batampos - Laurent Simons remaja jenius berusia 15 tahun dari Belgia mengejutkan dunia akademik setelah menyelesaikan pengajian doktor filsafat (PhD) dalam fisika kuantum di Universitas Antwerp, Belgia.
Keberhasilan itu diraihnya setelah berhasil mempertahankan tesisnya bulan lalu. Kini remaja ini menjadi salah satu pemegang gelar PhD termuda dalam sejarah.
Laurent Simons mempertahankan tesisnya bulan lalu dan menjadi salah satu pemegang gelar PhD termuda di dunia. Laurent memiliki IQ setidaknya 145.
Ia pertama kali populer pada usia 12 tahun ketika menerima gelar sarjana fisika setelah menyelesaikan program tiga tahun hanya dalam 18 bulan.
Orang tua Laurent Simons, Alexander Simons dan Lydia mengungkapkan bahwa putra mereka mendapat tawaran dari perusahaan teknologi di Amerika Serikat dan Tiongkok yang ingin ia belajar di pusat riset mereka.
Pencapaian Simons sebagai sensasi internasional di dunia pendidikan dan penelitian. Namun, kedua orang tuanya memilih Simons agar tumbuh seperti remaja lainnya.
Setelah menyelesaikan gelar sarjana, Laurent Simons lanjut ke tingkat magister dalam fisika kuantum. Ia mendalami bidang kompleks seperti boson, lubang hitam, dan kondensat Bose Einstein pada suhu ultra rendah.
Ia juga menjalani pelatihan penelitian di Institut Max Planck, Jerman yang bekerja dalam bidang optik kuantum dan kecerdasan buatan untuk deteksi dini kanker.
Minat terhadap bidang kedokteran bermula setelah kabar duka kakek dan neneknya ketika ia berusia 11 tahun. Simons bertekad fokus pada upaya memperpanjang harapan hidup manusia.
Tujuannya bukan untuk mengejar keabadian, tetapi peluang hidup lebih sehat dan panjang bagi banyak orang.
Laurent Simons dilaporkan berangkat ke Munich untuk memulai program doktor kedua dalam sains medis dengan fokus ke kecerdasan buatan (AI) yang berkembang pesat saat ini.
Pencapaian Laurent Simons menginspirasi bagi banyak anak muda di seluruh dunia.(*)
Editor : Juliana Belence