Pemko Batam Perkuat Keamanan Siber, Sempat Gagalkan Upaya Peretasan Sistem SPMB

Antara • Dipublikasikan Kamis, 30 Juli 2026 | 20:31 WIB
Sekda Batam Firmansyah (kiri) dan Kepala Diskominfo Batam Rudi Panjaitan (kanan). (ANTARA/HO-Diskominfo Batam)
Sekda Batam Firmansyah (kiri) dan Kepala Diskominfo Batam Rudi Panjaitan (kanan). (ANTARA/HO-Diskominfo Batam)

batampos – Pemerintah Kota Batam terus memperkuat sistem keamanan siber untuk melindungi layanan digital pemerintah dari ancaman peretasan, penipuan daring, hingga kebocoran data.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Batam, Rudi Panjaitan, mengungkapkan pihaknya sempat mendeteksi percobaan peretasan terhadap aplikasi Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) saat proses penerimaan peserta didik berlangsung.

Menurut Rudi, pelaku mencoba menembus salah satu lapisan sistem, namun upaya tersebut berhasil digagalkan sebelum mencapai pusat data karena telah terdeteksi oleh sistem keamanan yang dipasang Diskominfo.

Baca Juga: Enam Titik Jalan Berlubang di Ahmad Yani Ancam Keselamatan Pengendara

"Ada percobaan peretasan aplikasi SPMB. Pelaku mencoba masuk melalui salah satu lapisan sistem, tetapi belum mencapai inti sistem karena lebih dulu terdeteksi oleh perangkat deteksi dini yang kami pasang," ujarnya, Kamis (30/7).

Ia menjelaskan, percobaan tersebut bukan kali pertama menyasar aplikasi maupun sistem digital milik Pemerintah Kota Batam.

Saat ancaman terdeteksi, Diskominfo langsung menghentikan sementara layanan aplikasi sebagai langkah mitigasi sebelum kembali mengoperasikannya setelah dipastikan aman.

Selain memperkuat sistem, Diskominfo juga menyiagakan personel teknologi informasi untuk memantau sekaligus menangani setiap potensi serangan terhadap sistem pemerintahan.

Baca Juga: Pacar Dicaci Maki, Jadi Pemicu Pembacokan di Parkiran Hotel Kundur

Rudi menilai ancaman siber akan terus berkembang seiring meningkatnya pemanfaatan layanan digital di lingkungan pemerintah. Oleh karena itu, penguatan infrastruktur keamanan harus dibarengi dengan peningkatan kapasitas sumber daya manusia.

Sebagai bagian dari upaya tersebut, Pemkot Batam menggelar Rapat Koordinasi Evaluasi Keamanan Informasi dan Jaringan Komunikasi Sandi Tahun 2026 di Kantor Wali Kota Batam, Rabu (29/7).

Kegiatan itu diikuti para pengelola teknologi informasi dan penanggung jawab sistem dari seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) dengan menghadirkan narasumber dari Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN).

Menurut Rudi, forum tersebut tidak hanya membahas aspek teknis pengamanan sistem, tetapi juga bertujuan membangun budaya sadar keamanan siber di kalangan aparatur sipil negara (ASN).

"Kami ingin ASN Pemkot Batam cakap teknologi dan memiliki kesadaran terhadap keamanan digital. Jangan menggunakan kata sandi yang mudah ditebak, seperti nama anak atau pasangan, serta rutin mengganti kata sandi agar tidak membuka celah bagi pelaku kejahatan siber," katanya.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Kota Batam, Firmansyah, menegaskan percepatan transformasi digital melalui Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) harus berjalan seiring dengan penguatan keamanan informasi.

"Keamanan informasi bukan lagi sekadar urusan teknis, melainkan fondasi utama dalam mewujudkan pelayanan publik yang andal dan terpercaya," ujarnya.

Firmansyah menambahkan setiap perangkat daerah wajib menerapkan tiga prinsip utama keamanan informasi, yakni kerahasiaan (confidentiality), integritas (integrity), dan ketersediaan (availability) agar data pemerintah tetap terlindungi dari akses tidak sah sekaligus memastikan layanan publik berjalan optimal.

Ia berharap seluruh perangkat daerah menyusun langkah tindak lanjut yang konkret sehingga penguatan keamanan siber menjadi tanggung jawab bersama seluruh OPD, bukan hanya Diskominfo semata. (*)

Editor : Jamil Qasim
Sistem SPMB pemko batam