batampos – Daya tarik Batam sebagai salah satu pusat industri digital di Indonesia terus meningkat. Badan Pengusahaan (BP) Batam menerima penjajakan investasi baru dari PT Farmsent Indonesia bersama mitra internasionalnya untuk membangun pusat data (data center) dengan nilai investasi awal mencapai US$1 miliar atau sekitar Rp16,3 triliun.
Pembahasan rencana investasi tersebut dilakukan secara hybrid dalam pertemuan di Gedung Bida Utama BP Batam, Batam Centre, Kamis (25/6).
Meski nilai investasinya tergolong besar, BP Batam menegaskan proyek tersebut masih berada pada tahap penjajakan awal (early stage). Karena itu, belum ada komitmen investasi yang bersifat mengikat maupun penetapan lokasi pembangunan.
Deputi Bidang Investasi BP Batam, Fary Djemy Francis, menyambut positif ketertarikan investor terhadap Batam yang dinilai semakin berkembang sebagai kawasan industri digital dan pusat data.
"Batam saat ini tengah mengalami lonjakan investasi di sektor data center. Kami menyambut baik minat dari PT Farmsent beserta mitranya dan siap memfasilitasi seluruh rencana investasi ini," ujar Fary.
Lokasi Masih Dalam Tahap Kajian
BP Batam menyebut belum dapat memastikan jadwal realisasi proyek karena seluruh proses masih berada pada tahap awal.
Saat ini, investor bersama BP Batam masih melakukan identifikasi terhadap sejumlah kawasan yang dinilai memenuhi kebutuhan operasional pusat data berskala besar, termasuk dari sisi infrastruktur, pasokan listrik, jaringan telekomunikasi, hingga akses logistik.
Deputi Bidang Pelayanan Umum BP Batam, Ariastuty Sirait, mengatakan belum ada keputusan final terkait lokasi pembangunan maupun aspek teknis lainnya.
"Masih penjajakan awal. Saat ini investor masih melihat-lihat dan mengkaji lokasi," ujarnya, Minggu (28/6).
Menurut BP Batam, meningkatnya minat investor terhadap sektor data center menunjukkan posisi Batam yang semakin strategis sebagai gerbang investasi digital di Indonesia. Kedekatan dengan Singapura, ketersediaan infrastruktur telekomunikasi, serta dukungan pemerintah menjadi sejumlah faktor yang mendorong masuknya investasi di sektor ini.
Apabila terealisasi, proyek tersebut diperkirakan akan semakin memperkuat posisi Batam sebagai salah satu hub data center terbesar di Indonesia sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi digital di kawasan. (*)
Editor : Jamil Qasim