Batam Kepulauan Riau Nasional Internasional Ekonomi & Bisnis Hukum & Kriminal Lifestyle Olahraga

Pulau Penyengat Tujuan Wisata saat Libur Lebaran

batampos • Rabu, 26 April 2023 | 17:08 WIB
Photo
Photo

 


 


batampos – Pulau Penyengat masih menjadi salah satu pilihan destinasi bagi wisatawan lokal di Kepulauan Riau untuk menikmati wisata budaya dan religi saat libur lebaran.


Photo
Photo
Foto : Peri Irawan/Batam Pos
Wisatawan terus berdatangan ke Pulau Penyengat saat libur lebaran, Minggu (23/4/2023)

Wisatawan yang datang, ada yang sengaja datang untuk solat ke Masjid Raya Sultan Riau Penyangat, dan ada juga yang sengaja berkunjung ke makam para raja, mendatangi balai adat, dan melihat peninggalan sejarah lain di pulau yang dinobatkan sebagai Pulau Perdamaian Dunia tersebut.


Pantauan Batam Pos, pada libur lebaran kedua kemarin, di Masjid Raya Sultan Riau Penyangat menjelang solat zuhur, ratusan jemaah sudah bersiap mengikuti solat berjamaan, bahkan sebagiannya harus mengikuti solat dari luar masjid karena bagian dalam masjid sudah terisi penuh.


Ramainya pengunjung juga dan membawa berkah bagi para pelaku usaha yang ada di pulau bersejarah itu, saat lebaran atau hari besar keagamaan lainnya para pedagang makanan selalu kebanjiran pengunjung.


“Alhamdulillah libur lebaran kedua ini sudah ramai, yang mampir ke warung kami untuk makan atau sekedar minum juga ramai,” kata

Dani, Minggu (23/4).


Menurut Dani, pengunjung yang datang saat itu sebagian besar adalah warga Kepri, ada yang datang dari Kerimun, Bintan dan sebagian besar adalah warga Tanjungpinang. Ia berharap hingga akhir libur lebaran nanti pengunjung yang datang semakin ramai.


“Penyengat ini selalu menarik untuk didatangi oleh wisatawan dari luar, terutama saat lebaran ini tidak pernah sepi,” ungkapnya.


Tidak hanya bagi pedagang berkah libur lebaran juga dirasakan oleh penyedia jasa angkut becak motor di Penyengat, jika pada hari biasa para penambang hanya mendapat sekitar Rp 200 ribu paling banyak dalam satu hari, namaun saat libur lebaran bisa mencapai Rp 700 ribu bahkan Rp 1 juta dalam satu hari.


“Hari biasa paling banyak Rp 200 ribu, kadang hanya Rp 50 ribu. Hari ini hingga jam 12 siang sudah 10 orang yang sewa kami,” kata salah satu pengendara becak motor, Jupri.


Peringatan hari besar keagamaan selalu membawa berkah bagi puluhan pengendara becak motor di penyengat, dengan tarif Rp 40 ribu per satu jam untuk kapasitas dua orang, ia akan menemani para wisatawan untuk berkeliling di pulau itu.


“Pokoknya kalau lebaran gini, penambang becak motor pasti gembiralah,” ujar Jupri senang.


Sementara itu, salah seorang wisatawan dari Galang Batang, Bintan mengaku sengaja datang bersama keluarganya ke Pulau Penyengat karena menurutnya pulau itu selalu menarik didatangi.


“Awalnya kami mau ke trikora, tapi karna kejauhan akhirnya ke Penyengat,” ujarnya. (*)


 


Reporter : Peri Irawan


 


 


 


 

Editor : batampos
#tanjungpinang