batampos – Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau melalui Dinas Pendidikan akan membuka dua Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) baru di Kota Batam untuk mengatasi tingginya jumlah pendaftar pada Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Ajaran 2026/2027.
Dua sekolah yang akan mulai beroperasi tersebut adalah SMKN 13 Batam di Kecamatan Bengkong dan SMKN 14 Batam di kawasan Tanjung Uncang, Kecamatan Batu Aji.
Kehadiran dua sekolah baru ini diharapkan dapat memperluas akses pendidikan kejuruan sekaligus mengurangi tekanan daya tampung yang selama ini terjadi di sejumlah SMK negeri di Batam.
Masing-Masing Sekolah Siapkan Enam Rombel
Kepala Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Kepulauan Riau Wilayah Batam, Kasdianto, mengatakan pada tahap awal operasional, masing-masing sekolah akan membuka enam rombongan belajar (rombel).
Setiap rombel akan menampung 40 siswa sehingga satu sekolah diperkirakan dapat menerima sekitar 240 peserta didik baru.
“Setiap kelas akan diisi 40 murid,” ujar Kasdianto, Kamis (25/6).
Dengan demikian, dua sekolah baru tersebut berpotensi menambah kapasitas penerimaan hingga sekitar 480 siswa pada tahun ajaran pertama.
Pembangunan Sekolah Dimulai Tahun Ini
Meski pembukaan sekolah telah dipastikan, Kasdianto mengungkapkan bahwa pembangunan sarana dan prasarana kedua sekolah masih dalam tahap persiapan.
Pemerintah Provinsi Kepri menargetkan pembangunan fisik sekolah dapat dimulai pada 2026 agar fasilitas pendidikan tersebut segera dapat digunakan secara penuh.
“Insya Allah pembangunan akan dilaksanakan tahun ini,” katanya.
Sementara Menumpang di SMA Negeri
Sembari menunggu pembangunan gedung sekolah definitif selesai, proses kegiatan belajar mengajar bagi siswa yang diterima akan dilaksanakan sementara di sekolah negeri yang telah ditunjuk.
Siswa SMKN 13 Batam akan mengikuti kegiatan belajar di SMAN 8 Batam, sedangkan siswa SMKN 14 Batam akan menjalani pembelajaran sementara di SMAN 19 Batam.
Skema tersebut dilakukan agar proses pendidikan tetap berjalan tanpa harus menunggu pembangunan sekolah rampung.
Solusi Atasi Membludaknya Pendaftar
Penambahan dua SMK negeri baru ini merupakan respons pemerintah terhadap tingginya animo masyarakat untuk melanjutkan pendidikan di sekolah negeri.
Sebelumnya, Dinas Pendidikan Provinsi Kepulauan Riau mencatat jumlah pendaftar SMA dan SMK negeri di Batam telah melampaui kapasitas yang tersedia hingga sekitar 50 persen.
Kondisi tersebut terutama terjadi di sejumlah sekolah favorit yang setiap tahun menerima jumlah pendaftar jauh lebih besar dibandingkan daya tampung yang dimiliki.
Pemerataan Siswa ke Sekolah yang Masih Memiliki Kuota
Selain menambah unit sekolah baru, Dinas Pendidikan Kepri juga akan menerapkan strategi pemerataan peserta didik melalui distribusi calon murid ke sekolah-sekolah yang masih memiliki kuota.
Kebijakan ini bertujuan memastikan seluruh lulusan SMP di Kota Batam tetap memiliki kesempatan melanjutkan pendidikan menengah negeri secara merata dan tidak terpusat pada sekolah-sekolah tertentu saja.
Dengan tambahan SMKN 13 Batam dan SMKN 14 Batam, pemerintah berharap akses pendidikan kejuruan semakin luas, kebutuhan dunia kerja dapat lebih terakomodasi, serta persoalan keterbatasan daya tampung pada SPMB dapat berangsur teratasi. (*)
Editor : Putut Ariyo