batampos – Angela Yovita Lillo tidak ingin sekadar tampil sebagai wakil Indonesia di Miss Global 2026. Perempuan kelahiran Batam itu juga membawa identitas daerah asalnya ke panggung internasional di Thailand.
Sebelum bertolak ke Thailand, Angela kembali ke kota tempat dirinya lahir dan tumbuh. Ia menyampaikan tekad tersebut dalam Pre-Press Conference bertajuk “Angela Lillo: From Batam to the Global Stage” di Harris Hotel & Suites Nagoya Batam, Sabtu (12/9).
Angela dijadwalkan mengikuti rangkaian Miss Global 2026 di Thailand pada 29 September hingga 11 Oktober. Baginya, ajang tersebut bukan hanya kompetisi kecantikan, tetapi juga kesempatan memperkenalkan Batam dan Kepulauan Riau kepada masyarakat internasional.
“Sebelum saya melanjutkan perjalanan jauh di Miss Global, saya ingin mengingat kembali dari mana saya berasal. Saya ingin membawa identitas saya sebagai putri Batam ke panggung internasional,” kata Angela.
Ia berharap kiprahnya di ajang tersebut turut membuat nama Batam dan Kepulauan Riau semakin dikenal, khususnya dalam pengembangan sektor pariwisata dan hospitality.
“Besar harapan saya bahwa Kepulauan Riau dan Batam dikenal oleh masyarakat luas sehingga dalam hal tourism dan hospitality kita bisa terus berkembang,” ujarnya.
Bawa Budaya Kepri Lewat Busana
Identitas daerah juga akan ditampilkan Angela melalui busana. Dalam kegiatan di Batam, ia mengenakan pakaian yang merepresentasikan budaya Kepulauan Riau.
Menurut Angela, pilihan tersebut menjadi bentuk penghormatan terhadap daerah tempat dirinya dilahirkan dan dibesarkan.
“Sebagai putri yang lahir dan besar di Batam, saya sangat bersyukur bisa mengenakan salah satu keindahan kebudayaan Kepulauan Riau,” katanya.
Dalam salah satu rangkaian Miss Global 2026, Angela juga akan mengenakan busana yang memadukan unsur budaya Batam dengan latar belakang keluarganya.
Pada 30 September, para peserta dijadwalkan mengikuti sash ceremony. Dalam agenda tersebut, setiap delegasi menerima selempang sebagai penanda negara yang diwakili.
Untuk kesempatan itu, Angela akan mengenakan busana yang mengolaborasikan dua budaya dan latar belakang dirinya sebagai anak Batam yang memiliki keturunan Tionghoa.
“Saya akan mengenakan pakaian yang mengolaborasikan dua budaya dan ras yang merepresentasikan saya sebagai anak Batam dan berketurunan Tionghoa,” ujarnya.
Kain yang digunakan berasal dari Batam dan akan dirancang desainer Ronald Moreno.
Bagi Angela, busana tersebut bukan sekadar bagian dari penampilan. Unsur lokal yang dibawanya diharapkan menjadi pintu masuk untuk memperkenalkan Batam dan Kepulauan Riau kepada dunia.
“Saya ingin membawa Kepulauan Riau di kancah internasional,” katanya.
Selain budaya dan pariwisata, Angela membawa misi di bidang kesehatan. Sebagai Duta Jantung dan Hidup Sehat, ia ingin menyampaikan pentingnya menjaga kesehatan jantung dan menerapkan gaya hidup sehat.
Dengan begitu, panggung Miss Global diharapkan menjadi ruang bagi Angela untuk memperkenalkan budaya Indonesia sekaligus menyampaikan pesan kesehatan kepada khalayak internasional.
Batam Bidik Pariwisata dan MICE
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Batam Ardiwinata mengatakan kiprah Angela di panggung internasional sejalan dengan upaya memperkuat promosi pariwisata dan sektor hospitality Batam.
Menurut dia, Batam memiliki modal untuk menjadi lokasi berbagai kegiatan berskala nasional dan internasional. Salah satunya dukungan fasilitas hotel dan ruang pertemuan yang tersedia di kota tersebut.
Ardiwinata menilai kegiatan internasional tidak harus selalu digelar di Jakarta, Bali, Singapura, atau kota lainnya. Posisi Batam yang berdekatan dengan Singapura dan Malaysia menjadi salah satu keunggulan yang dapat dimanfaatkan.
“Jangan pilih Bali lagi ataupun ke Singapura. Kita harapkan kegiatan-kegiatan seperti ini dilaksanakan di Batam,” kata Ardiwinata.
Ia mengatakan kegiatan berskala internasional berpotensi memberikan dampak ekonomi bagi berbagai sektor, mulai dari hotel, restoran, pusat hiburan, pusat perbelanjaan hingga jasa lainnya.
Karena itu, promosi Batam melalui figur seperti Angela dinilai dapat menjadi bagian dari upaya memperkenalkan kota industri tersebut sebagai destinasi pariwisata dan MICE (meeting, incentive, convention and exhibition).
Dari Batam Menuju Thailand
Bagi Angela, Pre-Press Conference di Batam bukan sekadar agenda sebelum keberangkatan. Momen tersebut menjadi kesempatan untuk kembali mengingat akar perjalanan dirinya sebelum membawa nama Indonesia ke panggung dunia.
Setelah dari Batam, persiapan Angela berlanjut ke Jakarta. National Press Conference Miss Global Indonesia 2026 dijadwalkan berlangsung pada 26 September.
Dalam agenda tersebut, tim Miss Global Indonesia akan memperkenalkan lebih jauh persiapan Angela, termasuk national costume yang akan dibawanya ke Thailand.
Angela kemudian bertolak ke Thailand untuk mengikuti rangkaian Miss Global 2026 bersama sekitar 70 delegasi dari berbagai negara.
Dari Batam, kota yang membentuk perjalanan hidupnya, Angela membawa pesan untuk tampil sebagai wakil Indonesia tanpa meninggalkan identitas daerah asalnya.
“Ketika mereka mendengar nama Angela Yovita Lillo, yang ada di benak mereka adalah Kepulauan Riau dan keindahan Batam,” ujarnya. (*)
Editor : M Tahang