Kualitas Udara Batam Kembali Tidak Sehat, ISPU Capai 126

Muhammad Sya'ban • Dipublikasikan Senin, 5 Oktober 2026 | 17:41 WIB
Kabut asap kiriman dari luar Batam masih  menyelimuti kota Batam, Senin (5/10). Kondisi ini membuat udara menjadi kurang sehat.  F Cecep Mulyana/Batam Pos.
Kabut asap kiriman dari luar Batam masih menyelimuti kota Batam, Senin (5/10). Kondisi ini membuat udara menjadi kurang sehat. F Cecep Mulyana/Batam Pos.

 
batampos - Kualitas udara Kota Batam kembali masuk kategori tidak sehat pada Senin (5/10) siang. Data BMKG Hang Nadim Batam menunjukkan nilai Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) mencapai 126 pada pukul 14.00 WIB. Angka tersebut meningkat dari 119 pada pukul 11.00 dan 12.00 WIB.

Kualitas udara Batam bahkan sempat berada pada kategori tidak sehat sejak dini hari. Pada pukul 00.00 dan 01.00 WIB, ISPU tercatat 114. Angka kemudian turun menjadi 83 pada pukul 05.00, sebelum kembali meningkat hingga 104 pada pukul 08.00 WIB.

Memasuki siang hari, ISPU kembali naik. Nilainya tercatat 119 pada pukul 11.00 dan 12.00 WIB, kemudian turun tipis menjadi 116 pada pukul 13.00 dan mencapai 126 pada pukul 14.00 WIB.

Dalam kategori ISPU, angka 101–200 masuk kategori tidak sehat, sedangkan 51–100 berada pada kategori sedang. Kondisi tidak sehat menunjukkan kualitas udara mulai memberikan dampak bagi kesehatan, terutama bagi kelompok masyarakat yang sensitif.

Kondisi serupa juga terlihat dari konsentrasi partikulat halus atau PM2.5. Data BMKG Hang Nadim mencatat konsentrasi PM2.5 Batam mencapai 94,2 mikrogram per meter kubik (µg/m³) pada pukul 16.00 WIB dan masuk kategori tidak sehat.

PM2.5 merupakan partikel udara berukuran sangat kecil, yakni 2,5 mikrometer atau lebih kecil. Ukurannya memungkinkan partikel tersebut masuk jauh ke dalam sistem pernapasan ketika terhirup.

Kondisi udara ini menjadi perhatian di tengah masih tingginya kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA). Dinas Kesehatan (Dinkes) Batam mencatat 500 kasus ISPA pada 29 September 2026. Kelompok usia produktif 19–59 tahun menjadi kelompok yang paling banyak tercatat mengalami ISPA.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Dinkes Batam Melda Sari mengatakan tingginya kasus pada usia produktif salah satunya berkaitan dengan aktivitas dan mobilitas yang lebih tinggi di luar rumah.

“Usia produktif ini memang aktivitasnya lebih banyak di luar. Jadi mobilitasnya juga tinggi,” ujar Melda, Senin (5/10).

Ia meminta masyarakat meningkatkan perlindungan diri ketika beraktivitas di luar rumah, terutama saat kualitas udara memburuk.

Penggunaan masker juga dinilai penting, terutama bagi masyarakat yang sedang mengalami gangguan pernapasan. Menurut Melda, masih ada warga yang tetap beraktivitas tanpa masker meski sedang sakit.

“Kadang orang sakit pun tidak memakai masker. Padahal, kalau sedang sakit sebaiknya menggunakan masker supaya tidak menularkan ke orang lain,” tuturnya. (*)

Editor : Yofi Yuhendri
kualitas udara PM2.5 ISPU ispa dinkes batam