Batam Kepulauan Riau Nasional Internasional Ekonomi & Bisnis Hukum & Kriminal Lifestyle Olahraga

Dokter dan Psikiater Dikerahkan untuk Layanan Psikososial Pascabencana

Fiska Juanda • Selasa, 30 Desember 2025 | 22:24 WIB
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, menyampaikan keterangan pers terkait penanganan dan pemulihan pascabencana dalam konferensi pers di Jakarta. F. BNPB
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, menyampaikan keterangan pers terkait penanganan dan pemulihan pascabencana dalam konferensi pers di Jakarta. F. BNPB

batampos – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) tidak hanya memberikan layanan kesehatan fisik, tetapi juga menyiapkan layanan psikososial bagi warga terdampak banjir dan longsor di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, mengatakan layanan pemulihan trauma tersebut dilaksanakan secara berkala di setiap kabupaten/kota terdampak.

“Berkaitan dengan pemulihan atau layanan psikososial, di setiap kabupaten/kota secara berkala, satu hingga dua kali dalam seminggu, terus kami lakukan,” ujar Abdul Muhari dalam konferensi pers di Jakarta, Minggu (28/12).

Abdul Muhari yang akrab disapa Aam menjelaskan, layanan psikososial tidak hanya menyasar anak-anak, tetapi juga para ibu dan kelompok rentan lainnya. Untuk itu, BNPB mengerahkan tenaga ahli, mulai dari dokter, psikiater, hingga relawan.

“Kami mendatangkan tenaga ahli, dokter, psikiater, serta relawan untuk melaksanakan berbagai kegiatan psikososial,” katanya.

Menurut Aam, layanan ini akan terus dilakukan secara berkelanjutan guna membantu masyarakat pulih dari trauma pascabencana.

“Program ini akan terus berjalan dengan harapan dapat memulihkan trauma saudara-saudara kita secara bertahap,” ujarnya.

Selain pemulihan psikologis, BNPB juga mempercepat perbaikan fasilitas umum, termasuk sekolah dan madrasah yang rusak atau tertutup lumpur akibat banjir yang terjadi pada akhir November lalu.

Ia berharap kegiatan belajar mengajar dapat kembali normal pada awal semester genap, pekan pertama Januari mendatang.

“Sejumlah fasilitas pendidikan yang sebelumnya terdampak lumpur kini sudah bisa difungsikan kembali,” katanya.

Namun, untuk sekolah yang mengalami kerusakan berat, BNPB menyiapkan tenda darurat sebagai ruang belajar sementara.

“Dengan demikian, proses belajar mengajar tetap bisa berlangsung sambil menunggu perbaikan bangunan sekolah,” ucap Aam. (*)

Editor : Fiska Juanda
#bencana #pascabencana #bnpb