Erupsi Anak Krakatau, Lima Penerbangan di Bandara Hang Nadim Batam Batal

Antara • Dipublikasikan Minggu, 6 September 2026 | 12:01 WIB
Suasana ruang tunggu di Bandara Hang Nadim Batam, Kepri, beberapa waktu lalu. ANTARA/Amandine Nadja
Suasana ruang tunggu di Bandara Hang Nadim Batam, Kepri, beberapa waktu lalu. ANTARA/Amandine Nadja

batampos — Dampak erupsi Anak Gunung Krakatau turut mengganggu jadwal penerbangan di Bandara Internasional Hang Nadim Batam. Sebanyak lima penerbangan dari dan menuju Batam tercatat batal pada Sabtu (5/9/2026).

Direktur Utama PT Bandara Internasional Batam (BIB) Annang Setia Budhi mengatakan pembatalan tersebut merupakan bagian dari penyesuaian operasional penerbangan menyusul gangguan di sejumlah bandara terdampak aktivitas vulkanik.

Berdasarkan informasi resmi yang diterima manajemen BIB pada Minggu (6/9) pukul 06.00 WIB, Bandara Internasional Soekarno-Hatta menghentikan sementara operasional penerbangan pada pukul 05.30–09.30 WIB. Sementara Bandara Internasional Radin Inten II menghentikan operasional pada pukul 07.00–08.00 WIB.

Dampak penghentian sementara tersebut berimbas pada sejumlah penerbangan yang terhubung dengan Hang Nadim.

Untuk rute Jakarta-Batam (CGK-BTH), dua penerbangan yang dibatalkan masing-masing Super Air Jet IU-850 dan Citilink Indonesia QG-940.

Sementara dari Batam menuju Jakarta (BTH-CGK), tiga penerbangan yang batal yakni Batik Air ID-6863, Super Air Jet IU-851, dan Citilink Indonesia QG-941.

Annang mengatakan manajemen BIB mengantisipasi potensi kepadatan calon penumpang akibat perubahan maupun pembatalan jadwal tersebut. Koordinasi dengan maskapai dan pihak terkait terus diperkuat.

"Kami juga melakukan pemantauan arus penumpang secara berkala, serta mengoptimalkan kesiapan fasilitas dan personel pendukung di area terminal untuk memastikan calon penumpang mendapatkan informasi yang jelas, pelayanan yang optimal, dan bantuan yang diperlukan selama berada di area bandara," kata Annang dalam keterangan resmi yang diterima di Batam, Minggu.

Manajemen Hang Nadim juga terus memantau perkembangan aktivitas vulkanik dan dampaknya terhadap operasional penerbangan. Setiap penyesuaian jadwal dilakukan dengan mempertimbangkan aspek keselamatan serta informasi resmi dari otoritas penerbangan.

Annang meminta calon penumpang memastikan kembali status penerbangan sebelum berangkat ke bandara. Informasi mengenai perubahan jadwal, keterlambatan, maupun pembatalan dapat dipantau melalui kanal resmi maskapai masing-masing.

"Kami mengimbau seluruh pengguna jasa yang akan melakukan perjalanan untuk memastikan kembali status dan jadwal penerbangan, termasuk informasi terkait perubahan jadwal, keterlambatan, maupun pembatalan, melalui kanal resmi masing-masing maskapai sebelum menuju bandara," ujarnya.

PT BIB menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang mungkin timbul akibat kondisi tersebut.

"Kami mengucapkan terima kasih atas perhatian, pengertian, dan kerja sama seluruh pengguna jasa dalam mengikuti informasi serta ketentuan operasional yang berlaku," kata Annang. (*)

Editor : M Tahang
Erupsi Anak Krakatau penerbang batal bandara hang nadim batam