batampos – PT Perusahaan Gas Negara (PGN) Batam, Kepulauan Riau (Kepri), mengkhawatirkan aktivitas penimbunan lahan di sekitar jalur pipa transmisi gas kawasan Panaran dapat mengganggu keamanan pipa yang menyalurkan gas dari Sumatra ke Batam.
Area Head PGN Batam, Wendi Purwanto, mengatakan terdapat aktivitas penimbunan lahan di sisi jalur pipa transmisi. Bahkan, terdapat satu titik aktivitas yang melintasi jalur pipa tersebut.
“Sekarang ada aktivitas penimbunan di sebelah pipa transmisi. Ada satu titik yang menyeberangi pipa transmisi,” kata Wendi saat dikonfirmasi di Batam, Rabu (9/9).
Menurut Wendi, PGN mengkhawatirkan beban kendaraan maupun alat berat yang melintas di atas atau sekitar jalur pipa. Beban tersebut dinilai berpotensi memberikan tekanan terhadap infrastruktur pipa.
“Kami khawatir kalau ada kendaraan lewat itu ada beban yang menekan pipa. Kami takut ada apa-apa dengan pipanya,” ujarnya.
Wendi menjelaskan, pipa transmisi tersebut memiliki diameter 28 inci dan menjadi jalur utama penyaluran gas dari Sumatra menuju Batam.
Jalur pipa tersebut berasal dari Kuala Tungkal, Jambi, kemudian melewati jalur bawah laut hingga masuk ke wilayah Panaran, Batam. Dari Panaran, jaringan gas diteruskan menuju Dapur 12, Batam, kemudian ke Pulau Pemping hingga Singapura.
Karena menjadi jalur utama pasokan gas ke Batam, gangguan terhadap pipa tersebut berpotensi berdampak pada distribusi gas dan pasokan energi di wilayah tersebut, termasuk untuk kebutuhan pembangkit listrik.
“Ini satu-satunya pipa menuju Batam untuk distribusi dan jaringan kelistrikan. Kalau sampai terjadi gangguan, Batam bisa padam dan penyaluran ke Singapura juga berhenti,” kata Wendi.
Ia menegaskan, pipa transmisi tersebut merupakan salah satu infrastruktur vital yang harus dijaga keamanannya. Karena itu, aspek keselamatan perlu menjadi perhatian sebelum aktivitas pembangunan maupun pekerjaan lain dilakukan di sekitar jalur pipa.
“Ini adalah salah satu objek vital dan harus dijaga. Jalurnya hanya satu yang menuju Batam dan kalau ada apa-apa bisa dipastikan blackout di Batam,” ujarnya. (*)
Editor : Jamil Qasim