BIAS Batam Belum Capai 100 Persen, Dinkes Sisir Siswa yang Belum Imunisasi

Antara • Dipublikasikan Selasa, 1 September 2026 | 19:25 WIB
 Pelajar diberi imunisasi oleh tenaga medis Dinkes Batam dalam rangka BIAS di Batam, Kepri. F-Dinkes Batam
Pelajar diberi imunisasi oleh tenaga medis Dinkes Batam dalam rangka BIAS di Batam, Kepri. F-Dinkes Batam

batampos – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Batam mempercepat pelaksanaan Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS) dengan melakukan penyisiran terhadap siswa yang belum mendapatkan imunisasi.

Langkah tersebut dilakukan terutama di sekolah-sekolah yang pelaksanaan BIAS-nya masih berlangsung. Dinkes Batam meminta puskesmas segera menuntaskan pelayanan sekaligus memastikan siswa yang belum hadir tetap mendapatkan imunisasi.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Batam Meldasari mengatakan, pelaksanaan BIAS hingga kini masih berjalan. Sekolah yang belum menyelesaikan pelayanan masih dapat mengakses layanan melalui aplikasi BIAS yang belum ditutup.

"Ini sekarang tinggal sweeping di sekolah yang masih banyak belum dilaksanakan BIAS," kata Meldasari saat dihubungi di Batam, Selasa (1/9/2026).

Menurutnya, puskesmas diminta mempercepat pelayanan di sekolah yang belum selesai sekaligus melakukan penyisiran terhadap siswa yang belum hadir atau belum memperoleh imunisasi.

Capaian Imunisasi BIAS Batam

Berdasarkan data hingga 31 Agustus 2026, imunisasi Measles Rubella (MR) bagi siswa kelas 1 telah diberikan kepada 15.155 dari total 22.386 sasaran atau mencapai 67,7 persen.

Sementara itu, imunisasi Human Papillomavirus (HPV) untuk siswi kelas 5 telah diberikan kepada 7.832 dari 10.732 sasaran atau 72,9 persen.

Untuk program HPV kejar, capaian siswi kelas 6 yang belum mendapatkan imunisasi HPV ketika duduk di kelas 5 baru mencapai 439 dari 1.907 sasaran.

Adapun vaksinasi HPV kejar bagi siswi kelas 9 telah diberikan kepada 3.325 dari 10.629 sasaran.

Dinkes Batam belum menetapkan batas akhir pelayanan di lapangan karena aplikasi BIAS masih dibuka bagi sekolah yang belum menuntaskan imunisasi.

"Masih berlangsung karena aplikasinya belum tutup. Artinya sekolah yang belum mendapatkan layanan BIAS masih bisa," ujar Meldasari.

Ia mengatakan pola penyisiran terhadap sasaran yang belum memperoleh imunisasi juga dilakukan pada tahun sebelumnya. Bahkan, siswa yang belum mendapatkan pelayanan hingga Oktober tetap ditindaklanjuti.

"Di tahun lalu, yang hingga Oktober belum terlaksana juga masih kita sisir terus. Sampai semua mendapatkan imunisasi," katanya.

Sejumlah Puskesmas Masih di Bawah 50 Persen

Dinkes Batam juga mencatat masih terdapat sejumlah puskesmas dengan capaian imunisasi di bawah 50 persen.

Untuk imunisasi MR siswa kelas 1, capaian Puskesmas Batu Aji tercatat 49,2 persen. Sementara Puskesmas Sei Panas baru mencapai 43,3 persen.

Pada imunisasi HPV untuk siswi kelas 5, capaian Puskesmas Sei Panas berada di angka 49,4 persen dan Puskesmas Tanjung Uncang sebesar 48,2 persen.

Kondisi tersebut menjadi perhatian Dinkes Batam. Puskesmas dengan capaian rendah diminta segera melakukan percepatan pelayanan.

"Kami sudah mengimbau kepada seluruh kepala puskesmas dan tim teknis terlibat agar segera melakukan percepatan pelaksanaan BIAS, terutama pada puskesmas dengan capaian yang masih rendah," kata Meldasari.

Percepatan dilakukan melalui koordinasi kembali dengan pihak sekolah. Petugas juga diminta melakukan monitoring dan tindak lanjut terhadap siswa yang belum memperoleh vaksinasi.

Lindungi Anak dari Penyakit yang Dapat Dicegah

BIAS merupakan program imunisasi yang menyasar anak usia sekolah untuk memberikan perlindungan terhadap sejumlah penyakit yang dapat dicegah melalui vaksinasi.

Di Batam, pelaksanaan BIAS mencakup pemberian imunisasi MR bagi siswa kelas 1 dan HPV bagi siswi kelas 5.

Selain itu, tersedia program HPV kejar bagi siswi kelas 6 dan kelas 9 yang sebelumnya belum memperoleh imunisasi HPV.

Imunisasi MR diberikan sebagai bagian dari upaya perlindungan terhadap campak dan rubela. Sementara vaksinasi HPV ditujukan untuk membantu mencegah infeksi HPV yang dapat berkembang menjadi berbagai penyakit, termasuk kanker leher rahim.

Dengan percepatan dan penyisiran sasaran, Dinkes Batam menargetkan siswa yang belum mendapatkan imunisasi dapat segera memperoleh pelayanan sebelum pelaksanaan BIAS ditutup. (*)

 

Editor : Putut Ariyo
HPV BIAS Imunisasi Anak batam dinkes batam