Panbil Group, BP Batam dan PLN Batam Tandatangan MoU Percepatan KEK Tanjung Sauh

Alfian BP • Dipublikasikan Jumat, 24 Juli 2026 | 08:06 WIB
Johanes Kennedy Aritonang, Amsakar Achmad bersama dengan Fary Djemi Francis dan Kwinfo menunjukkan nota MoU.F. Iman S untuk Batam Pos
Johanes Kennedy Aritonang, Amsakar Achmad bersama dengan Fary Djemi Francis dan Kwinfo menunjukkan nota MoU.F. Iman S untuk Batam Pos

Batampos - Badan Pengusahaan (BP) Batam menandatangani dua nota kesepahaman (MoU) strategis bersama dengan Panbil Group dan PT PLN Batam di Bida Marketing BP Batam, Kamis (23/7/2026).

Ini menjadi fondasi percepatan pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Tanjung Sauh. Juga untuk meningkatkan keandalan pasokan energi di kawasan industri di Kota Batam.

Hadir dalam penandatanganan MoU ini yakni Kepala BP Batam Amsakar Achmad, Chairman Panbil Group Johannes Kennedy Aritonang, Direktur Utama PLN Batam Kwin Fo, Deputi Bidang Investasi BP Batam Fary Djemy Francis dan sejumlah pejabat dari BP Batam dan PLN Batam.

Baca Juga: Tak Temukan Pelanggaran, Imigrasi Batam Rampungkan Pengawasan Dua Kapal Asing

Nota kesepahaman yang ditandatangani yakni kerja sama antara Badan Pengusahaan Batam dan PT Nusantara Properta Panbil terkait dukungan investasi dan perizinan pengembangan KEK Tanjung Sauh. Kemudian adalah kerjasama PT Panbil Utilitas Sentosa dan PT PLN Batam terkait penyediaan tenaga listrik dari kawasan tersebut untuk memperkuat sistem kelistrikan Pulau Batam.

Chairman Panbil Group, Johanes Kennedy Aritonang menegaskan bahwa kedua nota kesepahaman itu adalah komitmen nyata dalam membangun undustri masa depan yang memiliki kepastian investasi, kemudahan perizinan serta dukungan energi yang berkelanjutan.

"Ini bukan hanya sekadar seremoni admistratif, tapi komitmen nyata dalam hal investasi dan segala perizinannya. Tentunya perizinan yang cepat dengan dukungan energi yang andal," ujarnya.

Ia mengatakan, lebih dari empat dekade Panbil tumbuh bersama Batam. Di mana Batam saat ini sudah menjadi salah satu pusat manufaktur dan investasi terbesar di Indonesia. Seiring perkembangan itu, kebutuhan akan lahan Industri, Energi dan Infrastruktur terus meningkat. Apalagi semakin massifnya industri berteknologi tinggi dan padat karya masuk ke Batam.

Baca Juga: Tak Temukan Pelanggaran, Imigrasi Batam Rampungkan Pengawasan Dua Kapal Asing

"KEK Tanjung Sauh kami rancang sebagai kawasan industri generasi berikutnya yang tidak hanya menyediakan lahan, tetapi juga menghadirkan ekosistem industri yang lengkap sebagai hub energi, hub logistik, dan hub industri yang didukung pelayanan investasi dan percepatan perizinan," ujarnya.

Johanes menambahkan bahwa daya saing kawasan industri di masa depan tidak tidak lagi hanya ditentukan oleh insentif fiskal, tetapi juga oleh kualitas infrastruktur, kecepatan pelayanan, serta jaminan pasokan energi yang stabil.

"Makanya kolaborasi dengan BP Batam dan PLN Batam ini menjadi faktor strategis untuk meningkatkan kepercayaan investor global sekaligus mempercepat realisasi investasi di KEK Tanjung Sauh," katanya.

Sementara itu, Direktur Utama PLN Batam Kwin Fo mengatakan kerja sama dengan PT Panbil Utilitas Sentosa menjadi langkah awal memperkuat sistem kelistrikan Batam yang selama ini menjadi salah satu faktor utama dalam menarik investasi baru.

Melalui nota kesepahaman tersebut, kedua belah pihak akan melakukan kajian teknis, komersial, ekonomi, hingga regulasi terkait pemanfaatan pasokan listrik dari pembangkit yang akan dikembangkan di KEK Tanjung Sauh sebelum dilanjutkan ke tahap Perjanjian Jual Beli Tenaga Listrik (PJBTL).

Menurut Kwin Fo, penguatan sistem kelistrikan tidak hanya bertujuan menambah kapasitas pasokan, tetapi juga memastikan keberlangsungan operasional industri, dunia usaha, dan kebutuhan masyarakat yang terus meningkat.

Baca Juga: HAN 2026: Sukacita di bawah Terik Matahari, Bertemu Bule Korban Perundungan Putus Sekolah yang Bercita-Cita jadi Tentara

"Kami berharap kerja sama ini segera ditindaklanjuti melalui kajian yang komprehensif sehingga dapat memberikan kepastian pasokan energi jangka panjang bagi Batam," katanya.

Ia juga mengapresiasi komitmen BP Batam dalam menciptakan iklim investasi yang kondusif melalui percepatan pembangunan kawasan industri dan penyediaan infrastruktur pendukung.

Sementara itu, Kepala BP Batam Amsakar Achmad megatakan bahwa kolaborasi antara pemerintah, BUMN, dan pelaku usaha menjadi kunci utama menjaga tren pertumbuhan ekonomi Batam yang terus menunjukkan kinerja positif.

Amsakar menjelaskan bahwa  realisasi investasi Batam secara triwulanan meningkat dari sekitar Rp8 triliun menjadi sekitar Rp15 triliun, atau tumbuh lebih dari 125 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Capaian itu adalah implementasi arahan Presiden Prabowo Subianto agar Batam menjadi lokomotif pertumbuhan ekonomi nasional sekaligus pusat investasi Indonesia.

"Kalau kolaborasi seperti ini terus kita bangun secara lebih solid, saya yakin pertumbuhan ekonomi dan investasi Batam akan meningkat jauh lebih besar lagi," katanya.

Ia mengatakan bahwa banyak aspek yang menjadi tolak ukur keberhasilan pembangunan di Kota Batam. Bukan hanya pembangunan fisik, tetapi juga dari peningkatan indikator makro seperti investasi, pertumbuhan ekonomi, penurunan pengangguran dan kemiskinan, peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM), produktivitas, Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP), Pendapatan Asli Daerah (PAD), hingga meningkatnya kunjungan wisatawan.

Ia juga mengungkapkan bahwa dalam satu tahun lima bulan terakhir Batam memperoleh lima Peraturan Pemerintah yang mendukung pengembangan kawasan, serta tiga kali mendapat undangan langsung dari Presiden ke Istana untuk membahas percepatan pembangunan Batam.

Menurutnya, perhatian besar pemerintah pusat tersebut menjadi bukti bahwa Batam memiliki posisi strategis dalam peta pembangunan ekonomi Indonesia. "Batam dipandang sangat penting oleh pemerintah pusat. Karena itu apa yang kita kerjakan di Batam harus menjadi yang terbaik bagi Indonesia," tegasnya.(*)

Editor : Chahaya Simanjuntak
bp batam panbil group tanjungsauh PLN Batam