PPIT Imam Syafi'i Batam Belajar Antisipasi Kebakaran dan Bahaya Listrik Bersama PLN Batam

Rengga Yuliandra • Dipublikasikan Jumat, 31 Juli 2026 | 10:01 WIB
Ratusan santri Pondok Pesantren Islam Terpadu (PPIT) Imam Syafi
Ratusan santri Pondok Pesantren Islam Terpadu (PPIT) Imam Syafi'i Batam mengikuti edukasi keselamatan ketenagalistrikan, kesiapsiagaan bencana, dan simulasi penggunaan Alat Pemadam Api Ringan (APAR) yang digelar Srikandi PT PLN Batam. Kegiatan ini bertujuan membangun budaya keselamatan di lingkungan pesantren. F. PLN Batam

batampos – Ratusan santri Pondok Pesantren Islam Terpadu (PPIT) Imam Syafi'i Batam mendapatkan pembekalan mengenai keselamatan ketenagalistrikan, kesiapsiagaan bencana, serta penanganan kebakaran melalui edukasi dan simulasi penggunaan Alat Pemadam Api Ringan (APAR) yang digelar PT PLN Batam.

Kegiatan yang diinisiasi Srikandi PLN Batam melalui program Srikandi Sahabat Anak dan Srikandi Movement tersebut diikuti oleh 450 peserta, terdiri atas 269 santri, 181 santriwati, serta tenaga pendidik di lingkungan pesantren.

PPIT Imam Syafi'i dipilih sebagai lokasi kegiatan karena menerapkan sistem boarding school, di mana para santri tinggal dan beraktivitas selama 24 jam di lingkungan pesantren. Kondisi tersebut membuat pemahaman mengenai pencegahan kebakaran, keselamatan ketenagalistrikan, dan kesiapsiagaan menghadapi keadaan darurat menjadi kebutuhan penting dalam aktivitas sehari-hari.

Selain memberikan edukasi, PLN Batam juga menyerahkan bantuan berupa Alat Pemadam Api Ringan (APAR) dan rambu-rambu Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) untuk mendukung upaya menciptakan lingkungan belajar yang lebih aman.

Baca Juga: Pemprov Kepri Lanjutkan Pembangunan Kanal Pengendali Banjir Purwodadi Bintan Senilai Rp970 Juta

Ketua Srikandi PLN Batam yang juga Vice President Human Capital and General Affairs (HCGA), Euis Hermawati, mengatakan pengetahuan mengenai keselamatan perlu ditanamkan sejak dini agar menjadi budaya yang melekat pada generasi muda.

"Melalui program Srikandi Sahabat Anak dan Srikandi Movement, kami ingin menghadirkan manfaat berupa penyediaan sarana pendukung keselamatan sekaligus meningkatkan kapasitas para santri dan santriwati yang tinggal di lingkungan pondok pesantren. Kami berharap mereka mampu memahami langkah-langkah pencegahan, merespons kondisi darurat dengan tepat, serta menjadi agen edukasi keselamatan bagi lingkungan sekitarnya," ujar Euis.

Menurutnya, kolaborasi dengan institusi pendidikan menjadi bagian dari komitmen PLN Batam dalam membangun budaya keselamatan sekaligus meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap potensi bahaya kelistrikan dan bencana.

Selain edukasi teori, para peserta juga mengikuti simulasi penggunaan APAR sehingga memiliki pengalaman langsung dalam menangani kebakaran pada tahap awal. Pembelajaran praktik tersebut diharapkan dapat meningkatkan kesiapsiagaan warga pesantren apabila terjadi kondisi darurat.

"Melalui kolaborasi dengan institusi pendidikan, kami berharap semakin banyak generasi muda yang memiliki pemahaman mengenai keselamatan ketenagalistrikan dan kesiapan menghadapi kondisi darurat. Kami percaya budaya keselamatan harus dibangun sejak dini dan menjadi tanggung jawab bersama," katanya.

Kepala PPIT Imam Syafi'i, Khaidir, mengapresiasi kepedulian PLN Batam dalam meningkatkan kapasitas warga pesantren di bidang keselamatan.

"Kami mengucapkan terima kasih kepada PLN Batam, khususnya Srikandi PLN Batam, atas bantuan yang telah diberikan. Program ini sangat bermanfaat dalam meningkatkan kemampuan warga sekolah menghadapi keadaan darurat sekaligus menambah wawasan mengenai pentingnya budaya keselamatan dalam kehidupan sehari-hari," ujar Khaidir.

Melalui kegiatan ini, para santri PPIT Imam Syafi'i diharapkan semakin siap menghadapi berbagai potensi keadaan darurat, sekaligus mampu menerapkan budaya keselamatan di lingkungan pesantren maupun ketika kembali ke tengah masyarakat. (*)

Editor : Putut Ariyo
APAR PPIT Imam Syafi'i Batam Keselamatan Ketenagalistrikan Santri Batam PLN Batam