BMSDA Perluas Normalisasi Drainase, Sejumlah Titik Rawan Genangan Jadi Prioritas

Rengga Yuliandra • Dipublikasikan Kamis, 6 Agustus 2026 | 16:05 WIB
Drainase di Jalan S. Parman, Sei Beduk yang tersumbat akibat sampah dan sedimentasi. F.Ist untuk Batam Pos
Drainase di Jalan S. Parman, Sei Beduk yang tersumbat akibat sampah dan sedimentasi. F.Ist untuk Batam Pos
 
batampos - Pemerintah Kota (Pemkot) Batam melalui Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (BMSDA) terus memperluas kegiatan normalisasi drainase di berbagai titik rawan genangan. Upaya ini dilakukan sebagai bagian dari pemeliharaan infrastruktur untuk mengurangi risiko banjir lokal dan menjaga kelancaran aktivitas masyarakat, terutama saat musim hujan.
 
Kepala Dinas BMSDA Kota Batam, Metra Dinata, mengatakan penanganan tidak hanya difokuskan pada satu lokasi, tetapi dilakukan secara bertahap di sejumlah kawasan yang dinilai membutuhkan penanganan segera.
 
"Selain di Piayu, kami juga telah melakukan normalisasi di kawasan Dana Graha, saluran belakang Baloi Ditpam hingga Simpang Awal Bros, drainase Tiban Centre, serta kolam retensi Kodim Batuaji. Lokasi lainnya juga terus kami kerjakan secara bertahap," ujarnya, Kamis (6/8/2026)
 
Menurut Metra, normalisasi dilakukan melalui pengerukan endapan sedimentasi, pembersihan sampah yang menyumbat saluran, hingga pengangkatan material yang menghambat aliran air. Langkah tersebut menjadi bagian dari pemeliharaan rutin agar fungsi drainase tetap optimal.
 
Ia menjelaskan, genangan yang muncul di sejumlah ruas jalan tidak selalu disebabkan tingginya curah hujan. Di lapangan, petugas masih kerap menemukan saluran yang dipenuhi sampah rumah tangga, plastik, hingga endapan lumpur yang mempersempit kapasitas drainase.
 
Karena itu, BMSDA mengajak masyarakat ikut menjaga kebersihan saluran air dengan tidak membuang sampah sembarangan. Menurutnya, keberhasilan pengendalian genangan tidak hanya bergantung pada pekerjaan pemerintah, tetapi juga kesadaran masyarakat dalam menjaga lingkungan.
 
"Petugas bisa membersihkan saluran, tetapi kalau kebiasaan membuang sampah ke drainase masih terus dilakukan, penyumbatan akan kembali terjadi. Kami berharap masyarakat ikut berperan menjaga saluran tetap bersih," katanya.
 
Metra menambahkan, pihaknya juga terus menindaklanjuti laporan masyarakat terkait titik-titik genangan sebagai bahan evaluasi dan penentuan prioritas penanganan. Dengan pemeliharaan yang dilakukan secara berkesinambungan, diharapkan sistem drainase di Kota Batam semakin optimal sehingga mampu meminimalkan genangan saat hujan dengan intensitas tinggi. (*)
Editor : Yofi Yuhendri
BMSDA Batam drainase kebersihan banjir