TPS Liar di Sei Lekop Muncul Lagi, Sampah Menumpuk hingga Dibakar

Jamaluddin Lobang • Dipublikasikan Selasa, 27 Oktober 2026 | 13:05 WIB
Tumpukan sampah di Jalan Raya Sei Lekop–Sagulung, tepatnya di depan Perumahan Griya Permai, dekat kawasan Tunas Regency, Sagulung, Selasa (27/10) pagi. Sampah plastik dan limbah rumah tangga berserakan di pinggir jalan, bahkan sebagian tampak terbakar. F. Jamaluddin/Batam Pos
Tumpukan sampah di Jalan Raya Sei Lekop–Sagulung, tepatnya di depan Perumahan Griya Permai, dekat kawasan Tunas Regency, Sagulung, Selasa (27/10) pagi. Sampah plastik dan limbah rumah tangga berserakan di pinggir jalan, bahkan sebagian tampak terbakar. F. Jamaluddin/Batam Pos

 
batampos - Tumpukan sampah kembali memenuhi Jalan Raya Sei Lekop–Sagulung, tepatnya di depan Perumahan Griya Permai, dekat kawasan Tunas Regency, Sagulung, Selasa (27/10) pagi. Sampah plastik dan limbah rumah tangga berserakan di pinggir jalan. Sebagian di antaranya bahkan tampak terbakar.

Tempat pembuangan sampah (TPS) liar tersebut bukan kali pertama muncul. Meski berulang kali dibersihkan oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Batam, tumpukan sampah kembali terlihat di lokasi yang sama. Kondisi ini dilaporkan telah berlangsung selama lebih dari setahun.

Sampah diduga berasal dari aktivitas rumah tangga dan pedagang di sekitar lokasi. Sejumlah warga juga mengeluhkan kebiasaan membuang sampah sembarangan serta keterlambatan pengangkutan yang membuat tumpukan semakin menggunung.

Rijal, salah seorang pedagang di sekitar lokasi, mengatakan TPS liar itu telah lama menjadi tempat pembuangan sampah. Menurut dia, banyak pengendara sepeda motor yang melintas turut membuang sampah di lokasi tersebut.

“Ini sudah lama TPS liarnya. Banyak orang-orang yang entah dari mana buang sampahnya ke sini,” kata Rijal kepada Batam Pos, Selasa pagi.

Ia menjelaskan, tumpukan sampah telah ada selama lebih dari setahun. Sampah yang awalnya dibuang oleh sejumlah orang terus bertambah hingga membentuk TPS liar di pinggir jalan.

Baca Juga: Polda Kepri dan Interpol Perkuat Perburuan Penyelundupan Bahan Kimia

Menurut Rijal, sebagian warga terkadang membakar sampah untuk mengurangi volumenya ketika tumpukan semakin banyak.

“Kurang lebih sudah setahun lebih sampah-sampah itu ada di TPS liar. Yang membuang rata-rata pedagang dan pengendara roda dua yang melintas. Entah dari mana, tiba-tiba membuang sampah ke situ sehingga semakin menumpuk,” ujarnya.

Kebiasaan membakar sampah tersebut menjadi gambaran bahwa persoalan sampah di kawasan itu belum tertangani secara tuntas.

Ramli, warga lainnya, mengatakan pedagang di sekitar lokasi turut menjadi salah satu pihak yang membuang sampah di tempat tersebut. Selain itu, warga terkadang membuang sampah ke TPS liar ketika petugas kebersihan tidak datang atau terlambat mengangkut sampah.

Menurut dia, persoalan itu terus berulang meski pemerintah telah beberapa kali membersihkan lokasi. Setelah diangkut, sampah kembali menumpuk karena masyarakat masih membuangnya di tempat yang sama.

“Sudah berulang kali terjadi. Pemerintah berkali-kali membersihkan, tapi sama saja karena terus berulang. Warga tetap membuang sampah di situ karena tidak tahu lagi mau membuang ke mana,” kata Ramli.

Ia menambahkan, sebagian warga kembali membakar sampah ketika tumpukan semakin banyak. Akibatnya, persoalan sampah di pinggir jalan tersebut belum kunjung terselesaikan.

Sementara itu, Kepala DLH Kota Batam Dohar Mangalondo Hasibuan sebelumnya mengakui masih kekurangan tempat pembuangan sementara (TPS) di sejumlah kawasan yang kerap menjadi lokasi penumpukan sampah.

Dohar mengatakan petugas rutin mengangkut sampah di sejumlah titik, termasuk Jalan Dapur 12 dan Jalan Brigjen Katamso, Tanjunguncang. Namun, tumpukan sampah kembali muncul setelah diangkut karena masyarakat masih membuang sampah di kawasan tersebut.

“Itu bahkan setiap hari rutin kita angkut. Jadi besok kita angkut, ada lagi, lalu kita angkut lagi,” kata Dohar kepada Batam Pos, belum lama ini.

Baca Juga: Buang Sampah Sembarangan Bisa Kena Sanksi Sosial, Perda Masih Dibahas

Menurut dia, persoalan sampah tidak cukup diselesaikan dengan pengangkutan. Pemerintah juga perlu mendorong perubahan kebiasaan masyarakat agar membuang sampah di TPS yang telah disediakan.

“Perlu kita sosialisasikan agar masyarakat itu melakukan pembuangan sampah di TPS,” ujarnya.

Dohar mengakui, penumpukan sampah di sejumlah lokasi belum sepenuhnya teratasi. DLH masih mencari solusi agar tumpukan tidak terus muncul meskipun pengangkutan dilakukan secara rutin.

“Nanti kita akan cari solusi seperti apa di situ. Tetap tanggung jawab kita, itu kan di roll jalan itu,” katanya.

Ia mengatakan pemerintah mulai menyiapkan penambahan TPS sekaligus memperbaiki pelayanan pengangkutan sampah. DLH juga mengatur penambahan armada melalui kerja sama dengan pihak swasta agar pengangkutan dapat dilakukan lebih cepat.

“Sudah mulai kita melakukan pengaturan pengangkutan sampah, menambah armada dengan pihak swasta. Jadi ada penambahan armada dan nanti akan ada percepatan pelayanan,” ujarnya.

Menurut Dohar, yang baru dilantik sebagai kepala dinas pada Februari 2026, total armada pengangkut sampah yang tersebar di Batam mencapai 107 unit, termasuk armada tambahan dari pihak swasta. Namun, ia belum merinci jumlah armada yang beroperasi setiap hari, kapasitas angkut keseluruhan, maupun volume sampah yang belum tertangani.

Baca Juga: Bakar Sampah Tak Terkendali, Warga Tanjunguncang Dijerat Kasus Karhutla

Dohar menambahkan, persoalan penumpukan sampah telah dibahas bersama Wali Kota Batam Amsakar Achmad. Pemerintah juga telah menganggarkan pelayanan persampahan melalui APBD untuk meningkatkan layanan kepada masyarakat.

“Karena sampah ini kan layanan pemerintah yang wajib dilaksanakan. Komitmen kita sampai sampahnya bersih,” katanya.

Ia juga mengimbau masyarakat agar tidak membakar sampah dan menunggu tersedianya lokasi pembuangan resmi sehingga pelayanan persampahan dapat menjangkau masyarakat.

“Perlu kita imbau masyarakat tidak membakar sampah. Nanti lokasi-lokasi resmi untuk peletakan sampah, agar bagaimana masyarakat bisa terlayani,” ujar Dohar. (*)

Editor : Yofi Yuhendri
Sampah Batam Sei Lekop Tunas Regency Sagulung tps liar