Sebagian khalayak dan generasi muda mungkin tidak mengetahui bahwa ada seorang gitaris merangkap penulis lagu, arranger produser asal Tanjungpinang yang cukup sukses di kancah musik Indonesia. Dia adalah Teguh Diswanto.
***
Telah 25 tahun lebih, Teguh Diswanto, 50 malang melintang di jagat musik tanah air. Ia menjadi musisi, komposer, arranger serta produser hingga menulis dan menciptakan lagu-lagu hits terkenal di Indonesia.
Namanya tak asing lagi bagi para musisi dan artis Indonesia. Sebab Teguh banyak menciptakan lagu-lagu hits yang mewarnai belantika musik Indonesia. Para musisi dan artis top nasional sering menyanyikan lagu-lagu ciptaannya. Ia juga bertindak sebagai arranger dan produser para artis.
Di balik beberapa hits lagu yang menduduki tangga lagu teratas di Indonesia, Teguh turut memberikan sentuhan magis dan merangkai kata serta melodi, menjadi karya yang tak hanya menyentuh hati, namun merajai tangga lagu, beberapa tahun silam.
Sebut saja penyanyi Ari Lasso, mantan vokalis band Dewa 19 yang menyanyikan lagu karya Teguh berjudul ‘Karena Aku Tlah Denganmu', ‘Doa Untuk Cinta’ dan ‘Kata Siapa’.
Selanjutnya, lagu karya Teguh juga dinyanyikan oleh salah seorang penyanyi solo Indonesia yaitu Judika. Jebolan Indonesian Idol itu menyanyikan karya Teguh yang berjudul ‘Bukan Rayuan Gombal’.
Grup musik pop Legendaris Indonesia yaitu Warna, turut menyanyikan lagu ciptaan Teguh yang berjudul ’50 Tahun Lagi’. Lagu ini juga dinyanyikan oleh Yuni Sara dan Raffi Ahmad.
Artis Bunga Citra Lestari atau BCL juga menyanyikan lagu ciptaan Teguh berjudul ‘Kecewa’. Lagu bergenre pop berdurasi 4:01 menit ini, termasuk salah satu lagu hits karya Teguh.
Kemudian, Teguh juga menciptakan satu lagu hits berjudul 'Terlalu Cinta'. Lagu ini dinyanyiin oleh penyanyi jazz dan pop legendaris Indonesia, Fariz RM.
"Ada beberapa lagu ciptaan kami yang dinyanyikan beberapa artis musik di Indonesia," kata Teguh kepada Batam Pos, Jumat (18/10).
Menurut Teguh, proses menciptakan lagu hits bukanlah pekerjaan mudah. Seorang penulis lagu harus menggali inspirasi dari berbagai sumber, baik dari pengalaman pribadi, cerita orang lain, maupun fenomena sosial.
"Menyusun lirik lagu yang relevan disertai dengan melodi yang kuat dan mudah diingat," jelas Teguh.
Penulis lagu juga harus memiliki kemampuan untuk beradaptasi dengan berbagai genre musik dan gaya vokal penyanyi yang berbeda-beda.
Terkadang, penulis lagu menciptakan karya yang secara spesifik disesuaikan dengan karakter vokal dan kepribadian penyanyi yang akan membawakannya.
Selain itu, penulis lagu juga berkolaborasi berdiskusi dengan artis atau penyanyi. Penulis lagu harus memahami visi dan arah musik artis yang akan menyanyikan karyanya.
"Jadi lagu juga harus menyesuaikan juga dengan karakter suara penyanyi," kata Teguh.
Teguh menjelaskan, selain menciptakan lagu-lagu hits, penulis lagu sering kali menjadi pencipta tren musik. Tidak hanya mengikuti arus pasar industri musik, tetapi juga mempengaruhi arah musik populer melalui karya-karya yang inovatif.
Tren-tren seperti penggunaan lirik yang lebih mendalam, perpaduan genre yang tidak biasa, hingga eksplorasi instrumen yang unik sering kali tercipta dari imajinasi seorang penulis lagu.
Penulis lagu, sambung Teguh, peka terhadap perubahan selera pendengar. Di era media sosial, lagu yang viral bisa jadi berasal dari lirik yang menarik membuat lagu tersebut mudah diingat dan dibagikan oleh pendengar.
Teguh menambahkan, meskipun sering berada di balik layar, penulis lagu merupakan otak di balik banyaknya lagu-lagu hits yang terdengar. Dengan kreativitas, keahlian dan kemampuan untuk berkolaborasi dengan penyanyi atau musisi terkenal, penulis lagu akan terus menciptakan karya monumental.
"Karya yang membekas di hati pendengar dan merajai industri musik," tambahnya.
Kini sang gitaris yang merangkap penulis lagu ini tidak lagi malang melintang di Ibu Kota, namun namun kontribusinya sangat besar dalam menciptakan lagu-lagu hits yang terus dikenang dan tetap eksis dinyanyikan oleh para musisi Indonesia.
Meskipun masa-masa indah telah berlalu, Teguh menganggap kenangan tersebut tetap menjadi pendorong, motivasi dan semangat untuk terus berkarya di dunia musik Indonesia.
“Jadilah musisi dari masa lalu, masa kini dan masa depan,” sebut Teguh.
