ISPU Batam Tembus 129, Asap Kiriman Perburuk Kualitas Udara

Rengga Yuliandra • Dipublikasikan Jumat, 23 Oktober 2026 | 18:10 WIB
Kabut asap kembali tebal menyelimuti kota Batam, Jumat (23/10). Kondisi ini membuat kualitas udara tidak sehat. F Cecep Mulyana/Batam Pos
Kabut asap kembali tebal menyelimuti kota Batam, Jumat (23/10). Kondisi ini membuat kualitas udara tidak sehat. F Cecep Mulyana/Batam Pos

 
batampos - Kualitas udara di Kota Batam kembali memburuk pada Jumat (23/10). Setelah indeks standar pencemar udara (ISPU) berada dalam kategori sedang pada pagi hari, nilainya meningkat hingga masuk kategori tidak sehat menjelang siang, bahkan mencapai 129 pada pukul 13.00 WIB.

Kepala Bidang Perlindungan Lingkungan Hidup Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Batam, IP, mengatakan perubahan arah angin dalam tiga hari terakhir turut memengaruhi kondisi udara di Batam. Asap kiriman dari Sumatera Selatan diduga menjadi salah satu faktor yang memperburuk kualitas udara.

“Dalam tiga hari terakhir arah angin berubah. Kondisi udara di Batam sangat bergantung pada arah angin. Saat ini, kita mendapat kiriman asap dari Sumatera Selatan, sementara titik panas di sana masih tinggi,” kata IP, Jumat (23/10).

Ia menjelaskan, perubahan arah angin dapat memengaruhi pergerakan asap dari wilayah lain menuju Batam. Akibatnya, kualitas udara dapat berubah dalam waktu singkat, meskipun pada pagi hari masih berada dalam kategori sedang.

“Karena itu, kondisi kualitas udara ini perlu terus dipantau. Perubahan arah angin sangat berpengaruh terhadap kondisi udara di Batam,” ujarnya.

Berdasarkan data pemantauan ISPU DLH Kota Batam yang bersumber dari BMKG Hang Nadim, kualitas udara pada Jumat dini hari hingga pagi masih berada dalam kategori sedang.

Pada pukul 00.00 WIB, ISPU tercatat 80. Angka tersebut sempat naik menjadi 92 pada pukul 02.00 WIB, kemudian berangsur turun hingga 78 pada pukul 09.00 WIB.

Baca Juga: Laporan Mobil Hilang Diduga Direkayasa, Tiga Orang Ditangkap

Namun, kualitas udara kembali memburuk menjelang siang. ISPU tercatat 104 pada pukul 10.00 WIB, lalu turun menjadi 80 pada pukul 11.00 WIB. Angka tersebut kembali naik menjadi 107 pada pukul 12.00 WIB, mencapai 129 pada pukul 13.00 WIB, dan sedikit turun menjadi 127 pada pukul 14.00 WIB.

Berdasarkan kategori ISPU, angka 101–200 masuk kategori tidak sehat, sedangkan rentang 51–100 tergolong sedang. Fluktuasi tersebut menunjukkan kualitas udara di Batam dapat berubah dalam hitungan jam.

DLH Kota Batam terus memantau perkembangan kualitas udara melalui sistem pemantauan ISPU. Masyarakat dapat mengakses pembaruan data melalui laman https://silh.batam.go.id/ispu/widget.php.

Masyarakat juga diimbau mengurangi aktivitas fisik berat di luar ruangan ketika kualitas udara memburuk, terutama anak-anak, lansia, serta orang yang memiliki gangguan pernapasan. (*)

Editor : Yofi Yuhendri
Kualitas Udara Batam ISPU Batam asap Sumatera Selatan DLH Batam kabut asap