemuan sebelum berangkat, saya selalu meminta doa agar ibadah ini dimudahkan Allah SWT. Dan Alhamdulillah, saya benar-benar merasakan kemudahan itu selama berada di Tanah Suci,” ujar Amsakar, Rabu (10/6).

Menurutnya, berbagai bantuan datang tanpa diduga, mulai dari kebutuhan sehari-hari hingga saat menjalani puncak rangkaian ibadah haji di tengah jutaan jamaah. Salah satu pengalaman yang paling berkesan terjadi ketika menuju lokasi lempar jumrah. Di tengah padatnya arus manusia, sejumlah jamaah yang tidak dikenalnya justru membantu membuka jalan.

Baca Juga: Hujan Deras dan Angin Kencang, Polresta Barelang Intensifkan Patroli di Titik Rawan Banjir Batam

“Rasanya luar biasa. Banyak kemudahan yang datang dari arah yang tidak disangka-sangka,” katanya.

Kisah Lucu di Tanah Suci

Selain pengalaman spiritual, Amsakar juga mengalami beberapa momen lucu yang tak terlupakan. Ia sempat panik mencari handuk yang dianggap hilang, sebelum menyadari bahwa handuk ihram yang dicari ternyata masih terikat di pinggangnya.

Tak hanya itu, ia juga pernah meninggalkan telepon genggam di area dekat hotel selama hampir satu jam. Saat kembali, ponselnya masih berada di tempat semula dalam kondisi aman.

Pengalaman serupa dialami istrinya yang sempat kehilangan jam tangan hadiah ulang tahun dari anak mereka. Namun, keesokan harinya pihak hotel berhasil menemukan dan mengembalikan barang tersebut.

Melayani Istri di Tanah Suci

Amsakar mengungkapkan salah satu momen paling berkesan selama berhaji adalah ketika mendampingi istrinya menjalankan ibadah. Hampir seluruh rangkaian thawaf dan sa’i ia lakukan sambil mendorong kursi roda sang istri.

“Di Batam kami jarang memiliki waktu bersama karena kesibukan pekerjaan. Di Tanah Suci saya niatkan untuk melayani istri sebaik mungkin,” ujarnya.

Baca Juga: 53 Dapur Makan Bergizi Gratis di Batam Sempat Berhenti Beroperasi, Terkendala Pencairan Dana

Ia mengaku mampu berjalan puluhan kilometer selama proses haji, mulai dari Arafah, Muzdalifah, Mina hingga kembali ke Masjidil Haram, sesuatu yang sebelumnya tidak pernah ia bayangkan.

Menelusuri Jejak Sejarah Islam

Selama berada di Madinah, Amsakar juga menyempatkan diri mengunjungi sejumlah lokasi bersejarah, seperti Masjid Quba, Masjid Qiblatain, Jabal Uhud, hingga Universitas Islam Madinah.

Ia mengaku takjub saat melihat langsung mushaf Al-Qur’an kuno yang diperkirakan berusia lebih dari 1.400 tahun dan masih menggunakan tulisan Arab tanpa tanda baca.

“Melihat langsung peninggalan sejarah Islam memberikan pelajaran yang sangat berharga,” katanya.

Didoakan Imam Masjid Qiblatain

Pengalaman spiritual yang paling membekas baginya terjadi di Masjid Qiblatain. Seusai melaksanakan salat sunnah, seorang imam setempat meminta bertemu dan secara khusus mendoakannya melalui bantuan penerjemah.

“Saya hanya bisa mengamini doa beliau. Itu menjadi salah satu momen paling berkesan selama di Tanah Suci,” ujar Amsakar.

Pulang Lebih Awal Demi Tugas Negara

Meski awalnya mengajukan cuti hingga 25 Juni 2026, Amsakar memutuskan kembali ke Indonesia lebih cepat setelah seluruh rangkaian wajib dan rukun haji selesai dilaksanakan.

Keputusan tersebut juga didorong oleh agenda penting yang harus dihadirinya sebagai Kepala BP Batam, yakni Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi VI DPR RI.

“Seluruh rukun dan wajib haji sudah selesai. Di sisi lain ada agenda penting BP Batam yang harus saya hadiri. Karena itu saya mengajukan izin untuk pulang lebih awal,” jelasnya.

Dari seluruh perjalanan tersebut, Amsakar mengaku memperoleh satu pelajaran hidup yang paling berharga.

“Saya sampai pada satu kesimpulan, mudahkan urusan orang lain, maka insya Allah Allah akan memudahkan urusan kita. Itulah yang benar-benar saya rasakan selama berada di Tanah Suci,” tutupnya. (*)

Editor : Jamil Qasim
#Pulang dari Haji #amsakar achmad