batampos – Dapur Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kota Batam kini berfokus memenuhi tahapan berikutnya dalam standar operasional, yakni memperoleh sertifikasi halal. Langkah ini dilakukan setelah sebagian dapur lebih dahulu mengantongi Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) dari Dinas Kesehatan.
Koordinator Wilayah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Batam, Defri Frenaldi, mengatakan sertifikasi halal merupakan syarat yang wajib dipenuhi seluruh dapur MBG. Namun hingga saat ini proses penerbitannya masih berlangsung karena harus melalui sejumlah tahapan administrasi dan pelatihan.
"Halal sudah menjadi prasyarat, namun sampai saat ini memang belum ada dapur yang memperoleh sertifikat halal. Prosesnya masih berjalan karena membutuhkan waktu," ujar Defri, Senin (13/7).
Baca Juga: Dishub Batam Intensifkan Patroli Barelang, Pengendara Masih Nekat Parkir di Jembatan
Menurutnya, sebelum memperoleh sertifikat halal, setiap pengelola dapur wajib mengikuti pelatihan penyelia halal serta melengkapi seluruh dokumen administrasi yang dipersyaratkan.
Sertifikasi tersebut diterbitkan oleh Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) setelah melalui proses pendampingan sesuai mekanisme yang berlaku.
"Pengelola harus mengikuti pelatihan penyelia halal terlebih dahulu, kemudian memenuhi seluruh persyaratan administrasi. Karena itu prosesnya memang cukup panjang," katanya.
Defri menjelaskan, pemenuhan standar operasional dapur MBG dilakukan secara bertahap. Tahap pertama adalah memperoleh Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS), dilanjutkan dengan sertifikasi halal, kemudian memenuhi standar Hazard Analysis and Critical Control Points (HACCP) sebagai sistem pengendalian keamanan pangan.
Baca Juga: Bidik Transformasi Bertaraf Internasional, STIKOM Muhammadiyah Batam Resmikan Gedung Baru
"Jadi tahapannya dimulai dari SLHS, kemudian sertifikasi halal, baru HACCP," jelasnya.
Saat ini terdapat 139 dapur SPPG yang beroperasi di Kota Batam. Dari jumlah tersebut, 78 dapur telah mengantongi SLHS, sedangkan sisanya masih dalam proses memenuhi persyaratan.
Meski sekolah masih memasuki masa libur, Defri memastikan proses pengurusan sertifikasi tetap berjalan agar seluruh dapur memenuhi standar yang ditetapkan sebelum layanan MBG kembali beroperasi secara optimal.
Program MBG di Batam saat ini telah menjangkau 324.479 penerima manfaat, terdiri atas 257.421 pelajar, 51.030 ibu hamil, ibu menyusui, dan balita, serta 17.399 guru. (*)
Editor : Jamil Qasim