batampos - Pelayanan kepabeanan dan cukai di Kantor Pelayanan Utama (KPU) Bea dan Cukai Tipe B Batam, Kepulauan Riau, dipastikan tetap berjalan normal meski kebakaran sempat melanda gedung bagian belakang kantor di kawasan Batu Ampar, Kamis.
Kepala Seksi Hubungan Masyarakat (Humas) Bea Cukai Batam, Mujiono, mengatakan kebakaran hanya terjadi di area ruang kerja administrasi unit pengawasan sehingga tidak berdampak terhadap layanan kepada masyarakat dan pelaku usaha.
"Pelayanan tidak terganggu. Kebetulan itu memang ruang di bawah atap yang terbagi, ruang administrasi dari unit pengawasan," ujar Mujiono di Batam, Kamis.
Menurutnya, aktivitas pelayanan tetap berlangsung dengan sejumlah penyesuaian operasional, sambil mengutamakan keselamatan pegawai dan pengguna jasa.
Api Berasal dari Area Atap Gedung
Peristiwa kebakaran diketahui sekitar pukul 12.10 WIB saat sebagian pegawai tengah melaksanakan salat Zuhur. Asap hitam disertai titik api kecil pertama kali terlihat muncul dari area atap atau rooftop gedung belakang kantor.
Dalam waktu sekitar lima menit, kobaran api membesar dan mulai menghanguskan bagian atap bangunan.
Petugas Bea Cukai Batam sempat melakukan upaya pemadaman awal menggunakan lima unit alat pemadam api ringan (APAR). Namun, besarnya kobaran api membuat upaya tersebut tidak cukup untuk mengendalikan kebakaran.
Lima Unit Mobil Damkar Dikerahkan
Bea Cukai kemudian meminta bantuan pemadaman kepada instansi terkait. Sekitar pukul 12.45 WIB, tim pemadam tiba di lokasi dengan mengerahkan lima unit mobil pemadam, terdiri atas tiga unit dari Dinas Pemadam Kebakaran Pemerintah Kota Batam, satu unit dari BP Batam, dan satu unit dari Kodim 0316/Batam.
Berkat upaya gabungan tersebut, api berhasil dipadamkan sepenuhnya sekitar pukul 13.05 WIB. Setelah itu, petugas melakukan proses pendinginan dan pemeriksaan menyeluruh untuk memastikan tidak ada titik api yang berpotensi memicu kebakaran susulan.
Dugaan Sumber Api dari Solar Panel
Mujiono mengungkapkan, berdasarkan indikasi awal, api diduga berasal dari instalasi panel surya (solar panel) yang terpasang di bagian atap gedung.
"Awalnya dari atap. Mungkin karena suhu panas, kemudian di atap bangunan itu ada solar panel. Mungkin entah baterainya terbakar. Tapi itu masih dugaan sementara," katanya.
Meski demikian, penyebab pasti kebakaran masih menunggu hasil penyelidikan lebih lanjut dari pihak berwenang.
Tidak Ada Korban Jiwa
Bea Cukai Batam memastikan tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam insiden tersebut.
Sementara itu, proses pendataan terhadap kerusakan bangunan masih dilakukan. Hingga kini, nilai kerugian akibat kebakaran belum dapat dipastikan karena tim masih melakukan pemeriksaan terhadap area yang terdampak.
"Untuk kerugian belum bisa ditaksir," ujar Mujiono. (*)
Editor : Putut Ariyo