BP Batam Siapkan 851 Hektare untuk PSN Wiraraja

Muhammad Sya'ban • Dipublikasikan Rabu, 28 Oktober 2026 | 17:45 WIB

 

Amsakar Achmad dan Akhmad Ma’ruf Maulana menandatangani MoU pengembangan PSN Wiraraja Green Renewable Energy and Smart Eco Industrial Park bersama jajaran deputi BP Batam dan pengusaha di Gedung Marketing BP Batam, Rabu (28/10). F. M. Sya’ban/Batam Pos
Amsakar Achmad dan Akhmad Ma’ruf Maulana menandatangani MoU pengembangan PSN Wiraraja Green Renewable Energy and Smart Eco Industrial Park bersama jajaran deputi BP Batam dan pengusaha di Gedung Marketing BP Batam, Rabu (28/10). F. M. Sya’ban/Batam Pos

 

 
batampos - Badan Pengusahaan (BP) Batam menyiapkan lahan seluas 851 hektare untuk pengembangan Proyek Strategis Nasional (PSN) Wiraraja Green Renewable Energy and Smart Eco Industrial Park (GESEIP) di Batam. Nilai investasi keseluruhan proyek tersebut diklaim mencapai Rp175 triliun, termasuk investasi yang telah berjalan.

Komitmen pengembangan kawasan industri itu ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman atau memorandum of understanding (MoU) di Gedung Marketing BP Batam, Rabu (28/10) sore. Penandatanganan dilakukan Kepala BP Batam Amsakar Achmad dan Presiden Direktur Wiraraja GESEIP Akhmad Ma’ruf Maulana, bersama jajaran deputi BP Batam dan pihak terkait.

Pengembangan kawasan industri tersebut direncanakan berlangsung dalam tiga tahap. Tahap pertama mencakup lahan seluas 150 hektare di Kabil. Sementara itu, pengembangan di Kecamatan Galang akan dilanjutkan pada tahap kedua dan ketiga.

Kepala BP Batam Amsakar Achmad menegaskan, penandatanganan MoU harus segera ditindaklanjuti dengan langkah konkret. Ia mengaku ingin segera melihat perkembangan Rempang dan Galang melalui realisasi pembangunan dan investasi.

“Kami ingin langkah konkret, langkah nyata. Kami juga tidak sabar bagaimana Rempang dan Galang itu berkembang,” kata Amsakar dalam sambutannya.

Ia berharap kesepakatan tersebut tidak berhenti sebagai dokumen kerja sama, tetapi benar-benar diwujudkan dalam pembangunan.

“Mudah-mudahan MoU ini tidak sekadar cerita di atas kertas, tetapi implementatif, dapat kita laksanakan,” ujarnya.

Baca Juga: Pabrik Baterai Sodium-Ion Dibangun di Kabil, Investasi Rp8 Triliun

Amsakar juga meyakini pengembangan PSN Wiraraja dapat berjalan beriringan dengan proyek Rempang Eco-City yang dikembangkan di Batam sejak 2023. Menurut dia, kedua proyek tersebut dapat saling melengkapi dalam mendorong pertumbuhan investasi dan pengembangan kawasan.

Sementara itu, Deputi Bidang Investasi BP Batam Fary Djemy Francis mengatakan, MoU tersebut merupakan bagian dari upaya mempercepat pengembangan PSN Wiraraja, terutama di Kecamatan Galang.

Setelah penandatanganan, BP Batam dan pihak pengembang akan menyusun rencana bisnis untuk memulai pembangunan pada lahan tahap pertama seluas 150 hektare.

“Setelah MoU ini, kita akan membuat satu business plan untuk memulai dengan lahan 150 hektare,” kata Fary.

BP Batam, lanjut dia, akan mempercepat proses perizinan, terutama untuk mendukung pembangunan infrastruktur dasar yang dibutuhkan kawasan industri tersebut. Pengembangan proyek akan dilakukan secara bertahap sesuai dengan pembagian lahan yang direncanakan. (*)

Editor : Yofi Yuhendri
Wiraraja GESEIP PSN Wiraraja Akhmad Ma’ruf Maulana bp batam amsakar achmad