Batam Kepulauan Riau Nasional Internasional Ekonomi & Bisnis Hukum & Kriminal Lifestyle Olahraga

Hingga Juni 2026, Dinkes Batam Temukan 1.870 Kasus Tuberkulosis

Antara • Senin, 22 Juni 2026 | 13:32 WIB
Warga tampak antusias memanfaatkan layanan yang disediakan. Petugas kesehatan Puskesmas Sekupang bersama kader posyandu dan kader TB melayani masyarakat secara bergantian.  F. Rengga Y / Batam Pos
Warga tampak antusias memanfaatkan layanan yang disediakan. Petugas kesehatan Puskesmas Sekupang bersama kader posyandu dan kader TB melayani masyarakat secara bergantian. F. Rengga Y / Batam Pos

batampos – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Batam mencatat sebanyak 1.870 kasus tuberkulosis (TB) ditemukan hingga Juni 2026. Jumlah tersebut diperoleh dari hasil pemeriksaan terhadap 13.239 orang yang diduga terpapar penyakit menular tersebut.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Kota Batam, Meldasari, mengatakan hingga pertengahan tahun 2026 pihaknya terus menggencarkan skrining dan penemuan kasus secara aktif untuk menekan angka penularan TB di masyarakat.

“Secara kumulatif hingga Juni 2026 jumlah terduga TB yang diperiksa sebanyak 13.239 orang. Dari hasil pemeriksaan ditemukan 1.870 kasus TB, terdiri atas 1.839 kasus sensitif obat dan 31 kasus resisten obat,” ujar Meldasari saat dihubungi di Batam, Senin.

Menurut dia, upaya penemuan kasus dilakukan melalui layanan kesehatan yang tersedia di 22 puskesmas yang tersebar di seluruh wilayah Kota Batam. Selain memperluas jangkauan pelayanan, Dinkes juga memperkuat kapasitas diagnosis dengan menyediakan 11 unit alat Tes Cepat Molekuler (TCM).

Perangkat tersebut ditempatkan di sejumlah fasilitas kesehatan, termasuk Puskesmas Tanjung Sengkuang, Sambau, Mentarau, dan Baloi Permai, guna mempercepat proses diagnosis dan penanganan pasien.

Data Dinkes menunjukkan jumlah kasus TB yang ditemukan sepanjang 2025 mencapai 4.558 kasus. Sementara pada 2024, jumlah kasus yang teridentifikasi sebanyak 5.072 kasus.

Untuk meningkatkan cakupan deteksi dini, Dinkes Batam juga menjalankan strategi jemput bola melalui berbagai program berbasis masyarakat. Salah satunya dilakukan oleh Puskesmas Sekupang melalui program Jumper TB (Jumat Periksa TB) dan Layanan Putus, yaitu layanan gabungan pemeriksaan penyakit tidak menular dan TB.

Melalui program tersebut, masyarakat dapat mengakses pemeriksaan kesehatan secara gratis, mulai dari skrining obesitas, pemeriksaan tekanan darah, gula darah, hingga pemeriksaan TB melalui pengambilan sampel dahak.

Kepala Puskesmas Sekupang, Indriani Ningsih, mengatakan program tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas akses layanan kesehatan sekaligus meningkatkan deteksi dini penyakit menular maupun tidak menular.

“Melalui kegiatan ini kami mendekatkan layanan kesehatan kepada masyarakat. Banyak warga yang belum sempat datang ke fasilitas kesehatan karena kesibukan bekerja. Dengan turun langsung ke lingkungan masyarakat, kami berharap kasus TB maupun penyakit tidak menular dapat ditemukan lebih dini sehingga penanganannya lebih cepat,” kata Indriani.

Ia menegaskan bahwa tuberkulosis masih menjadi salah satu persoalan kesehatan yang memerlukan perhatian serius karena penularannya dapat terjadi melalui udara.

Karena itu, masyarakat yang mengalami gejala seperti batuk berkepanjangan diimbau segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan agar dapat memperoleh diagnosis dan pengobatan sedini mungkin.

“Melalui kegiatan ini kami tidak hanya fokus menemukan kasus TB, tetapi juga meningkatkan kesadaran masyarakat untuk melakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin,” ujarnya.

Dinkes Batam berharap berbagai program deteksi dini yang dijalankan puskesmas dapat mempercepat penemuan kasus, meningkatkan keberhasilan pengobatan, serta menekan angka penularan tuberkulosis di tengah masyarakat. (*)

Editor : Putut Ariyo
#kesehatan Batam #Tuberkulosis Batam #TB Kepri #dinkes batam #Puskesmas Sekupang