Dari Batam ke Miss Global 2026, Angela Bawa Identitas Kepri ke Panggung Dunia

Jamaluddin Lobang • Dipublikasikan Senin, 14 September 2026 | 09:28 WIB
Angela Yovita Lillo saat menghadiri Pre-Press Conference bertajuk “Angela Lillo: From Batam to the Global Stage” di Harris Hotel & Suites Nagoya, Sabtu (12/9). Ia akan mengikuti ajang Miss Global 2026 di Thailand dengan membawa misi memperkenalkan Batam ke panggung dunia. Foto: Istimewa untuk Batam Pos
Angela Yovita Lillo saat menghadiri Pre-Press Conference bertajuk “Angela Lillo: From Batam to the Global Stage” di Harris Hotel & Suites Nagoya, Sabtu (12/9). Ia akan mengikuti ajang Miss Global 2026 di Thailand dengan membawa misi memperkenalkan Batam ke panggung dunia. Foto: Istimewa untuk Batam Pos

batampos – Panggung Miss Global 2026 memang berada jauh di Thailand. Namun, bagi Angela Yovita Lillo, perjalanan menuju panggung internasional itu justru dimulai dari Batam, kota tempat ia lahir dan tumbuh.

Sebelum bertolak ke Thailand, Angela kembali menjejak kota yang membentuk sebagian perjalanan hidupnya. Sabtu (12/9), ia hadir dalam Pre-Press Conference bertajuk “Angela Lillo: From Batam to the Global Stage” di Harris Hotel & Suites Nagoya Batam.

Ada pesan yang ingin dibawa perempuan tersebut sebelum namanya bersanding dengan sekitar 70 delegasi dari berbagai negara.

Bukan semata soal mahkota. Bukan pula sekadar busana dan panggung gemerlap. Angela ingin ketika namanya disebut di panggung internasional, Batam dan Kepulauan Riau ikut terdengar.

“Sebelum saya melanjutkan perjalanan jauh di Miss Global, saya ingin mengingat kembali dari mana saya berasal. Saya ingin membawa identitas saya sebagai putri Batam ke panggung internasional,” kata Angela.

Miss Global 2026 akan berlangsung di Thailand pada 29 September hingga 11 Oktober 2026. Angela mewakili Indonesia dalam ajang tersebut.

Namun, membawa nama Indonesia bagi Angela tidak berarti meninggalkan cerita tentang daerah asal. Sebaliknya, Batam menjadi bagian penting dari identitas yang ingin ia bawa semakin jauh.

Angela berharap keikutsertaannya dapat menjadi ruang untuk memperkenalkan Batam dan Kepulauan Riau kepada masyarakat internasional. Terlebih, wilayah ini memiliki kekayaan budaya sekaligus posisi geografis strategis di kawasan Asia Tenggara.

“Besar harapan saya bahwa Kepulauan Riau dan Batam dikenal oleh masyarakat luas sehingga dalam hal tourism dan hospitality kita bisa terus berkembang,” ujarnya.

Harapan itu tidak berhenti pada ucapan. Angela memilih busana sebagai salah satu cara untuk memperkenalkan daerah asalnya.

Dalam kegiatan di Batam, ia tampil mengenakan busana yang merepresentasikan budaya Kepulauan Riau. Baginya, pilihan tersebut merupakan bentuk penghormatan kepada daerah tempat ia dilahirkan dan dibesarkan.

“Sebagai putri yang lahir dan besar di Batam, saya sangat bersyukur bisa mengenakan salah satu keindahan kebudayaan Kepulauan Riau,” katanya.

Ketika Identitas Batam Dijahit dalam Busana

Di panggung internasional, identitas tidak selalu harus diteriakkan. Kadang, ia cukup dikenakan.

Itulah yang hendak dilakukan Angela melalui busana yang akan dibawanya ke Miss Global 2026.

Salah satu rangkaian ajang tersebut adalah sash ceremony pada 30 September. Dalam agenda itu, setiap delegasi menerima selempang sebagai penanda negara yang mereka wakili.

Untuk kesempatan tersebut, Angela menyiapkan busana yang tidak hanya berbicara tentang Indonesia. Batam dan latar belakang keluarganya juga akan hadir dalam satu tampilan.

“Saya akan mengenakan pakaian yang mengolaborasikan dua budaya dan ras yang merepresentasikan saya sebagai anak Batam dan berketurunan Tionghoa,” ujarnya.

Kain yang digunakan berasal dari Batam, sedangkan busana tersebut dirancang desainer Ronald Moreno.

Bagi Angela, pilihan itu bukan sekadar perkara penampilan. Ia ingin busana tersebut menjadi pintu masuk untuk memperkenalkan Batam, Kepulauan Riau, serta kekayaan budaya yang dimilikinya.

