Bentrokan Setokok, Kapolda Kepri: Jangan Gunakan Cara Premanisme

Abdul Azis Maulana • Dipublikasikan Jumat, 18 September 2026 | 17:37 WIB
Kapolda Kepri Irjen Pol Asep Syafruddin mendatangi rumah sakit di kawasan Batuaji untuk mengunjungi dua korban bentrokan di Jembatan III Barelang, Senin (14/9). F.Istimewa
Kapolda Kepri Irjen Pol Asep Syafruddin mendatangi rumah sakit di kawasan Batuaji untuk mengunjungi dua korban bentrokan di Jembatan III Barelang, Senin (14/9). F.Istimewa

 
batampos - Polda Kepulauan Riau memastikan penanganan bentrokan dua kelompok di Pulau Setokok, Jembatan III Barelang, terus berjalan. Polisi menegaskan siapa pun yang diduga terlibat dalam konflik lahan tersebut akan diproses sesuai hukum, tanpa membedakan pihak yang bersengketa.

Bentrokan yang dipicu persoalan lahan itu menewaskan dua orang. Kapolda Kepri Irjen Pol Asep Safrudin mengatakan penanganan perkara saat ini dilakukan Polresta Barelang. Sejumlah orang juga telah ditetapkan sebagai tersangka.

“Prosesnya sedang berjalan di Polresta Barelang,” kata Asep, Kamis (17/9).

Menurut Asep, Polresta Barelang telah menetapkan beberapa tersangka sebagaimana disampaikan dalam keterangan resmi sebelumnya. Sementara di tingkat Polda Kepri, penyelidikan juga dilakukan untuk mengusut dugaan tindak pidana yang melibatkan pihak lain.

Asep meminta masyarakat tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang tidak bertanggung jawab terkait bentrokan tersebut. Ia juga meminta pihak-pihak yang bersengketa menyerahkan penyelesaian perkara kepada aparat penegak hukum.

“Kami mengingatkan pihak-pihak yang bersengketa, tidak ada yang menggunakan cara-cara premanisme,” ujarnya.

Baca Juga: Bentrokan Setokok, Polisi Periksa 17 Saksi dan Dalami Peran Pelaku

Ia meminta seluruh pihak yang terlibat bersikap kooperatif selama proses hukum berlangsung. Kepolisian, kata Asep, akan memproses siapa pun yang terbukti terlibat dalam konflik tersebut sesuai ketentuan hukum.

“Siapa pun yang terlibat dan dari pihak mana pun, kita akan lakukan proses sesuai dengan hukum yang berlaku,” katanya.

Asep menegaskan bentrokan di Setokok yang berujung pada kematian tidak boleh kembali terjadi. Kepolisian akan mengambil tindakan terhadap pihak-pihak yang terlibat dalam konflik tersebut.

“Kami dari jajaran kepolisian akan menindak siapa pun yang terlibat,” ujarnya.

Asep juga mengimbau masyarakat Batam menjaga keamanan dan ketertiban setelah bentrokan tersebut. Ia mengajak warga menjaga Batam sebagai tempat tinggal sekaligus tempat mencari nafkah.

“Batam adalah tempat kita tinggal, tempat kita mencari nafkah, dan tentunya harus kita sayangi,” kata dia. (*)

Editor : Yofi Yuhendri
Konflik Lahan Jembatan III Barelang Bentrokan Setokok polresta barelang polda kepri