Baca Juga: Komunitas Evolusi Muzik, Wadah Penyaluran Ide Kreatif Musisi Indie
Kembangkan Musik di Kampung Halaman
Selain bertindak sebagai penulis lagu, arranger dan produser, musisi kelahiran Tanjungpinang 1 Desember 1973 ini, juga mahir memainkan alat musik gitar dan sejumlah alat musik lainnya.
Hal ini terbukti saat Teguh bersama Opet Alatas, mantan bassis band Gigi yang merupakan musisi asal Tanjungpinang lainnya, bergabung membentuk band bernama Tiket pada era tahun 2001.
Pada masa milenium itu, selain sebagai gitaris band Tiket, Teguh juga berperan sebagai penulis lagu di band beraliran pop rock dan post britpop tersebut.
Setelah menelurkan dua album bersama Tiket, yakni album 'Abadillah’ dan ‘Usai Sudah’, pada tahun 2003, Teguh hengkang dari band yang membesarkan namanya.
Setelah memutuskan hengkang dari Tiket, Teguh memutuskan tetap di jalur musik, namun banyak berperan di belakang layar sebagai penulis lagu, arranger hingga produser.
Saat ini, Teguh masih tetap eksis di dunia musik. Teguh banyak meluangkan waktu bersama keluarganya. Kini, ia fokus mengembangkan musik di kampung halamannya yaitu Kota Tanjungpinang.
Teguh juga bergabung di komunitas musik Tanjungpinang yaitu Evolusi Muzik yang berisi musisi lokal dan band indie yang mengusung berbagai genre musik.
Meskipun saat ini Teguh berada di Tanjungpinang, ia juga tidak memungkiri bahwa saat ini ia tetap sebagai penulis lagu, arranger dan produser untuk para musisi Indonesia.
“Masa depan musik menjadi ada dan terang ketika lagu hits tetap terdengar dan penggemar masih menyukainya,” ujar Teguh.
Di samping itu, Teguh tetap mengembangkan potensi bermusiknya sebagai gitaris dengan membentuk sebuah grup band di Tanjungpinang.
Band indie lokal bentukan Teguh yakni band Pertemuan Arus. Personelnya yaitu Tasya sebagai vokalis. Teguh Diswanto sebagai gitaris dan Imam sebagai drummer.
Band indie lokal bergenre rock ini, telah merilis single berjudul ‘Berani Bersikap’. Penikmat musik bisa mendengarnya pada kanal YouTube Teguh Diswanto.
"Pertemuan Arus dijadikan nama band karena para personelnya memiliki konsep dan genre musik yang berbeda," jelas Teguh.
Selain tetap eksis di Tanjungpinang, Teguh kini kembali mencoba mengembangkan potensinya di belantika musik Indonesia. Eks gitaris Tiket ini membentuk band bernama Elastic yang berbasis di Yogyakarta.
Personelnya juga diisi para musisi terkenal yaitu eks vokalis Seventeen, Doni Johan sebagai vokalis dan Kiki mantan drummer band Canonball sebagai drummer. Pada band bergenre pop dark blue ini, selain sebagai gitaris, Teguh juga berperan sebagai penulis lagu, arranger musik dan produser.
Band ini telah merekam 8 lagu dan telah melakukan proses rekaman lagu-lagunya di Strato Studio Semarang dan mix mastering di Feri Studio dan Soba Studio Yogyakarta.
"Band Elastic telah merilis satu single berjudul ‘Mencari Kamu’. Penggemar musik bisa mendengar lagu ini di kanal YouTube Elastic Official Music," ungkap Teguh.
Terakhir, sebagai musisi senior di Tanjungpinang, Teguh berpesan kepada talenta muda musisi Tanjungpinang, agar terus berkarya, sebab peta industri musik telah terbuka lebar. Musisi muda, jelas Teguh, seharusnya lebih mudah menembus pasar musik nasional. Sebab peta industri musik telah terbuka lebar.
Selain itu, sambung Teguh, dengan bermusik, generasi muda Tanjungpinang menjadi kreatif dan dapat terhindar dari penyalahgunaan narkoba, balap liar dan hal-hal negatif lainnya yang melanggar hukum.
"Hanya terus berkarya hingga titik daya saing bukan lagi persoalan. Dengan banyaknya event-event musik, anak muda jadi berpikir positif dan kreatif," pesannya.
Teguh menambahkan, melihat kondisi saat ini di mana gairah permusikan di Tanjungpinang yang tengah lesu, pemerintah daerah seharusnya ikut berperan aktif memajukan musik dan seni di Tanjungpinang.
"Menurut kami pemerintah daerah harus ikut bertanggungjawab untuk memajukan musik dan seni di Tanjungpinang," tegas Teguh yang pernah mengenyam pendidikan di SMAN 2 Tanjungpinang ini.
Teguh berharap, dengan banyaknya event musik dapat memunculkan kembali gairah permusikan khususnya bagi generasi muda sebagai wujud regenerasi permusikan di Tanjungpinang.
"Perbanyak event musik, agar musik tidak ditinggalkan," tutup Teguh yang saat ini tengah menjadi Ketua Dewan Juri Bintang Radio Indonesia 2024 di RRI Tanjungpinang. (*)
Editor : Tunggul Manurung