Kabut Asap Mulai Menyelimuti Batam, Warga Diingatkan Waspadai ISPA

Abdul Azis Maulana • Dipublikasikan Minggu, 6 September 2026 | 10:31 WIB
Kondisi langit Batam yang terlihat berkabut di tengah terdeteksinya titik panas dan karhutla di sejumlah wilayah Sumatera dan Kalimantan, Sabtu (5/9). Foto: Dok. Batam Pos
Kondisi langit Batam yang terlihat berkabut di tengah terdeteksinya titik panas dan karhutla di sejumlah wilayah Sumatera dan Kalimantan, Sabtu (5/9). Foto: Dok. Batam Pos

batampos — Langit Batam mulai terlihat berkabut di sejumlah kawasan, Sabtu (5/9). Kondisi tersebut terjadi di tengah terdeteksinya titik panas dan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah Sumatera dan Kalimantan.

Namun, Pemerintah Kota Batam belum memastikan kabut yang terlihat tersebut merupakan asap kiriman dari daerah lain. Dinas Kesehatan (Dinkes) Batam masih menunggu data kualitas udara dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) untuk mengetahui kondisi terkini.

Pelaksana Tugas Kepala Dinkes Batam, Anggraini Nawang Wulan, mengatakan, pihaknya berkoordinasi dengan Laboratorium Kesehatan Masyarakat dan DLH Batam untuk memantau kualitas udara.

“Kami masih menunggu data ISPU dari DLH Batam,” ujar Anggraini, Sabtu (5/9).

Menurut Anggraini, informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Kelas I Hang Nadim Batam menunjukkan adanya titik panas maupun karhutla di sejumlah wilayah. Perubahan arah angin juga menjadi salah satu faktor yang diperhatikan karena memengaruhi pergerakan asap.

Dinkes Batam, lanjut dia, melakukan pemantauan secara berkala melalui aplikasi resmi sembari menunggu pembaruan data Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU).

Meski kondisi udara mulai berkabut, masyarakat diminta tetap menjaga kesehatan dan mewaspadai gejala gangguan pernapasan. Warga dianjurkan mencukupi kebutuhan air putih serta mengonsumsi buah dan sayuran untuk menjaga kondisi tubuh.

Anggraini juga mengingatkan masyarakat tidak mengabaikan gejala seperti batuk berkepanjangan, mata memerah, sesak napas maupun gejala infeksi saluran pernapasan akut (ISPA).

“Yang terpenting menjaga kondisi tubuh dan segera mendatangi puskesmas atau rumah sakit apabila muncul gejala penurunan kesehatan, terutama yang berkaitan dengan ISPA,” katanya.

Sementara itu, Kepala DLH Batam Dohar mengatakan kondisi Batam masih tergolong aman dari paparan asap kiriman dari wilayah lain.

“Kami masih koordinasikan,” kata Dohar.

Batam Belum Masuk Jalur Paparan Langsung

BMKG menyebut dinamika sebaran asap di wilayah Kepulauan Riau tidak terlepas dari keberadaan titik panas di sejumlah daerah dan pola pergerakan angin.

Prakirawan BMKG Kelas I Hang Nadim Batam Annisa Fitria mengatakan, berdasarkan analisis citra satelit, sejumlah wilayah di Kabupaten Lingga dan Karimun berpotensi terdampak sebaran asap.

“Sebagian wilayah Kabupaten Lingga dan Karimun berpotensi terdampak berdasarkan pola sebaran asap tersebut,” ujarnya.

Sementara Batam belum berada dalam jalur paparan langsung asap lintas wilayah. Kota tersebut diprakirakan tidak terdampak langsung oleh asap lintas batas maupun asap kiriman dari daerah lain.

Meski demikian, pemantauan tetap dilakukan. BMKG mendeteksi keberadaan asap di sejumlah wilayah Indonesia, antara lain Riau, Kepulauan Riau, Sumatera Barat, Jambi dan Sumatera Selatan. Sebaran asap juga terpantau di sejumlah wilayah Kalimantan, Maluku hingga Papua Barat.

Pola angin secara umum bergerak dari tenggara menuju barat laut hingga utara dengan kecepatan sekitar 5–20 knot. Asap dari titik panas di Sumatera dan Kalimantan kemudian bergerak mengikuti pola angin tersebut.

Di kawasan perbatasan, BMKG juga mendeteksi asap lintas batas dari Kalimantan Barat yang bergerak menuju Sarawak, Malaysia.

Kondisi tersebut membuat pemantauan kualitas udara tetap penting, terutama bagi masyarakat di daerah yang berpotensi berada dalam jalur sebaran asap.

BMKG mengimbau masyarakat di wilayah yang berpotensi terdampak meningkatkan kewaspadaan saat beraktivitas di luar ruangan. Penggunaan masker juga dianjurkan sebagai salah satu langkah perlindungan.

“Masyarakat diimbau tetap menggunakan masker ketika beraktivitas di luar ruangan,” ujar Annisa. (*)

Editor : M Tahang
ispa karhutla kabut asap