batampos – Kawasan Belakang Padang berubah menjadi lautan manusia pada puncak perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Senin (17/8). Belasan ribu masyarakat memadati Pulau Penawar Rindu untuk menyaksikan Pacu Laut Penawar Rindu yang telah menjadi tradisi tahunan masyarakat pesisir.
Sejak pagi, arus penyeberangan menuju Belakang Padang terus dipenuhi warga. Bot pancung hilir mudik mengangkut penumpang dari Batam menuju lokasi acara tanpa henti.
Keramaian tidak hanya terlihat di kawasan pesisir, tetapi juga memenuhi ruas jalan, area parkir, hingga pusat-pusat kuliner. Aktivitas transportasi laut, becak, dan pelaku UMKM ikut menggeliat seiring membludaknya jumlah pengunjung.
Daya tarik utama kegiatan adalah perlombaan sampan layar. Layar-layar warna-warni yang membelah perairan Belakang Padang dipadukan dengan sorak-sorai ribuan penonton menciptakan suasana pesta rakyat yang khas.
Tidak hanya masyarakat Batam, pengunjung juga datang dari berbagai daerah di Kepulauan Riau, bahkan dari Malaysia dan Singapura untuk menyaksikan kemeriahan acara.
Tokoh masyarakat Belakang Padang, Hasim, berharap kegiatan tersebut terus dilaksanakan setiap tahun sebagai upaya menjaga budaya maritim masyarakat pesisir.
"Harapan saya kegiatan ini berjalan setiap tahun dan budaya kita tetap terjaga sampai tahun-tahun berikutnya. Anak-anak kita harus tahu dengan budayanya," ujarnya.
Menurut Hasim, antusiasme peserta dan pengunjung tahun ini meningkat signifikan dibandingkan pelaksanaan sebelumnya.
"Alhamdulillah sekarang peserta sangat ramai. Tidak hanya dari Batam, tetapi juga dari Malaysia dan Singapura. Masyarakat yang hadir sendiri dua kali lipat dari tahun sebelumnya," katanya.
Pacu Laut Penawar Rindu berlangsung selama tiga hari, mulai 15 hingga 17 Agustus 2026. Selain sampan layar, kegiatan juga diramaikan lomba ketinting, sampan dayung, lepet, hingga balap speedboat. (*)
Editor : Putut Ariyo