batampos - Otoritas pengawas pangan Amerika Serikat (FDA) baru - baru ini mengambil tindakan tegas dengan menahan impor cengkih dari Indonesia setelah mendeteksi jejak radioaktif Cesium-137 (Cs-137) pada salah satu sampel rempah tersebut.
Pada Agustus 2025, ada pengawasan produk impor yang menemukan Cs-137 dalam satu sampel cengkih yang dikirim oleh PT Natural Java Spice, dikutip dari U.S. Food & Drug, Kamis (2/10).
Sebagai respon, FDA memasukkan produk rempah dari perusahaan ke dalam Import Alert #99-51 atas dugaan kontaminasi kimia. Produk tersebut akan ditahan di pelabuhan AS hingga pihak pengirim membuktikan bahwa prosedur produksi dan pengendalian mutu telah diperbaiki.
FDA menyatakan bahwa sampai saat ini tidak ada produk cengkih yang positif Cs-137 yang berhasil masuk ke pasar konsumen AS. Semua yang diuji dan dideteksi telah dicegah masuk pasar AS.
Sebelumnya, FDA juga telah menahan dan mengeluarkan peringatan terhadap produk udang beku dari PT Bahari Makmur Sejati karena temuan Cs-137.
Cesium-137 terbentuk sebagai produk sisa aktivitas nuklir (reaktor, ledakan nuklir, limbah industri). Ia memancarkan radiasi gamma dan beta.
Memiliki kadar tinggi yang dapat menjadi risiko bagi kesehatan. Dari laporan, nilai yang terdeteksi dalam sampel cengkih adalah sekitar 732,43 Bq/kg (Becquerel per kilogram).
Ini berada di bawah batas intervensi yang ditetapkan FDA (sekitar 1.200 Bq/kg). Kehadiran radionuklida ini dianggap cukup sebagai sinyal bahaya bagi pengujian lebih lanjut.
Pemerintah Indonesia merespon dengan membentuk tim investigasi untuk menelusuri sumber kontaminasi, termasuk kemungkinan limbah industri atau logam bekas di daerah sekitar fasilitas pengolahan rempah.
Indonesia juga menjalin komunikasi dengan Badan Tenaga Atom Internasional (IAEA) dan otoritas AS terkait isu ini.
Pihak perusahaan eksportir rempah (PT Natural Java Spice) harus menyediakan bukti bahwa sistem produksi sudah aman, agar pengiriman rempah ke AS bisa dilanjutkan.(*)
Editor : Tunggul Manurung