“Saya ingin membawa Kepulauan Riau di kancah internasional,” katanya.

Membawa Pesan Kesehatan ke Panggung Global

Ada misi lain yang ikut dibawa Angela menuju Thailand.

Sebagai Duta Jantung dan Hidup Sehat, ia ingin memanfaatkan panggung Miss Global untuk menyampaikan pesan mengenai pentingnya menjaga kesehatan jantung dan menerapkan gaya hidup sehat.

Dengan begitu, panggung kecantikan tidak berhenti pada persoalan penampilan atau kepercayaan diri di hadapan juri.

Ada pesan yang lebih panjang untuk dibawa. Angela ingin kecantikan, budaya, dan kesehatan berjalan dalam satu cerita.

Cerita itu memang dimulai dari Batam, tetapi ia berharap pesannya dapat menjangkau masyarakat yang lebih luas melalui panggung internasional.

Batam Ingin Lebih dari Sekadar Penonton

Perjalanan Angela ke Miss Global 2026 juga mendapat perhatian Pemerintah Kota Batam.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Batam Ardiwinata menilai kiprah Angela di panggung internasional sejalan dengan upaya Batam memperkuat sektor pariwisata dan hospitality.

Menurut Ardiwinata, Batam memiliki modal untuk menjadi tuan rumah berbagai kegiatan berskala nasional maupun internasional. Kota ini memiliki ratusan hotel dengan fasilitas pertemuan dan ballroom yang dapat mendukung penyelenggaraan kegiatan besar.

Karena itu, Batam dinilai tidak seharusnya terus berada di posisi sebagai kota yang hanya menyaksikan daerah lain menjadi tujuan kegiatan internasional.

Ardiwinata berharap penyelenggara kegiatan tidak selalu menjadikan Jakarta, Bali, Singapura, atau kota lainnya sebagai pilihan utama.

“Jangan pilih Bali lagi ataupun ke Singapura. Kita harapkan kegiatan-kegiatan seperti ini dilaksanakan di Batam,” kata Ardiwinata.

Letak Batam yang berdekatan dengan Singapura dan Malaysia justru menjadi keunggulan yang dapat dimanfaatkan untuk menarik kegiatan internasional.

Ketika sebuah kegiatan internasional berlangsung di Batam, dampaknya tidak hanya dirasakan oleh penyelenggara. Hotel berpotensi ikut terisi, restoran menjadi lebih ramai, begitu pula tempat hiburan, pusat perbelanjaan, transportasi, dan berbagai sektor jasa lainnya.

Di situlah promosi melalui figur seperti Angela menemukan relevansinya.

Nama Batam tidak hanya ingin dikenal sebagai kota industri. Batam juga ingin tampil sebagai destinasi pariwisata sekaligus MICE (meeting, incentive, convention and exhibition).

Pulang Sebelum Kembali Berangkat

Bagi Angela, Pre-Press Conference di Batam memiliki arti lebih personal.

Ia tidak melihatnya sekadar sebagai agenda sebelum keberangkatan. Ada semacam jeda untuk kembali melihat ke belakang sebelum melangkah lebih jauh.

Setelah dari Batam, perjalanan Angela berlanjut ke Jakarta. National Press Conference Miss Global Indonesia 2026 dijadwalkan berlangsung pada 26 September.

Dalam agenda tersebut, tim Miss Global Indonesia akan memperkenalkan lebih jauh persiapan Angela, termasuk national costume yang akan dibawanya ke Thailand.

Setelah itu, panggung sebenarnya menanti.

Membawa Batam ke Panggung Dunia

Thailand menjadi panggung berikutnya bagi Angela. Sekitar 70 delegasi dari berbagai negara akan berkumpul dalam rangkaian Miss Global 2026.

Angela datang sebagai wakil Indonesia. Namun, ia tidak ingin hadir sebagai seseorang yang kehilangan jejak asal-usulnya.

Ia ingin membawa Indonesia dengan identitas Batam dan Kepulauan Riau yang melekat dalam dirinya.

Bagi Angela, menjadi wakil Indonesia bukan berarti harus memilih antara membawa nama negara atau daerah. Keduanya dapat berjalan bersama.

Dari kota yang selama ini menjadi rumah, Angela membawa satu harapan sederhana: ketika dunia mengenal namanya, dunia juga mengenal tempat yang membesarkannya.

“Ketika mereka mendengar nama Angela Yovita Lillo, yang ada di benak mereka adalah Kepulauan Riau dan keindahan Batam,” ujarnya.

Dari Batam, ia berangkat membawa nama Indonesia. Namun, di antara gemerlap panggung global, ada nama lain yang ingin tetap menyala: Batam. (*)

 

Editor : Putut Ariyo
Miss Global 2026 Angela Yovita Lillo pariwisata batam kepulauan riau batam