batampos - Lampu lalu lintas di Simpang Kalista, Batam Center, sempat mati total pada Minggu (23/8) malam. Kondisi tersebut membuat kendaraan dari empat arah persimpangan kehilangan pengatur arus dan harus saling membaca pergerakan kendaraan.
Pantauan Batam Pos sekitar pukul 21.00 WIB, lampu lalu lintas belum menyala. Kendaraan dari arah Jalan Raja Isa, Jalan Orchard Park Avenue, Jalan Laksmana Bintan, dan sejumlah ruas lainnya bertemu tanpa pengaturan lampu.
Sejumlah pengendara tampak saling mendahului untuk masuk ke persimpangan. Bahkan, suara teriakan dan umpatan sempat terdengar ketika kendaraan berebut ruang melintas.
Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Batam memastikan gangguan tersebut bukan disebabkan pencurian perangkat lampu lalu lintas. Penyebabnya diduga berkaitan dengan padamnya aliran listrik PLN di kawasan tersebut.
Baca Juga: 35 Hektare Lahan Terbakar di Tembesi, Polda Kepri Ingatkan Ancaman Pidana
Kepala Bidang Lalu Lintas Dishub Kota Batam Faisal Novrieco mengatakan, pihaknya memperoleh informasi mengenai gangguan tersebut dari petugas di lapangan.
“Aku pastikan lagi sama anggota di lapangan,” kata Faisal kepada Batam Pos, Senin (24/8).
Ia menjelaskan, sistem lampu lalu lintas di persimpangan tersebut masih menggunakan pasokan listrik dari PLN. Ketika aliran listrik terputus, lampu pengatur lalu lintas ikut padam.
“Itu mati karena ada listrik. Akibat mati lampu semalam, lampu merah itu juga ikut mati,” ujarnya.
Menurut Faisal, pada Minggu malam terdapat sejumlah lampu penerangan yang juga mengalami pemadaman. Kondisi tersebut berdampak terhadap pasokan listrik ke perangkat lampu lalu lintas.
“Tadi malam kan beberapa lampu PLN mati juga arusnya,” katanya.
Faisal memastikan gangguan tersebut bukan karena perangkat lampu lalu lintas dicuri. Ia mengatakan sumber masalah berada pada pasokan listrik yang digunakan sistem tersebut.
“Kita masih pakai meteran PLN. Jadi kalau PLN mati, ya mati (lampu) kita,” ujarnya.
Selain pemadaman listrik, Faisal mengatakan terdapat kemungkinan gangguan pada aliran listrik menuju meteran lampu lalu lintas. Namun, pihaknya masih memastikan penyebab teknis gangguan tersebut.
Baca Juga: Kerangka di Hutan Sei Ladi Teridentifikasi, Polisi Temukan KTP dan Tiga Ponsel
Mati totalnya lampu lalu lintas sempat membuat persimpangan menjadi rawan. Tanpa lampu pengatur, kendaraan dari empat arah harus menentukan giliran sendiri. Kondisi tersebut berpotensi menimbulkan konflik antarpengendara, terutama pada malam hari ketika volume kendaraan masih cukup tinggi.
Dishub memastikan gangguan tersebut telah teratasi. Lampu lalu lintas di Simpang Kalista kembali menyala pada Senin pagi.
“Tadi pagi sudah mulai hidup, dan normal seperti semula,” kata Faisal.
Dengan kembali berfungsinya lampu lalu lintas, arus kendaraan di Simpang Kalista kembali diatur sesuai fase masing-masing arah. Pengendara pun tidak lagi harus berebut ruang di tengah persimpangan. (*)
Editor : Yofi Yuhendri