Batam Kepulauan Riau Nasional Internasional Ekonomi & Bisnis Hukum & Kriminal Lifestyle Olahraga

RUU "Big, Beautiful Bill" Trump Lolos ke Tahap Debat Meski Dihadang Friksi Internal Partai Republik

Chahaya Simanjuntak • Kamis, 3 Juli 2025 | 19:05 WIB

DPR AS Majukan RUU "Big, Beautiful Bill" Usulan Trump ke Tahap Debat Sebelum Voting Final di Amerika Serikat.
DPR AS Majukan RUU "Big, Beautiful Bill" Usulan Trump ke Tahap Debat Sebelum Voting Final di Amerika Serikat.

Batampos - Dewan Perwakilan Rakyat Amerika Serikat (AS) akhirnya menyetujui prosedur untuk melanjutkan pembahasan RUU andalan Presiden Donald Trump, yang dijuluki "big, beautiful bill", dengan hasil voting tipis 219-213, Rabu (2/7/2025) malam, waktu setempat.

Keputusan ini dicapai setelah penundaan berjam-jam akibat perpecahan di internal Partai Republik terkait perubahan yang dilakukan oleh Senat terhadap isi rancangan undang-undang tersebut.

Voting dimulai sekitar pukul 21.30 malam dan baru selesai pada pukul 03.20 dini hari ini. Para pimpinan Partai Republik terlihat melakukan tekanan intensif terhadap anggota partai yang semula menolak agar berbalik mendukung.

Ketua DPR dari Partai Republik, Mike Johnson, menyatakan,  Presiden Trump secara langsung terlibat dalam proses lobi kepada para anggota. "Itu sangat penting. Anggota ingin mendengar jaminan dari beliau mengenai masa depan Amerika dan langkah selanjutnya," ujarnya  seperti dilansir dari CBS News, Kamis (3/7/2025) sore.

Hingga pukul 01.00 dini hari waktu setempat, lima anggota Partai Republik menyatakan menolak. Dan ini cukup untuk menggagalkan voting jika semua anggota hadir. Namun, voting dibiarkan tetap terbuka agar memungkinkan adanya perubahan suara. Delapan anggota Partai Republik masih belum memberikan suara.

Sebelum voting dimulai, Trump mengklaim bahwa fraksi Partai Republik  akan bersatu melalui unggahan di platform Truth Social miliknya. Namun, beberapa jam kemudian, saat masih terjadi kebuntuan, nada Trump berubah menjadi frustrasi. "Apa yang kalian tunggu??? MAGA TIDAK SENANG, DAN KALIAN KEHILANGAN DUKUNGAN!!!" unggahnya lagi.

RUU Big, Beautiful Bill ini mencakup pengeluaran besar untuk keamanan perbatasan, pertahanan, dan produksi energi, serta perpanjangan pemotongan pajak dalam jumlah triliunan dolar. Namun, pembiayaannya sebagian diambil dari pemangkasan besar pada program kesehatan dan gizi, sebagai salah satu poin kontroversial yang membuat sejumlah anggota DPR dari Partai Republik menentang versi terbaru dari Senat.

Sejumlah anggota Partai Republik yang tergabung dalam Freedom Caucus dan faksi moderat, termasuk Ketua Freedom Caucus Andy Harris, menyatakan keprihatinannya atas perubahan versi Republik ini. Harris bahkan memperkirakan voting akan gagal, meski akhirnya tetap berlangsung. "Senat telah bertindak di luar batas," kata Rep. Ralph Norman dari South Carolina.

RUU versi Senat memang mencakup pemotongan biaya kesehatan atau Medicaid yang lebih besar, peningkatan plafon utang, serta perubahan terhadap kebijakan energi hijau dan penghapusan pajak daerah yang sebelumnya ada di versi DPR.

Beberapa elemen kontroversial yang akhirnya dihapus dari RUU versi Senat termasuk penjualan lahan publik di belasan negara bagian, moratorium 10 tahun atas regulasi kecerdasan buatan (AI) oleh negara bagian, dan pajak tambahan untuk industri energi terbarukan.

Meski banyak tekanan internal, beberapa anggota kunci yang sebelumnya menolak mulai berbalik arah. Rep. Warren Davidson dari Ohio, salah satu dari dua Republikan yang menolak RUU versi awal pada Mei lalu, mengumumkan dukungannya melalui platform X. "Bukan RUU yang sempurna, tapi ini yang terbaik yang bisa kita capai," katanya.

Sejumlah anggota DPR dari kedua partai sempat mengalami penundaan penerbangan akibat cuaca buruk, menyebabkan proses pemungutan suara terlambat.

Di sisi lain, Partai Demokrat bersatu dalam penolakan terhadap RUU ini. Pemimpin Minoritas DPR Hakeem Jeffries menyatakan, seluruh anggota Demokrat akan memberikan suara "hell no". “Kami tidak akan diam saja melihat Trump dan para miliarder menghancurkan negara ini,” kata Rep. Jim McGovern dari Massachusetts.

Jeffries menambahkan, untuk membatalkan RUU yang dianggap sangat menguntungkan para pengusaha ini, pihaknya hanya membutuhkan empat anggota Republik untuk bergabung bersama mereka demi membela rakyat Amerika Serikat yang akan sangat terdampak oleh RUU ini.

Baca Juga: Pemkab Karimun masih Punya Utang Tahun 2023 Rp5 M, Ini kata Sekda Penyebabnya

Sementara itu, Pimpinan Partai Republik tetap teguh meloloskan versi Senat tanpa revisi. Jika DPR mengubah isi RUU, maka diperlukan persetujuan ulang dari Senat atau dibentuk panitia konferensi untuk menyelaraskan perbedaan, yang berisiko menunda pengesahan.

Meski menghadapi tantangan internal, para pemimpin Republik tetap yakin bisa menyelesaikan misi mereka. "Presiden Trump sudah siap dengan penanya," kata Rep. Virginia Foxx. "Kami hanya tinggal beberapa langkah dari garis akhir," tambahnya.

Namun, perjalanan RUU ini menuju pengesahan masih belum selesai. Debat final dijadwalkan berlangsung selama satu jam sebelum voting akhir dilakukan.

Taruhannya besar. Baik bagi masa depan agenda Trump maupun dinamika internal Partai Republik menjelang pemilu AS berikutnya. (*)

 

Editor : Chahaya Simanjuntak
#amerika serikat #RUU AS #pemerintahan AS #Big Beautiful Bill #donald trump