Batam Kepulauan Riau Nasional Internasional Ekonomi & Bisnis Hukum & Kriminal Lifestyle Olahraga

Menjajal Sensasi Dunia Ekstrem Rock Climbing di Pulau Bintan, Menantang Adrenalin dan Menguji Keberanian dengan Memanjat Dinding Batu Alam

Yusnadi BP • Jumat, 5 September 2025 | 07:00 WIB

Gunung Lengkuas Bintan tidak hanya sekadar bentang alam yang memukau dan memanjakan mata, tetapi menjadi medan ujian bagi siapa pun yang berani menantang adrenalin dan menjajal dunia ekstrem rock climbing.

***

Seorang atlet panjat tebing yang juga penggemar olahraga ekstrem rock climbing, Bariq Alrasyid Epni memanjat Tebing Batu Topak Gunung Lengkuas Bintan.
Seorang atlet panjat tebing yang juga penggemar olahraga ekstrem rock climbing, Bariq Alrasyid Epni memanjat Tebing Batu Topak Gunung Lengkuas Bintan.

Gunung Lengkuas Bintan setinggi 230 meter di atas permukaan laut (MDPL), dikenal dengan kontur tebingnya yang beragam. Dari jalur yang ramah hingga jalur ekstrem, punya cerita berbeda. Ada yang menantang fisik, ada pula yang menguji mental sehingga menciptakan pengalaman yang tidak terlupakan.

Tantangannya yaitu dengan memanjat Tebing Batu Topak dan Tebing Tapak di Gunung Lengkuas Bintan yang akan menyimpan cerita dan tantangan tersendiri. Bagi para pendaki, pencinta olahraga ekstrem dan siapa pun yang berani menguji adrenalin, rock climbing di Gunung Lengkuas Bintan, bukan sekadar olahraga ekstrem, melainkan perjalanan menyatu dengan alam sekaligus menikmati keindahan alam.

Begitu menapaki jalur setapak yang cukup menjulang menuju lokasi pemanjatan batu alam, akan diiringi pepohonan hutan, sebuah danau dan suara khas hening hutan hingga suara kicau burung liar, menjadi pengiring langkah kaki. Suasana khas alam itu seolah menjadi hadiah bagi siapa pun yang akan berjuang menaklukkan dinding-dinding batu alam di Gunung Lengkuas Bintan.

Para pendaki di Pulau Bintan kerap menyebut rock climbing di salah satu sisi Gunung Lengkuas yaitu di Lembah Lestari, sebagai olahraga vertikal. Sebab setiap gerakan tangan, setiap pijakan kaki, harus seirama dengan ritme napas dan strategi.

Tebing batu alam yang kokoh, terkadang licin oleh lumut, menuntut konsentrasi penuh. Satu langkah keliru, bisa membuat tubuh melayang, hanya ditahan seutas tali harness yang terikat erat di pinggang. Namun tetap tersedia pengaman berupa matras tebal yang berada di dataran serta pendamping berpengalaman yang sigap menjaga keselamatan.

Meskipun penuh tantangan, namun pada setiap pijakan kaki di sela batu alam dan setiap genggaman tangan, menjadi pengamalan dan perjalanan yang jauh lebih dalam daripada sekadar mencapai puncak tebing.

Namun saat tiba di puncak tebing, ada rasa syukur kemenangan berpadu dengan panorama Pulau Bintan yang membentang luas, sebuah danau, langit yang terbuka lebar dan lanskap hijau hutan tropis yang memanjakan mata. Yang pasti, puncak tebing akan menghadirkan kejutan bagi siapa pun yang berani mencoba rock climbing.

Selain itu, puncak Gunung Lengkuas Bintan seakan-akan menjadi tempat untuk merenung betapa kecilnya manusia di hadapan alam ciptaan Yang Maha Kuasa. Namun betapa besar kekuatan yang bisa ditemukan ketika berani mencoba memanjat batu alam di Gunung Lengkuas Bintan.

Para pencinta olahraga ekstrem dan pendaki, baik pemula maupun profesional percaya bahwa menaklukkan tebing batu alam di Gunung Lengkuas Bintan, merupakan perjalanan untuk menemukan keberanian diri sekaligus menguji kesabaran.

Lebih dari sekadar olahraga ekstrem, rock climbing di Gunung Lengkuas Bintan juga merupakan perjalanan batin. Rock climbing mengajarkan arti jatuh dan bangkit hingga menjinakkan rasa takut. Mengajarkan bahwa setiap tantangan, dapat ditaklukkan selagi memiliki doa, keberanian untuk melangkah dan tidak takabur (menyombongkan diri).

