Inflasi Batam 4,03 Persen, Pemko Gelar Operasi Pasar Murah di Enam Lokasi

Muhammad Sya'ban • Dipublikasikan Senin, 14 September 2026 | 18:30 WIB

 

Sejumlah warga membeli sembako di pasar murah yang digelar oleh Disperindag Pemko Batam di Kecamatan Bengkong, Selasa (14/7). F.Cecep Mulyana/Batam Pos
Sejumlah warga membeli sembako di pasar murah yang digelar oleh Pemko Batam di Kecamatan Bengkong beberapa waktu lalu. F.Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos - Pemerintah Kota (Pemko) Batam menggelar operasi pasar murah di enam lokasi pada 15-17 September. Langkah ini dilakukan untuk menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok setelah inflasi Batam mencapai 4,03 persen pada Agustus 2026.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Batam, inflasi Agustus 2026 tercatat 4,03 persen secara tahunan atau year on year (yoy). Kelompok makanan, minuman, dan tembakau menjadi salah satu penyumbang inflasi terbesar.

Wali Kota Batam Amsakar Achmad mengatakan, pengendalian inflasi tidak cukup hanya dengan memantau angka. Pemerintah juga perlu memastikan masyarakat tetap memperoleh kebutuhan pokok dengan harga terjangkau.

“Operasi pasar murah ini merupakan bagian dari upaya kita menjaga stabilitas harga sekaligus membantu masyarakat memenuhi kebutuhan sehari-hari. Kita ingin daya beli masyarakat tetap terjaga,” ujar Amsakar, Senin (14/9).

Operasi pasar murah digelar Pemko Batam melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) bersama Asosiasi Distributor Kota Batam (ADKB), Perum Bulog Batam, Pertamina SAM Kepri beserta agen dan pangkalan LPG, serta mitra binaan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian dan Dinas Perikanan Kota Batam.

Baca Juga: Kabut Asap Mulai Selimuti Batam, Dinkes Minta Warga Kurangi Aktivitas di Luar

Sekitar 50 pelaku usaha dilibatkan dalam kegiatan tersebut. Beragam kebutuhan pokok disediakan, mulai dari beras, minyak goreng dan Minyakita, gula, telur, cabai, bawang merah, bawang putih, daging ayam, daging sapi, ikan segar, sayuran, buah-buahan, tepung, mi, biskuit, kopi, susu, kacang-kacangan hingga LPG 3 kilogram.

Pemko memastikan stok komoditas yang disediakan mencukupi. Harga yang ditawarkan merupakan harga distributor dan lebih rendah dibandingkan harga pasar.

Pada hari pertama, Selasa (15/9), operasi pasar murah digelar di Lapangan Bola Kampung Tua Tanjung Uma, Kecamatan Lubuk Baja, dan depan Kantor Camat Bengkong.

Selanjutnya, Rabu (16/9), kegiatan berlangsung di Lapangan Bola Baloi Permai, Kecamatan Batam Kota, serta fasilitas umum (fasum) RW 12 Kavling Senjulung, Kelurahan Kabil, Kecamatan Nongsa.

Sedangkan Kamis (17/9), operasi pasar murah digelar di Flamboyan Community Centre, Kelurahan Sei Pelunggut, Kecamatan Sagulung, dan pelataran Masjid Sultan Mahmud Riayat Syah, Kelurahan Tanjung Uncang, Kecamatan Batu Aji.

Seluruh kegiatan berlangsung pukul 08.30 hingga 12.00 WIB.

Amsakar mengatakan, stabilitas harga tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah. Ketersediaan pasokan juga bergantung pada distributor, pelaku usaha, dan pihak lain yang terlibat dalam rantai distribusi.

“Kita perlu memastikan pasokan tersedia dan harga tetap terkendali. Karena itu, kolaborasi dengan distributor, pelaku usaha, dan seluruh pemangku kepentingan sangat penting,” katanya.

Baca Juga: Perda LAMKR Disahkan, Pemko Batam Perkuat Perlindungan Adat dan Budaya Melayu

Menurut Amsakar, operasi pasar murah diharapkan memberi manfaat langsung kepada masyarakat, terutama ketika harga sejumlah kebutuhan pokok menjadi salah satu faktor pendorong inflasi.

“Yang paling penting masyarakat merasakan manfaatnya. Pemerintah akan terus berupaya menjaga ketersediaan dan keterjangkauan harga kebutuhan pokok melalui langkah-langkah yang terukur dan kolaboratif,” ujarnya. (*)

Editor : Yofi Yuhendri
amsakar achmad inflasi disperindag batam pasar murah pemko batam