batampos – Warga Kelurahan Sambau, Kecamatan Nongsa, Kota Batam, mengeluhkan minimnya penerangan jalan umum (PJU) yang telah berlangsung selama bertahun-tahun. Kondisi jalan yang gelap dinilai membahayakan keselamatan pengguna jalan sekaligus meningkatkan potensi tindak kriminal, terutama pada malam hari.
Pantauan di lapangan menunjukkan sejumlah ruas jalan di Kelurahan Sambau masih belum dilengkapi lampu penerangan. Saat malam tiba, jalan hanya mengandalkan cahaya dari rumah warga dan lampu kendaraan yang melintas. Sementara sisi kiri dan kanan jalan yang dipenuhi lahan kosong serta semak belukar tampak gelap gulita.
Situasi tersebut semakin berisiko ketika hujan turun. Genangan air, jalan licin, hingga lubang di badan jalan sulit terlihat karena minimnya pencahayaan, sehingga pengendara harus meningkatkan kewaspadaan saat melintas.
"Sudah bertahun-tahun begini. Gelap terus, belum ada lampu jalan satu pun. Padahal ini jalan ramai, banyak yang melintas tiap malam," ujar Tika, salah seorang pengendara yang ditemui di lokasi.
Baca Juga: Indonesia Berpeluang Jadi Tuan Rumah FIFA ASEAN Cup 2026, PSSI Tunggu Keputusan FIFA
Menurutnya, minimnya penerangan membuat risiko kecelakaan lalu lintas semakin tinggi karena pengendara kesulitan melihat kondisi jalan.
"Kalau hujan, makin parah. Gelap, jalan basah, kadang lubang tak kelihatan. Sudah sering dengar orang jatuh di sini. Ada juga yang tabrakan," katanya.
Selain membahayakan keselamatan, warga juga mengkhawatirkan aspek keamanan. Jalan yang gelap dengan kondisi sekitar berupa lahan kosong dan semak-semak dinilai berpotensi dimanfaatkan pelaku kejahatan.
"Kalau ada orang berniat jahat, gampang sekali sembunyi di kegelapan. Bahaya untuk kami," ujarnya.
Warga juga mempertanyakan manfaat pembayaran iuran penerangan jalan umum yang dibebankan melalui tagihan listrik setiap bulan. Mereka berharap kewajiban tersebut diimbangi dengan penyediaan fasilitas PJU yang memadai, khususnya di kawasan permukiman yang padat penduduk.
"Kami bayar iuran PJU juga, tapi tidak ada manfaatnya. Pemerintah seperti cuek saja," keluhnya.
Kondisi tersebut dinilai kontras dengan perkembangan wilayah Nongsa yang terus bertumbuh. Aktivitas masyarakat, mulai dari bekerja, berdagang hingga kegiatan lainnya, masih berlangsung hingga malam hari sehingga kebutuhan penerangan jalan menjadi semakin mendesak.
Warga berharap pemerintah segera merealisasikan pemasangan PJU di ruas jalan utama Kelurahan Sambau tanpa harus menunggu jatuhnya korban kecelakaan maupun munculnya tindak kriminal.
Baca Juga: Eks Pejabat Bea Cukai Didakwa Terima Gratifikasi dari Ekspedisi dan Pengusaha Rokok
"Jangan tunggu ada korban baru bertindak. PJU ini penting sekali buat warga Nongsa," tegasnya.
Sementara itu, Camat Nongsa Eva Marhaini belum memberikan tanggapan terkait keluhan tersebut. Saat dikonfirmasi, ia menyebut persoalan lampu jalan di kawasan Nongsa bukan menjadi kewenangannya untuk dijelaskan.
Keluhan yang telah berlangsung selama bertahun-tahun ini kembali menjadi sorotan karena penerangan jalan tidak hanya berkaitan dengan kenyamanan pengguna jalan, tetapi juga menyangkut keselamatan dan keamanan masyarakat yang beraktivitas pada malam hari. Pemerintah diharapkan segera memberikan kepastian mengenai rencana penambahan PJU di wilayah Sambau agar mobilitas warga dapat berlangsung lebih aman. (*)
Editor : Putut Ariyo