Menjadi Ruang Edukasi Bagi Altet dan Generasi Muda

Komunitas pendaki di Pulau Bintan sendiri kian berkembang. Salah satunya yaitu Komunitas DCC (Dompak Climbing Club). Komunitas ini tidak hanya menjadikan Gunung Lengkuas Bintan sebagai arena olahraga ekstrem, tetapi juga sebagai ruang edukasi untuk generasi muda agar mengenal lebih dekat dunia panjat tebing, rock climbing hingga pentingnya bersyukur dan menjaga kelestarian alam.

Anggota Komunitas DCC yakni Ahmad (39), mengatakan Gunung Lengkuas Bintan yang memiliki sumber mata air besar ini, seakan mengajarkan filosofi hidup. Menurutnya, untuk mencapai puncak tebing, siapa pun harus berdoa, bersyukur dan tidak boleh takabur. Harus berani menghadapi ketakutan, kesulitan, melawan rasa lelah dan terus melangkah meskipun jalan pendakian terasa berat.

Ahmad mengungkap, Gunung Lengkuas Bintan khususnya di kawasan Lembah Lestari, terdapat dua tebing batu alam. Pertama, Tebing Tapak setinggi 8 meter. Kedua, Tebing Batu Topak setinggi 6 meter. Kedua tebing batu alam ini, cocok untuk menjajal olahraga ekstrem rock climbing dan panjat tebing.

"Dua tebing batu alam di Gunung Lengkuas Bintan, bisa menjadi sarana latihan meningkatkan kemampuan bagi atlet muda panjat tebing dan latihan untuk pencinta olahraga ekstrem rock climbing," kata Ahmad saat diwawancarai Batam Pos di Tanjungpinang, Rabu (3/9).

Menurut Ahmad, Gunung Lengkuas Bintan terutama di Tebing Tapak dan Tebing Batu Topak, tidak hanya menjadi destinasi wisata alam dan wisata panjat tebing saja. Tetapi sebagai ruang bagi manusia untuk bersyukur dan menemukan jati diri di antara batu alam, langit dengan menguji keberanian serta kesabaran.

"Selain bisa jadi wisata alam, dua tebing di Gunung Lengkuas Bintan ini, bisa jadi tempat bersyukur, menguji keberanian dan melatih kesabaran," ujarnya.

Ahmad menjelaskan, untuk mendaki Gunung Lengkuas Bintan dan mencoba olahraga ekstrem rock climbing, pengunjung atau wisatawan bisa melalui Tanjungpinang menuju Jalan Lingkar Wacopek, Bintan.

"Tiba di kaki gunung, kendaraan bisa parkir di perkebunan karet. Kemudian mendaki sekitar 10 menit hingga 20 menit agar sampai ke puncak tebing," jelasnya.

Komunitas DCC dan para pendaki di Pulau Bintan mengimbau, agar para pengunjung dan wisatawan atau siapa pun yang tertarik menjajal olahraga ekstrem di Gunung Lengkuas Bintan, agar tetap menjaga kebersihan.

Selain itu, para pendaki dan penggiat alam Pulau Bintan juga meminta pihak berwenang, agar melindungi Gunung Lengkuas Bintan. Melindunginya dari penebangan-penebangan liar agar kelestarian alam Pulau Bintan, tetap terjaga.

"Dua tebing dan tebing lainnya yang belum tereskplor di Gunung Lengkuas Bintan ini, bisa dijadikan wisata panjat tebing. Tapi saat ini, kami masih kekurangan perlengkapan dan alat pembuat jalur memanjat," ungkapnya.

Ahmad menambahkan, bagi wisatawan dan siapa saja yang tertarik dan ingin menjajal olahraga ekstrem di Gunung Lengkuas Bintan, Komunitas DCC juga menawarkan jasa pendampingan (guide) serta peralatan keselamatan untuk mendaki dan memanjat tebing.

"Lebih dari sekadar perlengkapan keselamatan, yang paling dibutuhkan adalah keberanian, kesabaran dan kepercayaan diri. Jadi yang mau belajar mendaki dan panjat tebing, silahkan hubungi Komunitas DCC di media sosial IG @kualibintan86," ajaknya, (*)

Editor : Tunggul Manurung
#Ekstrem Rock Climbing #gunung lengkuas bintan