2.050 Rumah Tangga di Kepri Dapat Listrik Gratis, Batam Kebagian 200 Sambungan

Antara • Dipublikasikan Rabu, 19 Agustus 2026 | 07:56 WIB
Ilustrasi mati lampu. (Freepik)
Ilustrasi listrik. (Freepik)

batampos - Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau (Pemprov Kepri) melalui Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memprioritaskan pemasangan sambungan listrik baru secara gratis bagi 2.050 rumah tangga kurang mampu pada tahun anggaran 2026.

Program tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah meningkatkan rasio elektrifikasi sekaligus memastikan masyarakat di wilayah terpencil dan pesisir mendapatkan akses listrik yang layak.

Kepala Dinas ESDM Provinsi Kepri M. Darwin mengatakan, program pemasangan listrik gratis tersebut dibiayai melalui sinergi berbagai sumber anggaran, mulai dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), hingga dana Corporate Social Responsibility (CSR) perusahaan.

"Dari APBD Kepri dialokasikan sebanyak 450 sambungan baru listrik gratis yang tersebar di tujuh kabupaten/kota, ditambah alokasi APBN sebanyak 1.400 sambungan," kata Darwin di Tanjungpinang, Selasa.

Dengan demikian, terdapat 1.850 sambungan listrik gratis yang bersumber dari APBD Kepri dan APBN.

Batam Dapat Tambahan 200 Sambungan dari CSR

Khusus Kota Batam, masyarakat kurang mampu mendapatkan tambahan 200 sambungan listrik baru yang berasal dari dana CSR perusahaan pemegang Izin Usaha Ketenagalistrikan (IUK).

Sejumlah perusahaan yang berkontribusi dalam program tersebut antara lain PLN Batam, Panbil, Tunas, Batamindo, Lagoi, Lobam, hingga Tanjung Kasam Power.

Baca Juga: Penggeledahan Rumah di Bengkong Pengembangan Kasus Judi

Tambahan bantuan dari sektor swasta tersebut melengkapi alokasi pemerintah sehingga total sambungan listrik gratis yang diprioritaskan di Kepri pada 2026 mencapai 2.050 sambungan.

Darwin menjelaskan, seluruh penerima manfaat akan mendapatkan fasilitas sambungan dengan daya 900 watt.

Saat ini, program tersebut masih dalam tahap penyelesaian verifikasi calon penerima. Proses verifikasi dilakukan bekerja sama dengan PT PLN (Persero), sekaligus dilanjutkan dengan penunjukan pihak pelaksana pemasangan.

"Target kami, pemasangan sambungan fisik listrik di lapangan dapat selesai dalam satu hingga dua bulan ke depan," ujarnya.

Rasio Elektrifikasi Kepri Capai 99,45 Persen

Darwin mengatakan, tambahan sambungan listrik gratis tersebut diharapkan turut meningkatkan rasio elektrifikasi di Provinsi Kepri.

Saat ini, rasio elektrifikasi Kepri telah mencapai 99,45 persen. Artinya, masih terdapat sekitar 0,55 persen atau 4.000 rumah tangga yang belum mendapatkan akses listrik.

Rumah tangga yang belum berlistrik tersebut mayoritas berada di wilayah kepulauan dan kawasan pesisir yang memiliki tantangan geografis dalam pembangunan jaringan listrik.

Di Batam, beberapa wilayah yang masih menjadi perhatian antara lain kawasan Rempang dan Galang.

"Sisa 4.000 rumah tangga ini ditargetkan rampung secara bertahap hingga akhir periode RPJMD tahun 2029," ungkap Darwin.

Listrik Gratis Diharapkan Dorong Ekonomi Warga

Program pemasangan sambungan listrik gratis tidak hanya ditujukan untuk memberikan penerangan kepada masyarakat kurang mampu. Pemerintah juga berharap akses listrik dapat meningkatkan kualitas hidup dan produktivitas rumah tangga.

Darwin menyebut keberadaan listrik yang aman dan layak dapat membantu anak-anak belajar pada malam hari dengan penerangan yang lebih baik.

Selain itu, akses listrik juga diharapkan membuka peluang bagi masyarakat untuk menjalankan usaha kecil dari rumah serta meningkatkan produktivitas ekonomi keluarga.

"Dengan adanya listrik, diharapkan ikut membuka peluang usaha kecil atau produktivitas warga di rumah tangga," kata Darwin.

Program tersebut sekaligus menjadi langkah Pemprov Kepri untuk memperluas akses energi hingga ke wilayah pelosok, terutama rumah tangga yang selama ini belum terjangkau layanan listrik. (*)

Editor : Putut Ariyo
Listrik Gratis Dinas ESDM Kepri batam pemprov kepri kepri