Batampos - Banyak pria lanjut usia merasa takut ketika didiagnosis mengalami pembesaran prostat. Terutama bagi mereka yang berusia 60 tahun ke atas.
Kekhawatiran terhadap operasi mulai dari risiko pendarahan hingga komplikasi penyakit penyerta seperti jantung, ginjal, atau hipertensi, membuat sebagian memilih hidup dengan kateter seumur hidup.
Namun kini, harapan baru hadir melalui teknologi medis canggih di KPJ Johor Specialist Hospital, Malaysia.
Dokter Tham Teck Meng, spesialis urologi lulusan Universitas Skotlandia, mengatakan, prosedur operasi prostat tidak lagi menakutkan seperti dulu. " Tak perlu takut. Operasi prostat sekarang jauh lebih aman dan minim risiko, bahkan untuk pasien di atas 70 tahun," ujar Dr Tham dalam siaran persnya, Kamis (8/5/2025) sore.
Di tempat ia praktik di KPJ Johor, untuk mengatasi penyakit ini atau hampir seluruh prosedur urologi dilakukan dengan teknologi robotik. Teknologi ini memungkinkan operasi dengan presisi tinggi, minim luka, dan pemulihan lebih cepat.
"Kami menggunakan teknologi robotik untuk menjangkau area terdalam tanpa membuat sayatan besar. Hasilnya lebih akurat, dan pasien pulih dengan lebih cepat," jelas Dr. Tham.
Bagi pasien dengan penyakit penyerta seperti jantung, pihak rumah sakit akan melakukan koordinasi lintas dokter spesialis untuk memastikan keamanan prosedur. "Selama pasien mengikuti petunjuk medis dan menjalani pengobatan dengan disiplin, kemungkinan sembuhnya sangat besar," tambahnya.
Bukan tanpa alasan. Prosedur ini telah berhasil. Salah satu pasiennya dari Batam, berusia 80 tahun mengalami pembesar prostat parah hingga tak bisa buang air kecil."Beliau memiliki banyak penyakit penyerta. Tapi karena kondisinya mendesak, kami lakukan operasi robotik. Kini beliau sudah sehat, segar, dan tak lagi tergantung pada kateter," ungkapnya.
Bagi masyarakat Batam dan sekitarnya yang ingin mendapatkan penanganan profesional untuk prostat atau konsultasi kesehatan lainnya, KPJ Johor membuka layanan konsultasi dan pendaftaran operasi melalui Kantor Perwakilan di Gedung Graha Pena, Lantai 1, Batam Center.
Selain itu, pasien juga mendapatkan fasilitas antar-jemput gratis dari pelabuhan ke rumah sakit, sebagai bagian dari komitmen KPJ Johor dalam memberikan layanan kesehatan yang nyaman dan berkualitas bagi pasien internasional khususnya dari Kepri dan Batam. "Jangan kalah oleh rasa takut. Kesehatan adalah aset yang harus diperjuangkan," tutupnya. (*)
Editor : Chahaya Simanjuntak