batampos - Polresta Barelang memperkuat pelayanan dan langkah preventif kepada masyarakat melalui dua kegiatan pada Selasa (15/9). Personel Satlantas diterjunkan ke sejumlah titik rawan kepadatan melalui kegiatan Strong Point, sementara Satbinmas dan Satlantas menyambangi TK Pembina III Bengkong untuk memberikan edukasi kepada anak-anak.
Kegiatan Strong Point berlangsung pukul 18.00 hingga 21.00 WIB. Sebanyak 22 personel Satlantas Polresta Barelang ditempatkan di sejumlah lokasi strategis dengan aktivitas dan kepadatan kendaraan cukup tinggi.
Sejumlah titik tersebut di antaranya Pos 901, Pos 902, Pos 905, Pos 906, Pos 907, Pos 908, Pos 909, Pos 9010, Simpang KDA hingga pintu masuk Harbourbay. Personel melakukan pengaturan arus lalu lintas sekaligus mengantisipasi kemacetan dan kecelakaan.
Kasat Lantas Polresta Barelang Kompol Afiditya Arief Wibowo mengatakan, Strong Point merupakan bentuk pelayanan langsung kepolisian kepada pengguna jalan.
“Kegiatan Strong Point malam ini kami laksanakan untuk memberikan kelancaran arus lalu lintas sekaligus mengantisipasi terjadinya kemacetan dan kecelakaan lalu lintas,” ujarnya.
Menurutnya, kehadiran personel juga untuk memantau situasi dan mengantisipasi potensi gangguan lalu lintas.
“Kehadiran personel di lapangan juga diharapkan dapat memberikan keamanan dan kenyamanan bagi masyarakat yang sedang beraktivitas maupun pengguna jalan,” katanya.
Baca Juga: Tiga Tersangka Belum Final, Polisi Periksa Puluhan Orang Kasus Setokok
Hasil pemantauan menunjukkan arus lalu lintas di wilayah hukum Polresta Barelang secara umum lancar, aman, dan terkendali. Penempatan personel di titik strategis menjadi bagian dari upaya menjaga kelancaran mobilitas sekaligus menekan potensi kecelakaan.
Sementara itu, langkah preventif juga menyasar anak usia dini. Sekitar pukul 08.00 WIB, personel Satbinmas bersama Satlantas menggelar kunjungan dan edukasi Polisi Sahabat Anak (PSA) di TK Pembina III, Kecamatan Bengkong.
Kegiatan yang dipimpin Kasat Binmas Polresta Barelang AKP Betty Novia itu dikemas secara humanis dan komunikatif. Anak-anak diberikan pemahaman dasar mengenai tertib berlalu lintas dan keselamatan di jalan.
Mereka juga diajak saling menyayangi, menghormati, menjaga perasaan teman, serta tidak melakukan perundungan atau bullying.
AKP Betty Novia mengatakan, pembentukan karakter dan kesadaran keselamatan perlu dikenalkan sejak usia dini.
“Kami memberikan edukasi sejak dini mengenai tertib berlalu lintas dan pentingnya saling menyayangi teman. Kami berharap anak-anak dapat tumbuh menjadi generasi yang disiplin, peduli terhadap sesama dan memahami pentingnya menjaga keselamatan,” ujarnya. (*)
Editor : Yofi Yuhendri