Batampos - Pemerintahan Malaysia melalui Kementerian Perdagangan mendesak Amerika Serikat (AS) untuk mempertimbangkan penerapan tarif nol persen bagi tiga produk ekspor mereka, yakni furnitur, otomotif, dan kedirgantaraan, Jumat (26/9/2025).
Menanggapinya, pihak Washington setuju untuk mempertimbangkan pemberian pengecualian tarif bagi komoditas yang tidak diproduksi di AS, termasuk kakao dan minyak sawit.
"Keputusan final terkait hal ini diperkirakan akan diumumkan Oktober mendatang," ujar salah satu pejabat AS seperti dikutip dari Reuters.
Sehari sebelumnya, Presiden AS Donald Trump mengumumkan, putaran baru tarif barang impor, termasuk tarif 50 persen untuk lemari dapur dan vanity kamar mandi, serta tarif 30 persen untuk furnitur berlapis kain.
Malaysia dan Amerika Serikat saat ini tengah berupaya merampungkan kesepakatan tarif setelah Washington memberlakukan pungutan 19 persen terhadap impor Malaysia pada Agustus lalu.
Perdana Menteri Malaysia, Anwar Ibrahim, dalam sebuah unggahan di Facebook pada Kamis menyatakan, kedua negara menargetkan tercapainya kesepakatan sebelum kunjungan Trump ke Kuala Lumpur untuk menghadiri KTT Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN), Oktober mendatang. (*)
Editor : Chahaya Simanjuntak