
batampos - Tingginya cakupan peserta Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) di Kota Batam mendorong BPJS Kesehatan terus memperkuat pemetaan kebutuhan layanan kesehatan. Langkah ini dilakukan untuk memastikan ketersediaan fasilitas kesehatan dan tenaga medis tetap mampu mengimbangi pertumbuhan penduduk yang terus meningkat.
Kepala Bagian SDM Umum dan Komunikasi Publik BPJS Kesehatan Cabang Batam, Ilham, mengatakan pihaknya bersama Dinas Kesehatan Kota Batam secara rutin melakukan pemetaan kebutuhan fasilitas kesehatan berdasarkan jumlah penduduk di masing-masing kecamatan.
“Hasil pemetaan tersebut digunakan sebagai dasar dalam menentukan wilayah yang membutuhkan penambahan fasilitas kesehatan mitra,” kata Ilham, Jumat (12/6).
Baca Juga: KAI Dorong PT DI Masuk Rantai Pasok Global KF-21 Boramae
Menurutnya, pemetaan tersebut menjadi bagian penting dari strategi menjaga pemerataan akses layanan kesehatan bagi peserta JKN di seluruh wilayah Batam.
Untuk mendukung proses perencanaan, BPJS Kesehatan memanfaatkan sistem digital Atlas-SIG, yaitu peta sebaran fasilitas kesehatan berbasis web yang menampilkan lokasi, cakupan layanan, serta distribusi fasilitas kesehatan secara lebih terukur.
Sistem tersebut tidak hanya dapat dimanfaatkan masyarakat untuk mencari fasilitas kesehatan terdekat, tetapi juga menjadi instrumen penting dalam penyusunan kebijakan perluasan jaringan layanan kesehatan.
“Atlas-SIG membantu kami melihat sebaran fasilitas kesehatan dan kebutuhan layanan di suatu wilayah secara lebih terukur,” ujar Ilham.
Meski tingkat kepesertaan JKN di Batam terus meningkat, BPJS Kesehatan mengakui masih terdapat sejumlah tantangan yang perlu diantisipasi. Salah satunya adalah tingginya jumlah kunjungan pasien setiap hari, baik di fasilitas kesehatan tingkat pertama maupun rumah sakit rujukan.
Lonjakan kunjungan tersebut menuntut pengelolaan antrean yang lebih efektif, penguatan sumber daya manusia, serta peningkatan efisiensi pelayanan agar mutu layanan tetap terjaga.



