batampos– Empat hari menjelang perayaan imlek, harga ikan dingkis pada pasar tradisional di Tanjungpinang mulai melambung tinggi dan menyentuh harga Rp 130 ribu per kilogram (Kg).
Ikan yang dinilai membawa bisa keberuntungan dan keselamatan itu banyak diincar oleh warga etnis Tionghoa yang merakayan imlek.
Ikan yang dijual dengan harga fantastis itu tidak semua ikan dingkis, melainkan yang saat ini sedang bertelur.
Pantauan di Pasar Bintan Center, Selasa (6/2) pukul 09.30 WIB stok ikan dingkis yang dijual pedagang sudah habis, beberapa pedagang ikan yang dijumpai juga belum menjualnya.
Salah satu pedang ikan di Pasar Bintan Center, Ahong, mengatakan saat ini ikan dingkis mulai banyak dicari oleh masyarakat Tionghoa yang merayakan imlek, namun stok yang ada saat ini tidak begitu banyak.
“Yang banyak cari itu orang Tionghoa, tapi pribumi ada juga,” kata Ahong saat dijumpai, Selasa (6/2).
Ahong menyebut, saat ini ikan dingkis yang didatangkan dari Berakit, Bintan itu cepat habis terjual bahkan pukul 08.00 WIB beberapa pedagang di pasar itu sudah kehabisan stok karena peminatnya saat ini cukup banyak.
“Jam 8 pagi tadi sudah habis, mau imlek memang gitu,” sebutnya.
Harga Ikan dingkis itu cukup beragam. Saat ini ia masih menjual Rp 65 ribu per Kg, namun beberapa pedagang lain ada yang menjual hinggal Rp 140 ribu per Kg untuk ikan yang sudah bertelur.
“Yang mahal itu kalau sudah bertelur, kalau tidak pasti normal harganya,” ungkapnya.
Namun demikian, harga ikan itu diperkirakan bakal kembali naik menjelang hari imlek mendatang dapat menyentuh harga Rp 200-300 ribu per Kg.
“Pas hari imlek nanti bisa sampai Rp 300 ribu sekilo untuk dingkis yang bertelur,” ungkapnya.
Menurut Ahong yang juga merayakan imlek, ikan itu dapat memberikan kebetuntungan jika dikonsumsi saat pergantian tahun baru imlek.
“Kita percaya ini bisa membawa keberuntungan dan keselamatan,” tambahnya. (*)
Reporter: Peri Irawan