Batam Kepulauan Riau Nasional Internasional Ekonomi & Bisnis Hukum & Kriminal Lifestyle Olahraga

Puskesmas Sekupang Gelar Jumper TB dan Layanan Putus, Warga Dapat Cek Kesehatan Gratis

Rengga Yuliandra • Jumat, 19 Juni 2026 | 13:59 WIB
Warga tampak antusias memanfaatkan layanan yang disediakan. Petugas kesehatan Puskesmas Sekupang bersama kader posyandu dan kader TB melayani masyarakat secara bergantian.  F. Rengga Y / Batam Pos
Warga tampak antusias memanfaatkan layanan yang disediakan. Petugas kesehatan Puskesmas Sekupang bersama kader posyandu dan kader TB melayani masyarakat secara bergantian. F. Rengga Y / Batam Pos

batampos – Puskesmas Sekupang terus memperkuat upaya deteksi dini penyakit menular dan tidak menular melalui program Jumper TB (Jumat Periksa TB) dan Layanan Putus (Layanan Gabungan Pemeriksaan Penyakit Tidak Menular dan TB) yang digelar di Masjid Al Habib, Perumahan Pondok Pratiwi 1, RT 002/RW 010, Kecamatan Sekupang, Jumat (19/6).

Kegiatan yang dimulai pukul 10.00 WIB tersebut menyediakan berbagai layanan pemeriksaan kesehatan gratis bagi masyarakat. Pemeriksaan meliputi skrining obesitas, pengukuran tekanan darah, pemeriksaan gula darah, hingga deteksi Tuberkulosis (TB) melalui pemeriksaan dahak.

Sejak pagi, warga tampak antusias memanfaatkan layanan yang disediakan. Petugas kesehatan Puskesmas Sekupang bersama kader posyandu dan kader TB melayani masyarakat secara bergantian. Peserta yang hadir berasal dari berbagai kelompok usia, mulai dari lansia hingga ibu rumah tangga.

Baca Juga: BPJS Kesehatan Kepri Bayar Klaim Rp1,74 Triliun, Lebih Besar dari Iuran JKN yang Diterima

Kepala Puskesmas Sekupang, Indriani Ningsih, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari strategi jemput bola untuk meningkatkan cakupan deteksi dini penyakit di tengah masyarakat, khususnya Tuberkulosis yang masih menjadi tantangan kesehatan di Indonesia.

"Melalui kegiatan ini kami mendekatkan layanan kesehatan kepada masyarakat. Banyak warga yang belum sempat datang ke fasilitas kesehatan karena kesibukan bekerja. Dengan turun langsung ke lingkungan masyarakat, kami berharap kasus TB maupun penyakit tidak menular dapat ditemukan lebih dini sehingga penanganannya lebih cepat," ujarnya.

Menurut Indriani, TB merupakan penyakit yang perlu mendapat perhatian serius karena dapat menular melalui udara. Oleh sebab itu, pemeriksaan dahak menjadi langkah penting, terutama bagi warga yang mengalami batuk berkepanjangan atau memiliki gejala yang mengarah pada TB.

Selain fokus pada TB, Puskesmas Sekupang juga mengintegrasikan pemeriksaan penyakit tidak menular seperti hipertensi, diabetes melitus, dan obesitas. Langkah tersebut dilakukan seiring meningkatnya kasus penyakit tidak menular yang berpotensi menimbulkan berbagai komplikasi kesehatan.

"Kami tidak hanya fokus pada TB, tetapi juga penyakit tidak menular yang banyak ditemukan di masyarakat. Dengan pemeriksaan tekanan darah, gula darah, dan status gizi, masyarakat dapat mengetahui faktor risiko yang dimiliki sehingga bisa segera melakukan pencegahan," katanya.

Indriani menambahkan, program serupa akan terus dilaksanakan secara berkala di berbagai wilayah kerja Puskesmas Sekupang dengan melibatkan tokoh masyarakat, pengurus masjid, kader kesehatan, serta perangkat RT dan RW setempat.

Ia juga mengimbau masyarakat agar tidak takut melakukan pemeriksaan kesehatan. Menurutnya, deteksi dini menjadi kunci penting dalam meningkatkan peluang kesembuhan dan mencegah komplikasi penyakit.

"Kami mengajak masyarakat untuk rutin memeriksakan kesehatan, menerapkan pola hidup sehat, serta segera memeriksakan diri apabila mengalami gejala yang mengarah pada TB maupun penyakit tidak menular. Pemeriksaan dini adalah langkah terbaik untuk menjaga kualitas hidup," katanya.

Program Jumper TB dan Layanan Putus menjadi salah satu inovasi layanan kesehatan Puskesmas Sekupang dalam mendukung target eliminasi Tuberkulosis sekaligus menekan angka penyakit tidak menular melalui pendekatan promotif dan preventif yang lebih dekat dengan masyarakat.

Salah seorang peserta, Kartini (71), mengaku terbantu dengan adanya layanan kesehatan yang hadir langsung di lingkungan tempat tinggalnya.

"Biasanya kalau mau cek kesehatan harus datang ke puskesmas. Sekarang petugas yang datang ke lingkungan kami, jadi lebih mudah. Apalagi untuk lansia seperti saya, kegiatan ini sangat bermanfaat," ujarnya.

Baca Juga: Hypercar Ekstrem Gordon Murray T.50s Niki Lauda Siap Meluncur, Hanya 25 Unit di Dunia

Apresiasi juga disampaikan Ketua RT 01/RW 10 Sungai Harapan yang sekaligus Ketua DKM Masjid Al Habib, Rusli Jaya. Ia menilai kegiatan tersebut sangat membantu masyarakat dalam memperoleh akses layanan kesehatan sekaligus meningkatkan kesadaran pentingnya menjaga kesehatan.

"Saya mendukung sepenuhnya kegiatan ini. Dengan adanya pemeriksaan kesehatan seperti ini, masyarakat jadi tahu kondisi kesehatannya. Kesehatan yang terjaga tentu membawa keberkahan bagi keluarga dan lingkungan," katanya.

Menurut Rusli, pelaksanaan kegiatan di lingkungan masjid memberikan kemudahan bagi warga yang datang untuk beribadah sekaligus memanfaatkan layanan kesehatan yang tersedia.

"Bapak-bapak yang datang untuk salat bisa langsung cek kesehatan. Ini sangat baik karena masyarakat tidak perlu jauh-jauh ke fasilitas kesehatan. Kegiatan seperti ini sudah beberapa kali dilaksanakan dan antusiasme warga selalu tinggi," ujarnya. (*)

Editor : Putut Ariyo
#kesehatan Batam #Tuberkulosis #Jumper TB #Penyakit Tidak Menular #Puskesmas Sekupang