Batam Kepulauan Riau Nasional Internasional Ekonomi & Bisnis Hukum & Kriminal Lifestyle Olahraga

Pemerintah Kembangkan Kampung Nelayan Merah Putih, Batam Masuk Daerah Potensial

Muhammad Syahban • Kamis, 9 Juli 2026 | 09:31 WIB
Sejumlah anak bermain di pelantar pelabuhan Kampung Nelayan Merah Putih di di Kelurahan Sembulang, Kecamatan Galang, Selasa (7/7). F.Cecep Mulyana/Batam Pos
Sejumlah anak bermain di pelantar pelabuhan Kampung Nelayan Merah Putih di di Kelurahan Sembulang, Kecamatan Galang, Selasa (7/7). F.Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos – Pemerintah menjadikan Program Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) sebagai salah satu proyek strategis nasional untuk memperkuat ekonomi masyarakat pesisir. Program tersebut tidak hanya berfokus pada pembangunan infrastruktur, tetapi juga membangun ekosistem usaha nelayan melalui penguatan rantai produksi, akses pasar, hingga integrasi dengan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Wakil Menteri Kelautan dan Perikanan, Didit Herdiawan Ashaf, mengatakan Kampung Nelayan Merah Putih merupakan program prioritas Presiden Prabowo Subianto yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan nelayan sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional berbasis sektor kelautan dan perikanan.

Baca Juga: Disnaker Batam Siapkan Juru Las Bersertifikat Penuhi Kebutuhan Industri Shipyard dan Offshore

"Program ini bukan sekadar membangun kampung nelayan. Yang dibangun adalah ekosistem ekonomi agar masyarakat pesisir memiliki pendapatan yang lebih baik," kata Didit saat menghadiri peluncuran Program SiTaskin Pesisir di Kelurahan Sembulang, Kecamatan Galang, Kota Batam, Selasa (7/7).

Baca Juga: Nany Widjaja Diduga Alirkan Rp12 Miliar Dana PT Java Fortis ke PT Dharma Nyata Press

Menurut Didit, pemerintah telah memiliki contoh keberhasilan program tersebut melalui pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih di Sambinyeri yang dimulai pada 2023.

Hasil evaluasi menunjukkan pendapatan nelayan di kawasan tersebut meningkat hingga 113 persen, sementara nilai pendapatannya naik sekitar 47 persen dibandingkan sebelum program dijalankan.

Peningkatan tersebut tidak hanya dipengaruhi bertambahnya hasil tangkapan, tetapi juga perubahan pola pemasaran hasil perikanan.

Baca Juga: Satpol PP Diminta Tegakkan Perda, Pemko Batam Hentikan Sementara Pengeboran Sumur Legenda Malaka

Sebelum program berjalan, hasil tangkapan nelayan umumnya hanya dipasarkan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat sekitar. Kini, produk perikanan dari kawasan tersebut telah dipasarkan ke berbagai daerah seperti Surabaya, Bali, dan Bitung, bahkan mulai menembus pasar ekspor.

"Artinya yang berubah bukan hanya produksi, tetapi juga rantai pasarnya. Nelayan memperoleh akses yang jauh lebih luas sehingga nilai ekonominya meningkat," ujarnya.

Keberhasilan tersebut menjadi dasar pemerintah memperluas pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih ke berbagai wilayah di Indonesia.

Pada 2026, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menargetkan pembangunan sekitar 1.269 Kampung Nelayan Merah Putih di berbagai daerah yang memiliki potensi perikanan tangkap maupun budidaya.

Program tersebut juga diproyeksikan menjadi salah satu penopang penyediaan protein ikan untuk mendukung pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis.

"Tidak hanya meningkatkan ekonomi masyarakat, tetapi juga mendukung penyediaan protein bagi masyarakat dan memasok kebutuhan Program Makan Bergizi Gratis," kata Didit.

Ia menegaskan, pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih tidak menggunakan konsep yang seragam. Setiap daerah memiliki karakteristik sosial, ekonomi, potensi sumber daya, dan kondisi geografis yang berbeda sehingga desain pembangunan disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing wilayah.

Sebelum pembangunan dimulai, pemerintah juga melakukan asesmen terhadap lokasi, termasuk memastikan status lahan telah memenuhi prinsip clear, clean, and free.

"Setiap kampung memiliki karakteristik yang berbeda. Karena itu pendekatannya juga berbeda sesuai potensi daerah masing-masing," ujarnya.

Selain Program Kampung Nelayan Merah Putih, KKP juga mengembangkan Program Kampung Budidaya Ikan Tematik yang menghubungkan kawasan pesisir dengan wilayah pedalaman melalui pengembangan komoditas budidaya sesuai karakteristik daerah.

Program tersebut diharapkan mampu memperluas sumber pertumbuhan ekonomi masyarakat sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional.

Dalam kunjungannya ke Batam, Didit juga meninjau kawasan Sekanak Raya yang dinilai memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai Kampung Nelayan Merah Putih.

Ia mengajak masyarakat menjaga seluruh fasilitas yang nantinya dibangun serta mengelolanya melalui Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih agar manfaat ekonomi dapat dirasakan secara berkelanjutan.

"Saya titip kepada masyarakat agar seluruh fasilitas yang dibangun dirawat bersama. Melalui koperasi desa, pendapatan masyarakat bisa terus meningkat," katanya.

Didit mengaku cukup memahami karakteristik Kepulauan Riau karena pernah bertugas di wilayah tersebut sejak awal dekade 1980-an. Menurutnya, potensi perikanan Batam dan sekitarnya sangat besar karena didukung letak geografis yang strategis serta berada di jalur perdagangan internasional.

Ia menilai peluang ekspor hasil perikanan dari Batam masih terbuka lebar sehingga perlu didukung melalui penguatan infrastruktur, kelembagaan nelayan, serta akses pasar.

Untuk mendukung pelaksanaan program, KKP menyiapkan penyuluh, pendamping, dan pengawas yang akan mendampingi masyarakat secara berkelanjutan.

Menurut Didit, keberhasilan Program Kampung Nelayan Merah Putih sangat bergantung pada kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, koperasi, kementerian dan lembaga, serta masyarakat nelayan.

"Kami ingin menekankan pentingnya kolaborasi. Semua harus turun bersama menjalankan program Presiden agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat," ujarnya.

Ia mengakui berbagai tantangan akan muncul dalam pelaksanaan program. Namun, seluruh pihak diminta menjaga komunikasi dan keterbukaan agar setiap persoalan dapat diselesaikan tanpa menghambat tujuan utama meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir.

"Masalah di lapangan pasti ada. Yang penting semua pihak mau duduk bersama mencari solusi sehingga program ini benar-benar memberi manfaat bagi masyarakat," tutupnya. (*)

Editor : Jamil Qasim
#KNMP #Daerah Potensial