Hari Lalu Lintas Bhayangkara, Polda Kepri Rangkul Komunitas Ojol

Abdul Azis Maulana • Dipublikasikan Rabu, 23 September 2026 | 18:19 WIB
Dalam rangka HUT Lalu Lintas Bhayangkara ke 71 Ditlantas polda Kepri memberikan sembako kepada pengemudi Ojek Online di Dataran Engku Putri Batam Center, Rabu (23/9). F Cecep Mulyana/Batam Pos
Dalam rangka HUT Lalu Lintas Bhayangkara ke 71 Ditlantas polda Kepri memberikan sembako kepada pengemudi Ojek Online di Dataran Engku Putri Batam Center, Rabu (23/9). F Cecep Mulyana/Batam Pos

 
batampos - Polda Kepri menggandeng komunitas ojek online (ojol) untuk memperluas kampanye keselamatan berlalu lintas di Batam. Sekitar 500 pengemudi ojol dikumpulkan dalam rangkaian Hari Lalu Lintas Bhayangkara ke-71 di Alun-Alun Engku Putri, Batam, Rabu (23/9).

Direktur Lalu Lintas Polda Kepri Kombes Pol Gathut Bowo mengatakan, komunitas ojol merupakan salah satu mitra kepolisian karena memiliki mobilitas tinggi dan berinteraksi langsung dengan masyarakat.

“Kami mendekatkan diri kepada mitra-mitra kita di bidang lalu lintas,” kata Gathut.

Ia meminta komunitas ojol ikut menyampaikan edukasi tertib berlalu lintas kepada masyarakat. Menurutnya, kesadaran berlalu lintas di Kepri secara umum cukup baik, meski pelanggaran masih ditemukan terutama di kawasan padat penduduk, jalur macet, dan malam hari.

“Mohon dukungan dari komunitas-komunitas lalu lintas supaya memberikan edukasi kepada seluruh masyarakat Kota Batam, khususnya Polda Kepri atau Provinsi Kepri pada umumnya bahwa kita harus tertib berlalu lintas,” ujarnya.

Untuk menekan pelanggaran, Polda Kepri melakukan imbauan, patroli hingga penindakan. Dalam rangkaian Hari Lalu Lintas Bhayangkara ke-71, Ditlantas Polda Kepri juga menggelar bakti sosial, doa bersama, anjangsana kepada warga dan purnawirawan, serta bakti kesehatan berupa donor darah.

Baca Juga: Mahasiswi di Sekupang Ditemukan Tewas di Belakang Rumah

Gathut menyebut tingginya mobilitas membuat pengemudi ojol memiliki risiko keselamatan di jalan. Karena itu, mereka didorong menjadi contoh sekaligus pelopor keselamatan berlalu lintas.

“Rekan-rekan ojol juga memberikan pelayanan kepada masyarakat yang membutuhkan pengiriman barang ataupun makanan. Tentunya dia juga berisiko untuk keselamatan di jalan,” katanya.

Jumlah pengemudi ojol di Kepri disebut mencapai ribuan orang, meski polisi belum memiliki data pasti. Dalam sejumlah kegiatan, kepolisian biasanya mengumpulkan sekitar 500 pengemudi.

“Rata-rata sering mengumpulkan 500 orang, baik kegiatan bakti sosial maupun kegiatan sosial lainnya,” ujarnya.

Pelibatan komunitas ojol dalam kampanye keselamatan lalu lintas juga dilakukan pada kegiatan sebelumnya, termasuk pembagian bendera kepada pengemudi ojol saat peringatan Hari Kemerdekaan RI.

Polisi berharap pesan kepatuhan berlalu lintas tidak hanya disampaikan aparat, tetapi turut diteruskan komunitas yang setiap hari bersentuhan langsung dengan pengguna jalan (*)

Editor : Yofi Yuhendri
Hari Lalu Lintas Bhayangkara ojek online ojol polda kepri lalu lintas