
batampos - Cuaca panas masih akan menyelimuti Batam dalam sepekan ke depan. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan langit Batam didominasi kondisi cerah berawan hingga cerah, dengan suhu udara mencapai 33 derajat Celsius.
Meski peluang hujan relatif rendah, hujan lokal masih berpotensi terjadi di sejumlah wilayah. Kondisi panas dan minim hujan tersebut membuat kewaspadaan terhadap kekeringan dan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) perlu ditingkatkan.
Prakirawan cuaca Stasiun Meteorologi Kelas I Hang Nadim Batam, BMKG, Fitri Annisa mengatakan suhu udara Batam pada Kamis (3/9/2026) berada pada kisaran 26 hingga 33 derajat Celsius.
“Kondisi cuaca satu minggu ke depan diprakirakan masih cenderung cerah berawan, namun masih ada potensi hujan skala lokal,” kata Fitri kepada Batam Pos, Kamis (3/9) siang.
Pada siang hari, kondisi langit diperkirakan cerah berawan hingga cerah. Kelembapan udara berada pada kisaran 56 hingga 85 persen. Angin bertiup dari arah selatan dengan kecepatan sekitar 6 hingga 19 kilometer per jam.
Baca Juga: Waspada Kekeringan dan Karhutla, Pemko Batam Bentuk Tim Mitigasi
Peluang hujan yang relatif rendah membuat suhu udara pada siang hari terasa lebih panas. Namun, kondisi tersebut bukan berarti Batam sepenuhnya terbebas dari hujan. Hujan lokal masih dapat terjadi di sejumlah wilayah.
Terkait potensi kekeringan, Fitri mengatakan kondisi tersebut tidak hanya ditentukan oleh cuaca, tetapi juga ketersediaan air di suatu wilayah.
“Kekeringan tergantung ketersediaan air,” ujarnya.
Sementara itu, kondisi cuaca panas dan kering dapat meningkatkan kemudahan api menyebar saat terjadi kebakaran. Namun, faktor manusia tetap menjadi salah satu penyebab penting terjadinya karhutla.
“Potensi karhutla tergantung oknum pembakarnya. Kalau kondisi cuaca seperti ini memang mempermudah proses tersebut,” kata Fitri.



