Batam Kepulauan Riau Nasional Internasional Ekonomi & Bisnis Hukum & Kriminal Lifestyle Olahraga

Trump Tarik Lebih dari 30 Diplomat Karier AS dari Pos Duta Besar, Fokus Perkuat Agenda America First

Chahaya Simanjuntak • Senin, 22 Desember 2025 | 15:26 WIB

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump.
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump.

Batampos – Pemerintahan Presiden Donald Trump menarik hampir 30 diplomat karier Amerika Serikat dari posisi duta besar dan jabatan senior kedutaan lainnya. Langkah ini dilakukan sebagai bagian dari upaya merombak kebijakan diplomatik luar negeri AS agar selaras dengan prioritas America First.

Menurut dua pejabat Departemen Luar Negeri AS, para kepala perwakilan diplomatik di sedikitnya 29 negara telah diberi tahu pekan lalu, bahwa masa tugas mereka akan berakhir pada Januari 2026 mendatang. Para pejabat tersebut berbicara dengan syarat anonim karena membahas kebijakan internal kepegawaian. Demikian dilansir dari AP, Senin (22/12/2025)

Seluruh diplomat yang ditarik diketahui mulai bertugas pada masa pemerintahan Presiden Joe Biden dan sebelumnya sempat lolos dari gelombang awal perombakan pada awal masa jabatan kedua Trump, yang kala itu lebih banyak menyasar pejabat politik. Namun situasi berubah pada pertengahan pekan ini ketika mereka mulai menerima pemberitahuan resmi dari Washington terkait kepulangan mereka.

Baca Juga: Polresta Barelang Tangani Dua Kasus Pembunuhan Wanita di Penghujung 2025, Kasus Dwi Putri Jadi Perhatian Awal

Meski ditarik dari jabatan duta besar, para diplomat tersebut tidak diberhentikan dari dinas luar negeri. Mereka akan kembali ke Washington dan dapat menerima penugasan lain apabila menginginkannya. Sesuai ketentuan, duta besar memang bertugas atas kehendak presiden, meskipun biasanya menjabat selama tiga hingga empat tahun.

Departemen Luar Negeri AS enggan mengungkap jumlah pasti maupun nama duta besar yang terdampak. Namun lembaga tersebut membela keputusan itu dengan menyebutnya sebagai “proses standar dalam setiap pemerintahan.”Departemen Luar Negeri menegaskan bahwa seorang duta besar merupakan perwakilan pribadi presiden, sehingga presiden berhak memastikan pejabat yang ditempatkan di luar negeri mendukung agenda pemerintahannya.

Secara geografis, Afrika menjadi kawasan yang paling terdampak, dengan penarikan duta besar dari 13 negara, yakni Burundi, Kamerun, Tanjung Verde, Gabon, Pantai Gading, Madagaskar, Mauritius, Niger, Nigeria, Rwanda, Senegal, Somalia, dan Uganda.

Baca Juga: Ibu Negara AS Melania Trump Rilis Film Dokumenter 20 Hari Menjelang Kembali ke Gedung Putih

Di urutan berikutnya adalah Asia, dengan perubahan posisi duta besar di enam negara, yaitu Fiji, Laos, Kepulauan Marshall, Papua Nugini, Filipina, dan Vietnam.

Selain itu, empat negara Eropa juga terdampak, yakni Armenia, Makedonia, Montenegro, dan Slovakia. Penarikan juga terjadi di Timur Tengah  seperti di Aljazair dan Mesir, Asia Selatan dan Tengah Nepal dan Sri Lanka, serta Guatemala dan Suriname.

Kebijakan penarikan duta besar ini pertama kali dilaporkan oleh Politico dan telah memicu kekhawatiran dari sejumlah anggota parlemen serta serikat pekerja yang mewakili diplomat Amerika. Mereka menilai langkah tersebut berpotensi memengaruhi stabilitas dan kesinambungan diplomasi AS di berbagai kawasan dunia.

Langkah Trump ini menegaskan arah kebijakan luar negeri yang lebih selektif dan berorientasi pada loyalitas terhadap agenda presiden, seiring upaya pemerintahannya memperkuat posisi Amerika Serikat di panggung global sesuai visi America First. (*)

 

Editor : Chahaya Simanjuntak
#Diplomat karier AS #trump #America First #internasional