batampos – Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Khusus Batam membantah kabar yang menyebut tongkang bermuatan batu granit olahan ditolak memasuki perairan Singapura sebelum akhirnya terbalik di perairan Batuampar, Kota Batam, Kamis (25/6).
KSOP menegaskan, insiden tersebut murni disebabkan kebocoran pada lambung kapal yang mengakibatkan tongkang kehilangan keseimbangan hingga akhirnya terbalik.
Kepala KSOP Khusus Batam, Takwin Masuku, melalui Kepala Bidang Penegakan Hukum (Gakkum) KSOP Batam, Yuzirwan Nasution, menjelaskan tongkang tersebut berlayar dari Tanjung Balai Karimun menuju Singapura dengan membawa muatan batu granit olahan (DAS).
"Benar, kapal mengalami kebocoran sehingga miring dan akhirnya terbalik. Kapal itu berlayar dari Tanjung Balai Karimun menuju Singapura," kata Yuzirwan, Sabtu (27/6).
Ia memastikan informasi yang menyebut kapal ditolak memasuki perairan Singapura tidak benar.
"Tidak ada ditolak," tegasnya.
Menurut Yuzirwan, saat masih dalam pelayaran menuju Singapura, kapal mulai mengalami kemiringan akibat kebocoran pada lambung. Melihat kondisi tersebut, nahkoda memutuskan mengubah haluan menuju Batam dengan rencana membongkar muatan agar kapal lebih stabil.
"Karena kapal sudah miring, rencananya dibawa ke Batam untuk membongkar muatan. Namun sebelum sempat dilakukan pembongkaran, kapal lebih dulu terbalik," jelasnya.
Meski mengalami kecelakaan laut, seluruh awak kapal dipastikan selamat dan tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut.
Saat ini, tongkang telah dievakuasi dan ditarik ke galangan untuk penanganan lebih lanjut. Sementara itu, KSOP Khusus Batam masih melakukan penyelidikan guna memastikan penyebab kebocoran pada lambung kapal.
Pihak KSOP juga mengimbau seluruh operator kapal untuk memastikan kondisi teknis armada sebelum berlayar guna mencegah terjadinya kecelakaan serupa di kemudian hari. (*)
Editor : Jamil Qasim