Pedagang Bendera Musiman Kembali Ramaikan Jalanan Batam

Rengga Yuliandra • Dipublikasikan Rabu, 29 Juli 2026 | 15:06 WIB



Pedagang bendera musiman di Jalan Marina, Sekupang. F.Rengga/Batam Pos
Pedagang bendera musiman di Jalan Marina, Sekupang. F.Rengga/Batam Pos

 

batampos - Deretan bendera Merah Putih mulai berkibar di sejumlah ruas jalan di Kota Batam menjelang peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Di balik semarak warna merah dan putih yang menghiasi jalanan, para pedagang musiman kembali menggelar lapak, berharap momen Agustusan membawa rezeki bagi keluarga mereka.

 

Pantauan Batam Pos, Rabu (29/7), pedagang bendera mulai bermunculan di sejumlah ruas jalan protokol, seperti Jalan Marina Sekupang, Simpang Basecamp, hingga kawasan Batuaji. Beragam ukuran bendera, umbul-umbul, dan hiasan bernuansa merah putih dipajang di tepi jalan, menarik perhatian pengguna jalan yang melintas.

 

Bagi Iwan, berjualan bendera bukan sekadar mencari penghasilan tambahan. Aktivitas itu telah menjadi rutinitas yang dijalaninya setiap menjelang peringatan Hari Kemerdekaan.

 

“Kalau mulai lebih awal, biar masyarakat tahu kami sudah jualan,” ujarnya sambil merapikan bendera yang dipajang di lapaknya.

 

Menurut Iwan, harga bendera tahun ini tidak mengalami kenaikan. Harga disesuaikan dengan ukuran dan jenis bahan, mulai dari Rp10 ribu hingga Rp250 ribu untuk ukuran terbesar.

 

“Yang paling banyak dicari biasanya ukuran sedang untuk dipasang di depan rumah,” katanya.

 

Di lapak lain, Yunita tampak sibuk melayani pembeli. Perempuan berusia 43 tahun itu mengaku sudah membuka lapak sejak sepekan terakhir. Selain melayani pembelian langsung, ia juga menerima pesanan bendera berukuran besar dari warga maupun pengurus lingkungan.

 

“Kalau ukuran besar biasanya dipesan dulu. Pembeli kasih uang muka, beberapa hari kemudian baru diambil,” tuturnya.

 

Berjualan bendera telah menjadi mata pencaharian musiman yang ia tekuni sejak 2016. Saat peringatan kemerdekaan berakhir, Yunita kembali menjalani pekerjaan lain sesuai musim.

 

“Kalau Tahun Baru biasanya jual kembang api, kalau Ramadan jual petasan. Sekarang apa saja dikerjakan yang penting halal,” ucapnya sambil tersenyum.

 

Demi menyambut musim penjualan bendera yang hanya datang setahun sekali, ia bahkan rela meninggalkan pekerjaan serabutan di proyek.

 

“Biasanya bantu-bantu proyek. Tapi kalau sudah mau 17 Agustus, saya fokus jualan bendera. Yang penting rezekinya halal,” katanya.

 

Selain bendera Merah Putih, Yunita juga menjual berbagai perlengkapan dekorasi kemerdekaan, seperti umbul-umbul dan latar (background) bernuansa merah putih dengan beragam ukuran, mulai dari 25 x 25 sentimeter hingga satu meter.

 

Bagi para pedagang musiman ini, bulan Agustus bukan sekadar momentum memperingati hari kemerdekaan. Di balik setiap kibaran Merah Putih yang menghiasi sudut-sudut Kota Batam, tersimpan harapan agar dagangan laris dan mampu menjadi penopang ekonomi keluarga selama musim perayaan berlangsung.

Editor : Yofi Yuhendri
penjual bendera kemerdekaan 17 agustus