batampos – Hujan deras disertai angin kencang menerjang kawasan Legenda Malaka, Batam Kota, dalam waktu singkat. Fenomena cuaca tersebut dipicu pertumbuhan awan cumulonimbus (Cb) atau kumulonimbus di sekitar wilayah tersebut.
Stasiun Meteorologi Kelas I Hang Nadim Batam menjelaskan, awan cumulonimbus terbentuk dan kemudian pecah di sekitar Legenda Malaka. Kondisi ini memicu hujan deras yang disertai terpaan angin.
Perubahan cuaca berlangsung cepat. Hujan yang semula hanya berupa gerimis tiba-tiba meningkat menjadi hujan deras dengan angin kencang.
Berdasarkan catatan Stasiun Meteorologi Kelas I Hang Nadim Batam, kecepatan angin yang terukur di stasiun berada pada kisaran 7–10 knot atau sekitar 2–5 meter per detik.
Forecaster BMKG Kelas I Hang Nadim Batam Ibnu Susilo mengatakan, potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat masih terjadi di Batam dalam beberapa hari ke depan.
“Potensi hujan intensitas sedang hingga lebat,” kata Ibnu.
Untuk wilayah Batam, hujan berpotensi terjadi sejak pagi hari. Hujan dapat mencapai intensitas lebat dan disertai petir.
Pada siang hari, intensitas hujan diprakirakan lebih ringan. Sementara pada malam hingga dini hari, kondisi cuaca cenderung berawan.
Suhu udara di Batam diprakirakan berada pada kisaran 25–31 derajat Celsius.
Sejumlah Wilayah Kepri Berpotensi Hujan Lebat
Potensi hujan juga masih terdapat di sejumlah wilayah Kepulauan Riau. Kondisi cuaca di masing-masing daerah diprakirakan bervariasi sepanjang hari.
Di Tanjungpinang dan Bintan, hujan ringan berpotensi turun pada pagi hari. Intensitas hujan kemudian dapat meningkat menjadi hujan lebat yang disertai petir pada siang hari.
Kondisi serupa diprakirakan terjadi di Tanjungbalai Karimun. Hujan lebat disertai petir berpotensi terjadi pada pagi hari, kemudian berangsur menjadi hujan ringan pada siang hari. Pada malam hingga dini hari, cuaca diprakirakan berawan.
Sementara itu, Lingga berpotensi mengalami cuaca berawan tebal pada pagi hari dan hujan ringan pada siang hari.
Natuna juga diprakirakan berawan tebal pada pagi hari, kemudian berpotensi diguyur hujan ringan pada siang hari.
Untuk Kepulauan Anambas, kondisi udara diprakirakan kabur sejak pagi hingga dini hari. Suhu udara berada pada kisaran 26–33 derajat Celsius, dengan kecepatan angin sekitar 12–20 kilometer per jam.
Asap di Batam Belum Signifikan Ganggu Jarak Pandang
Selain perubahan cuaca, kondisi atmosfer Batam juga menjadi perhatian menyusul munculnya asap atau kabut di sejumlah kawasan.
Ibnu mengatakan, asap tersebut diduga merupakan kombinasi kiriman dari wilayah Riau dan kebakaran lahan lokal. Namun, konsentrasinya saat ini belum signifikan hingga mengganggu jarak pandang.
“Hujan saat ini dapat membuat asap berkurang atau hilang dari penglihatan,” ujar Ibnu.
Sebelumnya, langit Batam mulai terlihat berkabut. Udara yang semula jernih perlahan tampak keruh di sejumlah kawasan.
Kondisi tersebut muncul di tengah terdeteksinya titik panas dan kebakaran hutan dan lahan di sejumlah wilayah Sumatra dan Kalimantan. Perubahan arah angin juga menjadi salah satu faktor yang diperhatikan karena dapat memengaruhi pergerakan asap hingga ke Batam.
Dinas Kesehatan Kota Batam masih menunggu data kualitas udara dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Batam untuk memastikan kondisi terkini.
Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kesehatan Kota Batam Anggraini Nawang Wulan sebelumnya mengatakan, pihaknya berkoordinasi dengan Laboratorium Kesehatan Masyarakat dan DLH Batam untuk memantau kualitas udara.
“Kami masih menunggu data ISPU dari DLH Batam,” ujar Anggraini, Sabtu (5/9).
Menurut Anggraini, informasi dari BMKG Kelas I Hang Nadim Batam menunjukkan adanya titik panas atau kebakaran hutan dan lahan di sejumlah wilayah.
Dinas Kesehatan juga melakukan pemantauan kondisi udara secara berkala melalui aplikasi resmi sambil menunggu pembaruan data Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) dari DLH Batam.
Di tengah kondisi udara yang mulai berkabut, masyarakat diimbau menjaga kondisi tubuh dengan mencukupi kebutuhan cairan serta mengonsumsi buah dan sayuran.
Secara umum, BMKG memprakirakan sejumlah wilayah Indonesia masih berpotensi mengalami hujan dengan intensitas yang bervariasi, mulai dari hujan ringan hingga hujan yang disertai petir.(*)
Editor : Putut Ariyo