Kabut Asap Selimuti Kepri, Madrasah Beralih ke Pembelajaran Daring

Jamaluddin Lobang • Dipublikasikan Selasa, 15 September 2026 | 11:42 WIB
Siswi Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Batam.
Siswi Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Batam. Kini pembelajaran dialihkan ke daring

 
batampos - Kabut asap yang menyelimuti sejumlah wilayah Kepulauan Riau mulai mengganggu aktivitas belajar siswa. Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Kepri menginstruksikan seluruh madrasah di bawah naungannya mengikuti kebijakan Pemerintah Provinsi Kepri dengan mengalihkan pembelajaran tatap muka menjadi belajar dari rumah atau secara daring.

Kebijakan tersebut diambil seiring meningkatnya ancaman terhadap kesehatan akibat memburuknya kualitas udara. Di Batam, Dinas Kesehatan mencatat 2.316 kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) hanya dalam enam hari pencatatan pada September 2026.

Kepala Kanwil Kemenag Kepri Zostafia mengatakan seluruh satuan pendidikan madrasah mengikuti maklumat pemerintah daerah mengenai pelaksanaan pembelajaran dari rumah. Perlindungan terhadap siswa, guru, dan tenaga kependidikan menjadi pertimbangan utama.

“Ya, kami sejalan dan mengikuti kebijakan serta maklumat dari pemerintah daerah terkait sistem pembelajaran dari rumah. Keselamatan dan kesehatan anak-anak kita di madrasah adalah prioritas utama di tengah kondisi kabut asap saat ini,” kata Zostafia saat dikonfirmasi, Senin (14/9) malam.

Perubahan kebijakan ini sekaligus menjadi perkembangan dari kebijakan Kemenag Kota Batam sebelumnya. Pada Senin siang, madrasah di Batam masih menjalankan pembelajaran tatap muka.

Baca Juga: Kabut Asap Selimuti Kepri, Sekolah Mulai Beralih ke Rumah

Kepala Kantor Kemenag Kota Batam Budi Dermawan ketika itu mengatakan siswa baru diminta menggunakan masker. Pihaknya juga masih berkoordinasi dengan Pemerintah Kota Batam terkait kemungkinan penghentian pembelajaran tatap muka.

Kini, arahan Kanwil Kemenag Kepri mengarah pada pembelajaran dari rumah. Namun, Zostafia menegaskan perubahan sistem belajar tersebut tidak berarti kegiatan pendidikan dihentikan.

Madrasah tetap diminta memberikan materi dan tugas secara terstruktur kepada siswa selama pembelajaran daring berlangsung. Kebijakan tersebut juga akan dievaluasi mengikuti perkembangan cuaca, kualitas udara, dan jarak pandang di wilayah Kepri.

“Kami juga mengimbau kepada seluruh orang tua murid agar senantiasa mengawasi anak-anak. Pastikan agar mereka mengurangi aktivitas di luar ruangan selama kabut asap mengkhawatirkan kesehatan,” ujarnya. (*)

Editor : Yofi Yuhendri
Madrasah pembelajaran daring kemenag kepri kabut asap rumah