Batam Kepulauan Riau Nasional Internasional Ekonomi & Bisnis Hukum & Kriminal Lifestyle Olahraga

PGN Pastikan Tak Ada Kenaikan Harga Gas Industri di Batam

Yashinta • Rabu, 15 Juli 2026 | 08:30 WIB
Petugas PGN sedang memeriksa pipa distribusi gas. f istimewa
Petugas PGN sedang memeriksa pipa distribusi gas. PGN memastikan tidak ada kenaikan harga gas industri di Batam. F ist dok Batam Pos

Batampos - PT Perusahaan Gas Negara (PGN) memastikan tidak ada kenaikan harga gas industri di Batam. Penegasan ini sekaligus merespons kekhawatiran kalangan pelaku usaha yang sebelumnya mengaku cemas dengan isu kenaikan harga yang dinilai dapat menggerus daya saing industri dan ekspor.

Sales Head Area PGN Batam, Wendi Purwanto, mengatakan hingga saat ini PGN tidak menerima informasi maupun kebijakan terkait kenaikan harga gas industri. “Tidak ada. Memang tidak ada informasi kenaikan harga gas industri,” ujar Wendi kepada Batam Pos, Selasa (14/7/2026) kemarin.

Ia menegaskan, informasi yang beredar mengenai potensi kenaikan harga gas tidak berkaitan dengan harga gas pipa yang disalurkan PGN kepada pelanggan industri di Batam.

Baca Juga: Cek Kesehatan di Malaysia, RS KPJ Johor Tawarkan Promo Hemat Beli 1 Gratis 1

Menurut Wendi, kebijakan pemerintah yang menetapkan harga sebesar USD13 per MMBTU justru berlaku untuk gas alam cair atau liquefied natural gas (LNG), bukan gas pipa.

“Itu bukan kenaikan. Yang diatur pemerintah adalah harga LNG menjadi tetap USD13 per MMBTU. Sebelumnya harga LNG mengikuti harga internasional. Jadi justru turun, bukan naik,” jelasnya.

Wendi menambahkan, PGN siap menerapkan kebijakan pemerintah tersebut. Namun, pelaksanaannya masih menunggu penyesuaian dari pihak pemasok.

“PGN siap menerapkan kebijakan itu. Saat ini kami tinggal menunggu dari pemasok,” katanya.

Baca Juga: Panas Ekstrem di Eropa Makan Ribuan Korban Jiwa, Inggris Alami Dampak Paling Parah

Ia kembali menegaskan bahwa hingga kini tidak ada pemberitahuan maupun rencana kenaikan harga gas pipa untuk pelanggan industri di Batam.

“Kalau dibilang belum ada, seolah-olah nanti akan ada. Faktanya memang tidak ada informasi kenaikan,” tegasnya.

Sebelumnya, Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Batam, Rafky Rasyid, mengungkapkan kekhawatiran dunia usaha terhadap isu kenaikan harga gas industri. Menurutnya, biaya energi yang terus meningkat berpotensi menaikkan biaya produksi, menekan daya saing produk ekspor, hingga membuat sejumlah perusahaan menunda ekspansi dan perekrutan tenaga kerja.

Rafky menyebut sektor galangan kapal, offshore, fabrikasi logam, oleokimia, elektronik, hingga hotel, rumah sakit, dan industri makanan dan minuman menjadi sektor yang paling rentan terdampak apabila harga gas benar-benar mengalami kenaikan. (*)

Editor : Chahaya Simanjuntak
PGN Batam gas industri kenaikan harga gas industri pgn