BPJS Kesehatan Batam Sosialisasikan NADI JKN untuk Bantu Peserta Siapkan Iuran

Antara • Dipublikasikan Senin, 7 September 2026 | 16:01 WIB
Pelayanan help desk untuk masyarakat di BPJS Kesehatan Batam, Kepri. ANTARA/HO-BPJS Kes Batam
Pelayanan help desk untuk masyarakat di BPJS Kesehatan Batam, Kepri. ANTARA/HO-BPJS Kes Batam

batampos – BPJS Kesehatan Cabang Batam, Kepulauan Riau, mulai menyosialisasikan Program Menabung Demi Iuran Jaminan Kesehatan Nasional (NADI JKN). Program ini menjadi salah satu upaya membantu peserta menyiapkan pembayaran iuran secara bertahap sekaligus menjaga status kepesertaan JKN tetap aktif.

Kepala BPJS Kesehatan Cabang Batam Harry Nurdiansyah mengatakan sosialisasi NADI JKN dilakukan melalui berbagai kanal layanan, mulai dari media sosial, Pemberian Informasi Langsung (PIL), BPJS Kesehatan Keliling, Virtual Online Layanan (VIOLA), hingga Care Center.

“Untuk Program NADI kita masih menyiapkan sistem dan infrastruktur pembayarannya sambil mulai menyosialisasikan Program NADI melalui kanal media sosial, PIL, BPJS Kesehatan Keliling, VIOLA, Care Center, dan kanal lainnya,” kata Harry saat dihubungi di Batam, Senin (7/9).

Ia menjelaskan, NADI JKN merupakan mekanisme yang memungkinkan peserta menyiapkan iuran kesehatan secara bertahap melalui platform digital maupun konvensional sebelum jatuh tempo pembayaran.

Skema tersebut diharapkan dapat membantu peserta, terutama masyarakat dengan penghasilan tidak tetap, agar lebih siap memenuhi kewajiban iuran setiap bulan.

“NADI JKN juga menjadi salah satu upaya untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dalam menjaga keberlangsungan kepesertaan JKN,” ujarnya.

Harry menegaskan, status kepesertaan yang tetap aktif penting agar masyarakat dapat memperoleh manfaat JKN ketika membutuhkan pelayanan kesehatan.

Program NADI JKN terutama menyasar peserta Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU) atau pekerja sektor informal dengan penghasilan tidak tetap. Di antaranya pengemudi ojek online, pedagang, petani, nelayan, serta pekerja informal lainnya.

Berdasarkan data BPJS Kesehatan Cabang Batam, sasaran program tersebut mencakup peserta PBPU aktif di Batam sebanyak 159.997 orang dan di Karimun sebanyak 23.196 orang. Selain itu, terdapat peserta nonaktif sebanyak 263.115 orang di Batam dan 48.424 orang di Karimun, serta peserta dengan penangguhan iuran dan masyarakat yang belum memiliki kepesertaan JKN.

Harry mengatakan implementasi NADI JKN saat ini masih dalam tahap persiapan sistem dan infrastruktur pembayaran. Namun, edukasi kepada masyarakat telah mulai dilakukan agar calon pengguna memahami mekanisme dan manfaat program tersebut.

NADI JKN diluncurkan BPJS Kesehatan pada 4 Agustus 2026 sebagai salah satu inovasi untuk mendorong peserta lebih mudah mempersiapkan kewajiban pembayaran iuran.

“Melalui prinsip menabung secara bertahap, peserta diharapkan tidak perlu menunggu hingga mendekati tanggal jatuh tempo untuk menyiapkan seluruh pembayaran iuran,” kata Harry.

BPJS Kesehatan terus mendorong masyarakat memahami pentingnya menjaga kepesertaan JKN tetap aktif sebagai bagian dari perlindungan kesehatan jangka panjang. (*)

Editor : Jamil Qasim
NADI JKN bpjs kesehatan